SyaloomOrtu. Menikah pada tahun 1981
Pada tahun 2008 ortu saya sudah berpisah .  Bapak nikah lagi dengan wanita lain, Mama hidup dengan kami anaknya 4 org yg sudah besar besar, saat ini kami tidak tahu keberadaan Bapak dimana ? Kami sudah bertanya kepada keluarga,  ada yang tahu tempatnya di luar pulau tapi tidak tahu no hp nya,,
Saya sering di nasihati oleh Kakak rohani, untuk bisa mengampuni Bapak, karena kalau tidak bisa mengampuni maka dosa turunan/beban dosa/ kutuk tetap terjadi dalam kehidupan saya atau keturunan saya,
Mohon bimbingan nya
Arie-yogyakarta

JAWAB:

 

[DSB]

 

Dear Arie,

Kakak rohani Anda sangat benar, bahwa Anda perlu mengampuni ayah Anda. Namun adalah hal yang salah kalau kita mengampuni untuk menghindari dosa turunan/kutuk. Kita mengampuni karena:
1. Tuhan Yesus telah lebih dulu mengampuni kita. Dia menolong dan menyelamatkan kita pada waktu kita masih berdosa (Roma 5:8), bukan setelah kita bertobat. Kita perlu selalu mengingat akan hal ini.
2. Tuhan Yesus mengumpamakan hal mengampuni kesalahan seperti perumpamaan orang yang berhutang kepada raja di Matius 18:21-35. Seorang hamba berhutang 10ribu talenta (jumlah yang sangat besar sekali, di mana 1 talenta = upah harian seorang pekerja selama 16 tahun, artinya 10 ribu talenta adalah jumlah yang tidak dapat terbayarkan oleh seorang hamba) kepada raja. Sang raja mengampuninya dan menghapuskan hutangnya. Namun ternyata hamba tersebut tidak mau menghapuskan hutang temannya yang berhutang hanya 100 dinar (100 hari upah pekerja). Demikian juga kita. Sebesar-sebesarnya kesalahan seseorang kepada kita, kesalahan itu hanya secuil saja dari dosa kita kepada Allah. Kalau dosa kita saja diampuni, kenapa kita tidak mengampuni orang lain?
3. Hal mengampuni tidak pernah mudah. Khususnya bagi Anda yang terluka karena orang tua Anda, memang membawa beban yang cukup berat. Namun mengampuni Bapak Anda adalah langkah awal menuju pemulihan dari akar pahit yang mempengaruhi hidup Anda.

Bagaimana kita dapat belajar mengampuni orang lain?
1. Saya mengatakan “belajar mengampuni” karena hal mengampuni kadang kala bukan hal yang terjadi sekali saja, namun mengampuni kadang kala perlu terus-menerus. Seringkali ingatan kita kembali kepada saat kita diperlakukan buruk oleh orang lain, dan emosi kita kembali bergejolak dan marah. Saat itulah kita perlu belajar menyangkal diri kita, dan kembali mengatakan kepada diri kita bahwa “saya mengampuni dia”. Demikian setiap kali ingatan itu muncul dan diri kita merasa tidak terima, kita perlu mengampuni orang yang bersalah kepada kita.
2. Cara mengampuni yang paling mudah adalah mendoakan orang tersebut.Seperti yang Yesus katakan dalam Lukas 6:28
“mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.”

Anda tidak perlu kuatir akan yang namanya dosa turunan/kutuk yang dikatakan kakak rohani Anda, karena dalam Firman Tuhan tidak ada ayat yang mendukung bahwa tidak mengampuni dosa akan mengakibatkan dosa turunan/kutuk. Namun bukan berarti tidak mengampuni tidak mengakibatkan hal apapun. Akar pahit yang terjadi, memang akan mempengaruhi diri Anda, yang akan mengakibatkan efek negatif dalam hubungan Anda dengan orang lain pada umumnya, terutama pada pernikahan Anda kelak (namun ini murni psikologi, bukan kutuk). Kami mendorong Sdr Arie untuk datang kepada konselor Kristiani yang terlatih baik di gereja Anda maupun di pusat konseling Kristen agar dapat membantu Sdr untuk masalah ini.

Tuhan memberkati Saudara Arie.