Darimana kita tahu bahwa Alkitab itu benar?

Tebetboy

[JAWAB]:

[CKM]:

Alkitab adalah inspirasi (penyataan/wahyu) dari Allah sendiri, dengan menggunakan manusia untuk menuliskan apa yang Allah ingin nyatakan, dengan tanpa salah karena pimpinan Roh Kudus, tetapi juga dengan tidak meniadakan aspek kemanusiaan penulisnya. Ini yang diungkapkan di dalam 2Tim 3:16, sebagai PASA GRAPHE THEOPNEUSTOS (segala tulisan dinafaskan oleh Allah).

Pandangan orthodox/lurus melihat Alkitab sebagai suatu proposisi, suatu susunan kata-kata logis yang bisa dimengerti oleh manusia SECARA OBYEKTIS dan perlu ditaati. Maka kebenaran Alkitab bukan kebenaran subyektif yang bisa ditafsir dan dimengerti secara berbeda-beda dan sekehendak hati manusia.

Maka kebenaran Alkitab bisa dimengerti sebagai kebenaran yang juga menyangkut dalam semua bidang kehidupan, seperti sejarah, kehidupan manusia dll. Alkitab bukan “berisi” firman Tuhan, sehingga kita perlu memilah-milah dari Alkitab, mana yang firman dan mana yang bukan. Tidak ada upaya dan otoritas subyektif yang boleh mengalahkan kebenaran obyektif Alkitab. Demikian juga, Alkitab bukan berisi sekumpulan mitos-mitos yang perlu ditafsir ulang untuk mendapatkan kebenaran yang tanpa mitosnya.

Ada dua macam bukti (kesaksian) yang menyatakan kebenaran klaim Alkitab sebagai firman Tuhan, yaitu: BUKTI INTERNAL dan BUKTI EKSTERNAL. Sebenarnya istilah “bukti” disini tidak terlalu tepat, karena bukan berarti bukti itu berotoritas lebih tinggi dan menentukan bagi inspirasi dan otoritas Alkitab. Bisa terjadi kesalahan pengertian bahwa dengan adanya bukti, maka kita menyandarkan diri pada otoritas bukti ketimbang Alkitab itu sendiri. Sebagai Wahyu yang Allah berikan, maka kebenaran Alkitab adalah kebenaran yang mutlak di dalam dirinya sendiri, dan sama sekali tidak bergantung pada bukti manapun di dalam keabsahannya (validitasnya).

1. BUKTI INTERNAL. Isi Alkitab yang sangat unik, dengan berbagai pengajaran yang menyeluruh, bermoral tinggi, dengan intervensi Ilahi yang luar biasa, menunjukkan semua itu tidak mungkin hanya sekedar rekayasa manusia biasa, apalagi jika dikaitkan dengan peran kesejarahannya yang akurat.

Juga penulisan Alkitab yang meliputi tenggang waktu 1500 tahun tanpa mubazir atau kadaluarsa, dengan 40 penulis dalam 3 bahasa, dan mencakup 66 kitab dengan jalur dan kesatuan tema yang integral, sungguh suatu mujizat besar yang tak mungkin diulang kembali dalam sejarah. Tidak mungkin untuk bisa membuat “alkitab kedua” karena tidak mungkin lagi manusia dengan daya kehebatan manusia melakukan kompilasi (mengumpulkan, memilah dan memilih) hasil karya sastra selama 1500 tahun untuk kemudian bisa merupakan suatu kesatuan integral, dimana isinya meliputi perkembangan totalitas sejarah, dari awal sampai akhir sejarah dunia, dengan tema tunggal, yaitu karya Kristus di dunia, dan dengan kesetaraan standar moral yang tepat. Demikian juga dengan integritas seluruh Alkitab yang membicarakan semua tema dengan akurat dan terkait erat tanpa harus meniadakan satu dengan yang lain.

2. BUKTI EKSTERNAL. Setiap bukti eksternal yang benar dan jujur, seperti penemuan arkeologis, fakta sejarah, akan sesuai dengan kebenaran Alkitab. Hal ini menunjukkan bahwa kebenaran Alkitab adalah kebenaran obyektif. Yang perlu diwaspadai adalah hipotesa sains yang masih belum sah teruji, tetapi dianggap benar dan pada akhirnya harus diubah oleh hipotesa atau kebenaran lainnya. Disini seringkali terjadi pertentangan antara kebenaran Alkitab dengan kebenaran palsu sains, seperti teori evolusi dll.

Silakan membaca juga postingan kami berikut ini: Bukti Alkitab benar-benar diwahyukan oleh Allah.