hi sophi,

saya mau nanya nih,,

wktu saya masuk kuliah.. sebelumnya sy minta ma Tuhan untuk kasih clon pacar klo boleh calon pasangan yang tepat yg saya dapatkan pd saat masuk dalam universitas.

saya pun minta ma Tuhan untuk itu.. dari sejak kelulusan saya di SMA.

n, ada cwo yg suka ma saya, tapi dia menunjukka perhatiannya pada saat saya sudah tingkat ke2 semester 4.. dan saya pun menguji… mmg saya sudah ada perasaan sama dia, tapi saya menguji jgn sampe dia hnya suka saya krn kami dekat di komunitas yg sama,. dan wktu itu yg membuat saya ragu untuk menyukai dia, krn dia gampang jatuh cinta,.

shgga saya menolak dia, sampai ke2x saya puruskan untuk menguji dia, pada saat dia jauh dari saya dia bagaimana? dan itu bersamaan ada teman baik saya yg mrnjadi tempat curhat kami ber2.. saya minta ma Tuhan untuk jaga dia beerikan kepekaan sama dia, cwo ini nda mirip dgn tipe saya. tapi saya berdoa terus untuk dia, krn saya yakin dia org yg pertama saya temui di fakultas. bahkan saya berdoa ada si cwo B yg tipenya mirip yg saya doakan. tapi saya tidak suka padanya. lebih ke si A.

tapi seiring dengan waktu si A jadian dibelakang saya dengan teman dekat saya, yg tau gmna keberadaan saya dari A sampai Z. apapun yg saya buat untuk si A tadi, mengapa saya tolak dia, teman dekat saya itu tau.. mereka putus baru saya tau mereka pernah jadian dibelakang saya. ternyata teman baik saya itu memceritakan semuanya yang cm rahasia kami ber2 dikatakan ke A sampai pernah si A benci saya.

dan si A lebih menyayangi dia daripada saya skg.

saya kecewa.. dan si B pun meyukai teman dekat saya itu.

saya bingung sop, saya agk kecewa dengan saya gumuli.. saya sudah tidak tau. serasa pergumulan saya selama 3 tahun itu sia-sia. selama itu saya tidak mau membuka hati dengan cwo lain, pdhl byk hati yang mendekat pada saya. tapi saya cuekin.

salah satu mengapa saya blm bisa menerima cwo si A ini pertama krn latar belakang saya yg broken home. papa saya pernah menyia-nyiakan keluarga terlebih mama saya. dalam pandangan saya waktu itu, papa saya mirip si A ini.sehingga untuk saya percaya cwo itu perlu waktu yg begitu lama untuk bergumul. tapi saya mendapatkan hasil yg seperti ini. sy kecewa, dan jadi trauma untuk menghabiskan waktu untuk bergumul… dan susah untuk membuka hati untuk orang lain. saya jadi gak semangat lagi.. skg, si B sudah menetapkan hati kpd org lain, dan skg saya serasa sendiri… teman2 saya suruh saya melupakan tapi sungguh pun masih membekas. saya sudah mengampuni teman dekat saya itu, bhkn si A. si A skg seakan memanfaatkan saya skg. dengan kemmpuan saya. yg hasilnya dia pergi bersenang-senang dengan teman baik saya.. saya sgt sakit sop smpai skg. mereka memanfaatkan saya. tapi di belakang saya mereka begitu. saya sudah pernah blg sama mereka ber2 gak perlu sembunyi2 saya terima kok kalian ber2 jadian. tapi masih saja mereka sembunyi2..

saya jadi tersinggung.. pokoknya sop, panjang deh critanya.. mudah2n ngerti nih yg sya ketik..

soalnya, sakit deh pokonya…

saya ingin pergi mencari komunitas baru? apakh itu perlu?

BB

JAWAB:

[DSB]:

Dear BB,

Sungguh tidak mudah mengampuni teman dekat dan A. Tapi kami bersyukur BB bersedia mengampuni mereka. Memang tidak mudah karena komunitas kalian sama, sehingga pertemuan kalian dalam komunitas tersebut dapat terus menorehkan luka di hati Anda yang sudah terluka. Sehingga luka di hati BB susah untuk pulih.
Kalau memang BB merasa sulit untuk melupakan dan mengobati luka di hati, baik juga apabila BB mencari komunitas yang baru untuk bergaul. Dengan demikian semoga BB dapat melanjutkan hidup yang masih sangat panjang.

Hal yang lebih penting yang perlu untuk dipikirkan BB adalah, mengenai bagaimana BB menguji seorang pria. Waktu 3 tahun untuk menguji adalah cukup panjang. Seorang pria yang menantikan cinta dari seorang wanita tentu tidak bisa menunggu terus-menerus bertahun-tahun tanpa kepastian.

BB juga menyebutkan masalah keluarga BB yang broken home. Pada dasarnya tidak salah apabila BB pasti akan berusaha untuk memilih pria yang benar sehingga tidak jatuh dalam problem yang sama dengan keluarga BB.

Namun perlu dilihat lebih jauh, apakah memang pria yang Anda sukai itu memang memiliki karakter yang tidak baik sehingga memiliki potensi untuk menceraikan Anda di kemudian hari (apabila kalian akhirnya menikah), ataukah sebenarnya hanya merupakan kemiripan tindak tanduk dari pria tersebut dengan papa BB sehingga Anda sulit sekali bisa menerima dia. Dalam kasus Anda, keberhasilan Anda dalam mengidentifikasikan hal di atas, kemudian bertindak sesuai dengan penemuan Anda dari pengenalan Anda tentang pria yang Anda gumulkan, akan membantu menentukan keberhasilan hubungan Anda kelak dengan pria lain di kemudian hari.

Akhirnya, jangan menyerah untuk menggumulkan seorang pria di dalam Tuhan, karena hal itu juga yang Tuhan inginkan bagi anak-anak-Nya yang ingin serius membentuk keluarga yang kudus di dalam Kristus.