Shalom. Saya ingin bertanya, apakah benar dan sesuai Firman Tuhan, apakah ilmu hipnotis itu benar dan tidak mengandung unsur-unsur magis? Dan pakah boleh bagi orang kristen mempelajarinya? selain itu apakah benar ilmu seperti yoga dan sebagainya dimana mengajarkan kita mengosongkan pikiran kita dan menemukan kekuatan dasyat dari dalam hidup kita? apakah boleh kita mengikuti ilmu-ilmu seperti itu? Terimakasih.

RC

[JAWAB]:

[CKM]:

1. Hipnotis
Siapa yang beriman kepada Kristus tidak boleh mempelajari hipnotis dan turunannya. Karena hipnotis adalah salah satu alat promosi dari New Age Movement.

Hypnosis, hypnoterapi dan metode lainnya yang serupa mengakibatkan perubahan tingkah laku melalui ketidakpastian yang membuat masalah (pertanyaan yang banyak ditanyakan seperti, bolehkah seorang Kristen dihipnotis merupakan pertanyaan serius), dan teknik – teknik ini tidak terbukti efektif.
 
Bukan hanya terbukti tidak efektif tetapi tidak dapat dipercaya. Hipnotis adalah sumber informasi yang tidak bisa dipercaya. Kenapa? Karena penelitian menunjukkan bahwa di bawah pengaruh hipnotis orang bisa dan sudah terbukti berbohong. Juga sebuah kenyataan bahwa ingatan bisa berubah-rubah.
 
Ahli hipnotis James E. Parejko dalam salah artikelnya yang di muat di Journal of the American Institute of Hypnosis (Jan 1975) menyebutkan empat factor khayalan bawah sadar, yaitu:
 

  1. Harapan si penghipnotis.
  2. Hilangnya pikiran kritis di dalam ingatan otak yang menyertai keadaan tak sadar.
  3. Ide yang dicetuskan oleh penghipnotis
  4. Kemampuan halusinasi yang dimiliki otak.

 
Semua factor tersebut menunjukkan sangat berbahayanya jika seseorang, di luar kehendaknya dipengaruhi oleh bisikan-bisikan hipnotis. Bahkan ahli hipnotis yang paling  cermatpun tidak bisa berbuat lain kecuali mempenga-ruhi pasien dengan hipnotisnya.
 
Seorang professor  dalam bidang hukum & psikiatri klinis Bernard Diamond menyatakan bahwa pasien tidak bisa lepas dari kondisi semakin terpengaruh. Ia juga tidak bisa lepas dari perjalanan fantasinya, pengaruh bisikan hipnotis yang masih tinggal atau membedakan antara fakta & fantasi yang berada dalam ingatannya.  
 
Ahli Psikologi  dari universitas Waterloo, Ontario, Canada, Kenneth Bowers dalam majalan Science menulis sbb:
 

“Bahwa meskipun hipnotis menambah ingatan, hipnotis juga menambah kesalahan. Dalam penelitian mereka, orang-orang yang dihiipnotis mampu dengan banar mengingat berbagai hal 2x lebih banyak daripada yang diingat orang-orang yang tidak dihipnotis,  tapi juga membuat kesalahan 3x lebih banyak. Selama dihipnotis, Anda menciptakan ingatan-ingatan.”

Tidak aneh kalau sekarang pengadilan meragukan penggunaan hipnotis sebagai dasar pembuktian.
 
Hipnotis sangat banyak persamaan dengan ilmu mistik dari timur.
 
Jadi, berhati-hatilah dengan hipnotis dan turunannya.
 
2. Yoga

Siapa yang beriman kepada Kristus tidak boleh mempelajari yoga dan turunannya. Karena yoga adalah salah satu alat promosi dari New Age Movement dan berhubungan erat dengan agama lain.

Sebagai salah satu fenomena keagamaan yang berasal dari Timur, yoga memiliki beberapa karakteristik yang sama dengan aliran lain dalamNew Age Movement. Prinsip dasar yang ada relatif sama, tetapi beberapa memang sedikit berbeda. Apa saja filosofi di balik praktik yoga?
 
1. Dualisme.
 
Dalam agama-agama kuno di India dikenal konsep yang dualistik antara jiwa (spiritual) dan tubuh (material). Tubuh dianggap sebagai sesuatu yang lebih rendah daripada jiwa. Tubuh adalah sumber segala kejahatan. Apa yang tampak hanyalah sebuah ilusi, sedangkan realita sebenarnya terletak pada hal-hal yang spiritual.
 
2. Pembebasan (liberation).
 
Pembebasan disini bukan berarti bebas mengumbar hawa nafsu. Sebaliknya, pembebasan di sini berkaitan dengan pembebasan dari diri sendiri. Diri sendiri bersifat kafir dan menghalangi terjadinya pencerahan. Orang harus mendisiplin pikiran, tubuh dan jiwanya supaya bisa terfokus pada Allah. Sehubungan dengan prinsip ini, pengosongan pikiran, posisi tubuh dalam pose tertentu dan meditasi sangat ditekankan dalam yoga. Semua ini dipercaya akan memberikan kebebasan.
 
3. Pencapaian pengetahuan/hikmat yang tertinggi.
 
Melalui yoga orang yakin bahwa dia akan memperoleh pencerahan-pencerahan yang membuat dia menjadi lebih berhikmat. Meditasi dianggap sebagai instrumen yang efektif untuk menumbuhkan pengetahuan rohani seseorang. Dia akan semakin mengerti tentang hakekat manusia, alam semesta dan alam. Dia akan dibebaskan dari kebodohan metafisik yang dia alami selama ini, yaitu ketidaksadaran bahwa manusia (segala sesuatu) adalah ilahi.
 
4. Spiritisme.
 
Dalam kasus-kasus tertentu, meditasi dalam yoga mencakup pemanggilan berbagai roh ke dalam diri seseorang maupun upaya seseorang masuk ke dalam dunia roh tersebut.
 
5. Kesatuan dengan allah.
 
Dalam yoga seseorang tidak hanya memikirkan tentang allah, tetapi dia sendiri juga berusaha menyatu dengan kekuatan ilahi itu. Dia mencoba membebaskan “dirinya” dan benar-benar menyatu secara hakekat dengan apa yng dia percayai sebagai allah. Ketika seseorang sudah mencapai tingkatan yoga yang tertinggi, maka orang itu akan mengalami kesadaran dan pengalaman sebagai allah.

Para guru Yoga seringkali mendorong para muridnya untuk bermeditasi – tanpa selalu memberi tahu mereka apa yang harus dimeditasikan atau bagaimana melakukannya. Mereka bahkan dapat saja memberitahukan murid-murid Kristen mereka untuk bermeditasi kepada Yesus Kristus! Idenya, tentu, adalah bahwa seseorang berpikir dan berefleksi kepada subjek meditasi.
 
David Fetcho, seorang peneliti terkenal dalam bidang yoga, menyatakan bahwa latihan fisik yoga tidak mungkin dipisahkan dari metafisika Timur yang melandasinya. Para ahli yoga yang lain juga sepakat bahwa asana dan pranayama merupakan bagian integral dari keseluruhan yoga. Tujuan dari Hatha Yoga adalah menghilangkan halangan-halangan fisik untuk menuju pada tingkatan yang lebih tinggi. Pranayama merupakan cara untuk mengontrol energi mistis/vital dalam tubuh. Energi ini dipercayai sebagai energi ilahi yang universal, tidak terbatas dan mahahadir, yang berada di balik dunia materi (akasa). Jika seseorang mampu mengontrol energi secara sempurna, maka dia akan menjadi mahahadir dan mahakuasa. Jiwanya dapat berada di mana saja dan melakukan apa saja.
 
Posisi tubuh yang sudah diatur sedemikian rupa (asana) juga bertujuan untuk memanipulasi kesadaranMasing-masing posisi tubuh memiliki filosofi dan tujuan tersendiri. Tujuan ini lebih ke arah psikologis atau spiritual daripada fisik (somatis). Dengan demikian Hatha Yoga bukan sekedar latihan fisik, tetapi latihan psikosomatis yang melibatkan tubuh dan jiwa.
 
Bagaimana dengan latihan perenggangan tubuh yang ditemukan juga dalam berbagai latihan pemanasan di olah raga? Untuk hal ini kita sebaiknya mengakui bahwa jika latihan itu benar-benar dipisahkan dari konteks yoga, maka latihan tersebut dapat dibenarkan. Bagaimanapun, jika latihan ini dilakukan sebagai latihan yoga, maka hal ini harus dihindari. Orang yang sudah merasakan manfaat dari latihan yoga yang paling dasar sangat mungkin akan tergoda untuk melanjutkan ke tahap berikutnya. Kalau sekedar ingin mendapatkan manfaat fisik dari beberapa latihan perenggangan di dalam yoga, kita dapat menggantinya dengan beberapa olah raga lain yang menfaatnya sama atau bahkan lebih besar daripada beberapa gerakan yoga, misalnya aerobik, senam di dalam air dan latihan pemanasan yang lain. 
 
Terlepas dari keuntungan fisik yang didapat dari latihan yoga, yoga ternyata dapat menyebabkan berbagai masalah yang serius. Para ahli yoga sudah lama memahami kemungkinan terjadinya bahaya-bahaya tersebut. Dari segi fisik, latihan pernafasan yang tidak tepat dapat menyebabkan kerusakan pada otak. Swami Prabhavananda mengatakan, “kecuali dilakukan dengan tepat, ada sebuah kemungkinan besar untuk membahayakan otak. Mereka yang melakukan latihan pernafasan tanpa pengawasan yang memadai dapat menderita sebuah penyakit yang ilmu pengetahuan maupun dokter tidak dapat mengobatinya.
 
Yoga tidak baik untuk orang Kristen, ini dikarenakan asas latihan fisik dan mental Yoga adalah berasaskan kepada agama Hindu yang membukakan diri mereka kepada  roh-roh tuhan mereka untuk masuk ke dalam tubuh mereka.
 
Dalam yoga diajarkan tentang kesatuan dengan allah, natur manusia yang ilahi dan perlunya menguasai keinginan tubuh yang jahat. Berdasarkan kesamaan ini, mereka kemudian berusaha untuk mengembangkan sebuah yoga yang bernuansa Kristen. Padahal inti dari Yoga adalah ‘penyatuan dengan alam’, Alam adalah ciptaan sama seperti kita. Sedangkan menurut  Katekismus Besar Westminster Tuhan menciptaan manusia dengan tujuan utama dan tertinggi manusia ialah memuliakan Allah (Rm 11:36; 1 Kor 10:31) dan bersukacita sepenuhnya di dalam Dia untuk selama-lamanya (Maz 73:24-28; Yoh 17:21-23).
Jadi dari sini saja sudah jelas tujuan yoga jelas bertentangan dengan iman Kristen. Usaha yoga ini hanyalah sebuah utopia atau bahkan tipu daya iblis atas orang-orang percaya.

Sebagai penutup baiknya kita merenungkan perkataan dari John MacArthur.

Q: let’s say I do decide to try yoga, head to the local gym, give it a shot. What am I opening myself up to spiritually that could go against my Christian faith?

A: Well that would depend on how the yoga is conducted. If it’s just purely exercise, and you’re a strong Christian, it probably wouldn’t have any impact on your faith. But in the big picture, why would Christians want to borrow an expression from a false religion, from pantheism (god is everything, you’re god, everything is god), when we believe there’s only one true God (the God and Father of our Lord Jesus Christ). Why would we need to import that? If you want to exercise, exercise. But why borrow a term that has been part of a false religion for centuries?

Q: [..]…is all yoga bad yoga for the Christian?

A: Well, let me just respond to what I’ve been hearing. That doesn’t sound anything like Christianity. If you want a whole life, if you want your life to be what it should be, you don’t put yourself in some weird physical position, empty your mind, center on yourself and try to relieve your stress. You go to the word of God, to the gospel of Jesus Christ, you embrace in faith the sacrifice of Christ in his death and resurrection as your savior and redeemer. God comes, regenerates you, transforms your life, makes you a new creation, and you’re saved and you’re on your way to heaven, and you can live a life of peace and joy. That’s the promise of the gospel. There is no contribution made to that by any physical position or any kind of meditation. The idea of Christianity is to fill your mind with biblical truth and focus on the God who is above you. That’s Christian worship. The idea of yoga is to fill your mind with nothing except to focus on yourself and try to find the god that is inside of you. From a Christian viewpoint, that’s a false religion. Exercise is a different issue.

Bacaan lebih lanjut:

Bahaya Hipnotis

Kesehatan Holistik

Yoga and Christianity: Are They Compatible?