Bagaimana proses pembuatan Alkitab? dan bagaimana proses penulisannya?

Tebetboy

[JAWAB]:

[CKM]:

Berbicara tentang kanon Alkitab, itu berarti berbicara tentang keutuhan dan totalitas dari 66 kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, yang membentuk Alkitab secara lengkap. Ini merupakan standar dari konon atau tulisan suci. Perlu ditegaskan bahwa kanon bukanlah produk Gereja. Gereja hanya mengakui dan mensahkan kanon yang memang Tuhan sudah berikan kepada Gereja-Nya.

Perjanjian Lama dapat dikatakan telah selesai ditulis pada sekitar tahun 400 SM, dan disahkan dalam sinode di Jamnia pada sekitar 90 SM. Sedangkan Perjanjian Baru sudah selesai sekitar tahun 70 M. dan disahkan secara penuh (berikut sekaligus mensahkan bersama dengan Perjanjian Lama) pada konsili Kartago tahun 397 M. Pada saat itu, Alkitab masih belum dibagi ke dalam pasal-pasal dan ayat-ayat. Pembagian itu baru dilakukan sekitar tahun 1228 dan selesai sekitar tahun 1551.

Dalam perjalanan sejarah, memang ada beberapa kali kanon ini dipertanyakan, namun secara keseluruhan, gereja menerima kanon tahun 397 tanpa masalah, dan bahkan para Reformator juga menerima, dan kembali pada sidang Westminster abad XVII, kembali kanon tahun 397 ini disahkan dan ditegaskan kembali.

Pergumulan penetapan kanon tidaklah mudah. Ada kriteria yang dipakai, sekalipun hal itu tidak sepenuhnya mutlak. Mungkin mau-tidak-mau kita harus mengakui bahwa semua itu hanyalah mujizat Allah yang dikerjakan melalui para penyusun kanon, sehingga seluruh 66 kitab dapat tersusun dengan baik. Kanonisasi mutlak berstandar pada inspirasi Allah, bukan suatu karya Gereja atau manusia, karena memang mustahil manusia melakukannya. Setiap penulis dipakai oleh Roh Kudus untuk mengerjakan kanon tersebut, sehingga seluruh Alkitab bisa merupakan satu kesatuan utuh, padahal disusun dalam jangka waktu yang sedemikian panjang (sekitar 1500 tahun) dengan tidak ada perjanjian di antara setiap penulisnya.

Fakta penting bahwa seluruh kanonisasi telah lengkap dikerjakan dan tidak perlu dikurangi atau ditambahkan apapun juga. Seluruh sejarah wahyu khusus telah Allah nyatakan kepada manusia, mulai dari bagaimana dunia dicipta, berproses dan sampai nanti pada akhirnya. Totalitas sejarah telah secara penuh diungkapkan. Dengan demikian pewahyuan tidak perlu ditambah lagi. Dan kebenaran yang Alkitab nyatakan juga mutlak, sehingga tidak perlu diragukan dan tidak pernah memberikan keraguan kepada manusia.