Shalom….
Saya mau curhat tentang pergumulanku saat ini mengenai pasangan hidup.
Pada saat kuliah, saya berkenalan dengan seorang pemuda Kristen dan kami berteman selama 1 tahun, sebelum saya diwisuda. Selama saya mengerjakan skripsi, saya selalu berdoa mengenai pekerjaan dan pasangan hidup. Setelah saya diwisuda, dia menyatakan cinta kepada saya dan mengatakan bahwa hubungannya dengan pacarnya sudah berakhir beberapa bulan yang lalu. Saya berpikir bahwa dia adalah jawaban yang Tuhan berikan untuk menjadi pasangan hidup saya. Kami sering ke gereja bersama. Namun setelah beberapa saat berlalu, hati saya tidak merasa tenang dan damai sejahtera karena pada waktu itu saya tidak berdoa secara khusus apakah memang benar dia orang yang Tuhan sediakan untuk saya. Dulu pembimbing rohani saya mengatakan bahwa saya terlalu cepat mengambil keputusan. Terlebih setelah saya mengetahui karakternya, saya menjadi tidak yakin dengan pilihan saya sendiri. 2 bulan setelah wisuda saya harus kembali ke daerah asal saya sedangkan dia mendapatkan pekerjaan di kota lain dan sebentar lagi saya mulai bekerja di luar propinsi saya karena saya diterima bekerja di sana. Itu artinya kalau saya tetap berhubungan dengan dia kami harus berhubungan jarak jauh. Dia mempunyai keyakinan untuk menikah dengan saya, bahkan dia sudah merencanakan kapan kami akan menikah dan bagaimana hidup kami nantinya. Sedangkan prinsip saya yaitu saya akan menikah dengan orang yang benar-benar saya kenali karakternya dan mengerti bagaimana hubungannya secara pribadi dengan Tuhan. Dengan berhubungan jarak jauh, saya tidak tau bagaimana kami dapat lebih mengenal karakter masing-masing dan saling membangun. Kalau saya menikah dengannya, saya seperti menikah dengan orang yang tidak saya kenal secara dekat. Saya terus mempergumulkan hal ini, saya menjadi tidak yakin dengan dia karena selain kami dipisahkan oleh jarak yang cukup jauh, ada beberapa karakternya yang tidak saya sukai terutama yang menyangkut masalah pekerjaan. Saya juga tidak tau apakah hubungan ini harus diakhiri atau tetap dilanjutkan. Mohon bantuannya, terimakasih…..

 

EO

 

Jawab:

[DSB]:

Dear EO,

Saya kagum dengan komitmen EO untuk benar-benar mengenal terlebih dahulu pasangan EO secara karakter dan terlebih lagi tentang bagaimana hubungan pribadinya dengan Tuhan, sebelum mengambil keputusan menikah. Saat ini tidak banyak lagi wanita yang punya prinsip seperti EO. Walaupun mungkin EO merasa di awal kurang pertimbangan dan kurang berdoa dalam menerima cinta si doi, gak masalah. Yang penting sekarang prinsip EO tadi tidak boleh ditoleransi karena alasan apa pun.

Sdri EO, berhubungan jarak jauh betul seperti yang EO katakan. Tidak mudah, dan membutuhkan usaha yang lebih dari kedua belah pihak untuk bisa mendapatkan tingkat relasi yang cukup dalam untuk membina rumah tangga. Tentunya bukan mustahil, namun harus dipertimbangkan masak-masak. Silakan membaca posting mengenai pacaran jarak jauh yang sebelumnya di sini. Dalam postingan tersebut telah kami kemukakan pertimbangan dan tips dalam membina hubungan jarak jauh.

Kalau dari tulisan Anda, kelihatannya Anda sendiri belum yakin mengenai karakter pasangan EO. Karena itu, tips no 3 dan no 4 yang kami kutip berikut ini merupakan hal yang wajib untuk Anda berdua:

3. Luangkan waktu sesering mungkin untuk bertemu, dan dalam pertemuan-pertemuan tersebut, usahakanlah untuk mengisinya dengan aktivitas yang membangun relasi kita dengan pasangan.
Menonton bioskop TIDAK termasuk aktivitas yang membangun. bukan berarti kita tidak boleh pergi nonton, akan tetapi janganlah kita habiskan waktu kita terlalu banyak menonton bioskop. Mengapa? Kita tidak menjalin relasi dengan pasangan kita saat kita menonton bioskop karena fokus kita ada pada film.

4. Saat kita hendak menapaki hubungan ke arah yang lebih dalam, ada baiknya dicari cara agar J dapat tinggal satu kota dengan pasangan. Hal ini akan berguna untuk membawa kita mengenal pasangan kita dengan lebih baik lagi.

Melihat waktu pacaran Anda yang masih seumur jagung, hubungan jarak jauh masih dimungkinkan. Namun apabila memang sang pria serius dengan Anda, seperti pada kutipan di atas, tentunya pada waktu ingin membina hubungan yang lebih serius lagi, dia harus berani juga mengambil keputusan untuk mencari pekerjaan yang sekota dengan Anda. Atau sebaliknya, Anda yang harus pindah ke kota pasangan Anda. Anda berdua perlu percaya bahwa Allah sanggup menyediakan pekerjaan yang layak untuk kalian berdua. Tetapi kalau pasangan Anda/Anda sendiri tidak berani mengambil keputusan tersebut, ini dapat merupakan point penting untuk mempertimbangkan hubungan Anda kembali.

Semoga cukup membantu.