Shalom…
Saya pengen sharing tentang masalah pribadi saya.
Sudah 4 bulan saya berpisah dengan pacar saya.
Dan selama 4 bulan itu saya selalu merasa tertekan dan depresi.
Alasannya karna saya bingung dengan perasaan saya.
Di 1 sisi saya benci dengan mantan saya karna dia sudah membuat saya sangat kecewa, tapi di sisi lain saya masih mencintainya.
Yg membuat saya kecewa adalah perubahan sikap dan sifatnya yg sangat drastis.
Ibaratnya seperti domba yg tiba2 berubah menjadi serigala.
Saya sudah 2 tahun lebih pacaran dengan dia.
1 tahun pertama hubungan kami baik2 saja biarpun kadang ada perselisihan.
Tapi waktu hubungan kami memasukin usia 1 tahun semuanya berubah semenjak dia masuk kerja dan mengenal seorang wanita teman kerjanya.
Awalnya sih semuanya masih berjalan baik, tapi setelah beberapa bulan teman mantan saya itu mulai memperlihatkan watak aslinya.
Dia mulai sering ikut campur urusan saya dengan mantan saya.


Pada saat kami berantem, dia sering memberi saran2 yg negatif kepada mantan saya.
Mulai dari menyuruh mantan saya mencari pacar baru lah, mutusin saya lah, dll.
Akhirnya kami berdua jadi sering berantem.
Dan bahkan sering putus nyambung.
Puncak kemarahan saya waktu saya sedang membuka akun facebook mantan saya.
Ga sengaja saya melihat isi chattingnya dengan temannya itu.
Betapa kaget dan marahnya saya ketika membacanya.
Karna ternyata mantan saya sudah terpengaruh dan sudah di “cuci otak” oleh temannya.
Mantan saya ternyata sering membohongi saya.
Temnannya itu juga sering menawakan laki2 lain buat di jadikan pacar.
Tanpa pikir panjang saya langsung memutusi dia lewat sms!
Dan akhirnya dia pun pergi tanpa sepatah kata pun.
Rasa kecewa terhadapnya sangat menyiksa yg akhirnya membuat saya tertekan dan depresi.
Bahkan akibat apa yg saya alami, saya dipecat dari pekerjaan saya karna prestasi kerja saya menurun.Sampe sekarang pun saya belum mendapatkan pekerjaan lagi karna saya masih sangat terpukul dengan kejadian itu.
Org yg 2 tahun saya sayangi dengan mudah mematahkan hati saya.
Semangat untuk melakukan apapun hilang.
Tiap hari saya selalu terbayang dengan mantan saya.
Saya pengen balikan lagi dengannya tapi entah kenapa sering ada bisikan mengatakan “jangan”.
Saya benar2 bingung..
Mudah2an @askingsophia bersedia memberi nashet dan motivasi supaya semangat saya tumbuh kembali.

KA

 

JAWAB:

[DSB]:

Dear KA,
Memang berat dan bahkan sangat berat rasanya bila orang yang kita cintai mengecewakan kita dan bahkan akhirnya meninggalkan kita. Saya dapat memahami betapa terlukanya Anda setelah kekasih Anda begitu saja menerima keputusan putus Anda tanpa usaha menghubungi kembali. Dan ternyata luka tersebut begitu dalam menoreh hati Anda sehingga mengganggu pekerjaan Anda sampai-sampai Anda harus menelan pil pahit PHK.
Perlu KA tahu bahwa saat kita merasakan sakit yang begitu dalam, Yesus merasakan sakit hati kita. Dia ikut merasa sedih apabila ada anak-Nya yang begitu menderita.

Sdr KA, kalau Allah berkenan memberikan kepada kita cobaan seperti ini, tentu ada maksudnya. Tidak pernah Tuhan memberikan cobaan yang gratis yang tidak tentu tujuannya. Ada sesuatu yg Tuhan ingin ubah dari hidup Bung KA. Mungkin kedewasaan Anda, mungkin juga karakter Anda, atau bisa juga kerohanian Anda. Tentunya Sdr KA sendiri yang paling mengetahui diri Anda sendiri. Sambil ada waktu yang kosong Anda sendiri, cobalah untuk mengevaluasi diri Anda:
1. Bagaimana hubungan Anda dengan Tuhan selama ini? Apakah Sdr KA punya kerinduan kepada-Nya? Atau kepada Firman-Nya?
2. Bagaimana karakter Anda menurut Anda sendiri. Apakah cukup dapat dibanggakan? Ataukah memang masih perlu belajar lagi agar dapat lebih dewasa?

Di atas masalah Anda, saya melihat bahwa Bung KA sudah melakukan 1 langkah penting yang positif dalam menghadapi masalah ini. Yaitu KA sudah menyebut kekasih KA itu sebagai “mantan”. Hal ini baik karena berarti Anda sudah mengambil langkah untuk menerima bahwa kekasih Anda itu adalah masa lalu (mantan).
Sdr KA, tidak ada masalah yang abadi, demikian juga tidak ada kesedihan yang tak akan berlalu. Lambat laun kesedihan Anda pasti berlalu dan Anda akan melupakan apa yang KA alami ini. Pertanyaannya sekarang hanyalah kapan?
Tentunya semua bergantung pada diri KA sendiri. Kalau mantan KA ini tidak berada dalam satu komunitas, tentu lebih mudah bagi Anda untuk bisa melupakannya.

Mengenai keinginan untuk balik kembali, tentunya hal tersebut adalah hal yang sangat wajar dan sangat manusiawi. Tetapi KA haruslah realistis dengan kondisi yang ada, mengingat mantan Anda sama sekali tidak mengatakan sepatah kata apapun lagi setelah diputuskan. Apalagi kelihatannya mantan Anda sudah melihat Anda secara negatif, entah apakah karena terhasut oleh temannya, ataukah memang dia sendiri merasa demikian. Saya pikir akan jauh lebih mudah bagi Anda untuk melupakan yang ada di belakang dan menghadap ke depan. Tapi tentunya semua terserah pada keputusan KA sendiri.

Masukan terakhir dari saya: saat kita patah hati, memang rasanya nikmat sekali kalau bisa cuek dengan segala kondisi yang ada, dan do nothing selain merenung, dan mengasihani diri sendiri. Boleh mengasihani diri, namun sebaiknya tidak untuk jangka waktu lama. Anda masih muda. Ada begitu banyak berkat di luar yang menanti untuk Sdr KA tuai dari kemurahan Allah.Semakin lama Anda memilih untuk mengasihani diri, semakin banyak berkat yang lalu begitu saja dari Anda. Tuhan kita itu begitu pemurah sehingga tidak pernah kekurangan anugerah untuk KA. Beredarlah ke luar, berteman dengan lebih banyak orang lagi. Cari pekerjaan dengan semangat baru. Ikutlah dalam kegiatan-kegiatan positif seperti ibadah, kelompok kecil atau pelayanan. Hal-hal tersebut akan mempercepat pemulihan Sdr, bahkan mempercepat Anda menemukan calon belahan jiwa Anda berikutnya.

GBU, kami akan mendoakan Sdr KA.