Hai, aku mau nanya dong. Aku pernah sekali berciuman bibir dengan pacarku. Jujur aku benar2 kaget dia melakukan itu, rasa kesal, sedih, kecewa sampai akhirnya aku menangis di depan dia setelah kami berciuman aka merasa seperti tidak dihargai. Berulang kali dia minta maaf sampai akhirnya aku memaafkannya dan kami berjanji tidak melakukannya lagi, kami pun sekarang berjanji untuk lebih menghargai dan saling membangun dan hal ini mulai kami bawa dalam doa. Aku mau bertanya kak, apakah dengan memaafkan dan masih meneruskan hubungan kami adalah hal yang salah? Apakah pelukan atau cium kening itu salah? Apakah Tuhan akan memaafkan kami atas kesalahan kami kemarin? Dalam masalah ini apakah dia pria yang jahat? Mohon jawabannya kak dan sarannya. Terima kasih

MA

 

JAWAB:

[DSB]:

Dear MA,

Rasa sayang yang timbul dari kedua insan secara natural memang akan membawa keduanya kepada keintiman fisik. Makin lama makin dekat sampai akhirnya akan bermuara pada hubungan intim, yang seharusnya dilakukan setelah menikah. Karena hal inilah disarankan pasangan yang pacaran:
1. Hindari pacaran di ruang tertutup yang dapat menuntun pada keintiman yang lebih
2. Hindari pacaran dalam jangka waktu yang panjang, secara umum idealnya berpacaran paling maksimum 3 tahun saja setelah itu sebaiknya menikah atau memutuskan untuk mencari orang lain (apabila tidak bisa diteruskan).

Yang MA dan pasangan lakukan sudah sangat benar yaitu dengan membawa dalam doa dan bersikap untuk tidak melakukannya kembali. Sikap mempertahankan kekudusan adalah landasan yang kokoh dalam membina hubungan cinta yang benar.

Dear MA, seks itu bukan dosa, melakukannya sebelum pernikahan yang berdosa. Sejauh MA dan pasangan sungguh-sungguh mau mempertahankan kekudusan dan memohon ampun pada Tuhan, apakah alasan Tuhan untuk tidak mengampuni kalian berdua? 1 Yohanes 1:9 mengatakan: “Apabila kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
Firman Allah ini ya dan Amin. Walaupun memang hubungan pacaran yang kerap kali diisi dengan aktifitas keintiman fisik seperti kissing akan mengganggu pengenalan Anda berdua secara mendalam, namun melakukan 1 x belum cukup kuat untuk dapat menjadi alasan untuk putus. Tentu saja MA dapat meneruskan hubungan cinta MA dengan sikap yang menjaga kekudusan kalian berdua.

Mengenai pelukan dan cium kening, sejauh tidak memicu keinginan untuk keintiman yang lebih tentu tidak masalah. Namun tergantung dari kedua belah pihak, apakah hal tersebut memang netral, ataukah memang dapat membawa keinginan yang lebih untuk keintiman (seperti kissing). Apabila ternyata malah menjadi batu sandungan misalnya bagi kekasih MA, sebaiknya ditetapkan batas-batas kedekatan fisik yang masih dapat dipertanggungjawabkan oleh Anda berdua.

Semoga cukup membantu