syalom kak
saya punya mantan pacar, kami putus krn orang tuanya ga setuju dengan hubungan kami
walau putus, komunikasi kami tetap berjalan dengan lancar krn saya juga sudah terlanjur sayang sama dia dan gelisah kalau tidak ada sms atau telpon dari dia. saya ga tau apa ini cinta atau nafsu
kami dipisahkan oleh jarak dan ketemu sabtu dan minggu aja
masa pacaran dulu dia sering ngajak ciuman bibir, dan setelah putus dia juga mau ngajak ciuman bibir tapi saya ga mau lagi krn sdh tidak status pacaran
kalau nelepon dia sering membicarkan seks krn dia lagi dipenuhi oleh nafsunya dan seringnya dia nelpon kalau dia lagi dipenuhi oleh nafsunya.
bagaimana caranya agar saya bisa terlepas dari dia dan tidak lagi merasa sedih kalau tidak ada komunikasi dlam 1 hari?
makasih buat jawabannya ya kak

NN

 

JAWAB:

[DSB]:

Dear NN,

Hubungan pacaran adalah hubungan spesial dengan keintiman yang khusus dan ekslusif serta melibatkan begitu banyak perasaan. Tak aneh apabila NN dan pasangan masih merasa sayang sekalipun sudah putus. Apalagi apabila putusnya kalian berdua bukanlah disebabkan oleh kalian, melainkan orang tua. Tentunya hal ini menyisakan duka serta kerinduan yang malah makin menjadi setelah putus.

Sayang sekali kami tidak mengetahui mengapa orang tua si dia tidak menyetujui hubungan kalian. Kecuali karena alasan SARA atau pandangan yang sempit dari orang tua, pada umumnya orang tua punya pengalaman yang lebih dan pertimbangan yang perlu kita dengarkan.

Apabila Anda berdua sudah memutuskan untuk memutuskan hubungan, perlu komitmen yang tegas juga untuk menjalankan keputusan tersebut. Komitmen tersebut hanya bisa datang dari kesadaran masing-masing bahwa putus adalah jalan terbaik bagi Anda berdua. Selama NN dan pasangan belum menemukan alasan yang kuat untuk putus, Anda berdua akan terus terombang-ambing dalam HTI (hubungan tanpa ikatan). Hal ini bukanlah hal yang baik buat kalian berdua. Mungkin sebaiknya Anda berdua break dulu sejenak untuk sama-sama mendoakan dan memikirkan masing-masing dan mengambil keputusan yang benar apakah itu untuk putus maupun itu untuk lanjut.

Bagaimanapun, apakah komitmen yang akan diambil, keintiman yang berlebihan sebelum waktunya berbahaya bagi kalian berdua. Banyak pasangan yang mentoleransi keintiman tersebut sampai berujung pada point of no return atau pada titik yang tidak bisa balik kembali, yaitu apabila terjadi hubungan suami istri sebelum waktunya. Karena itu kami sangat senang apabila NN sudah menyadari akan hal ini dan berupaya untuk menghentikannya. NN harus diacungi jempol untuk sikap seperti ini🙂

Lalu bagaimana caranya agar bisa terlepas dari bayang-bayang si dia sehingga tidak sedih kalau tidak berkomunikasi lagi? Sdri NN, terus terang pertanyaan NN adalah pertanyaan yang mustahil untuk dijawab. Mengapa? Karena NN menghendaki melupakan dia tanpa merasa sedih🙂 Maafkan saya, tapi hal ini tidaklah mungkin.

Sdri NN, kita perlu menyadari bahwa memang kita masih mencintai dia dan merasa sangat sedih apabila tidak berhubungan lagi. Namun apabila NN sudah menemukan alasan yang kuat untuk putus, NN harus memegang alasan itu kuat-kuat. Tidak perlu menghindari kesedihan atas keputusan itu, melainkan menangislah, berteriaklah bila perlu dan merengeklah kepada Tuhan. Ambilah waktu untuk meratap. Saat semuanya sudah lewat, NN akan menemukan kekuatan baru dan bisa melanjutkan kembali kehidupan NN. Tetapi perlu diingat disaat-saat paling sulit ini, jangan memberikan toleransi untuk berkomunikasi dengan dia.

Memutuskan hubungan cinta bukanlah hanya menghilangkan status hubungan antara NN dengan si doi saja, tapi juga mencabut hak-hak keduanya sebagai pacar. Komunikasi dan perhatian antara NN dengan si dia sudah tidak boleh lagi sama seperti waktu kalian masih berpacaran. Hal ini bukan berarti lantas menjadi musuh, namun diperlukan suatu waktu bagi NN dan dia untuk saling menjaga jarak dulu, sampai kalian berdua bisa menetralkan perasaan cinta kalian, baru kalian berdua bisa benar-benar menjadi teman. Dengan demikian barulah hubungan kalian berdua bisa menjadi sehat. Tanpa melalui fase saling menjaga jarak, recovery NN dan juga dia akan semakin lama. Dan worst case-nya ini akan menyulitkan NN menerima pria lain.

Sebagai penutup, apabila NN tetap pada keputusan NN sekarang, segeralah mengambil jarak dan coba untuk menggunakan waktu lebih banyak untuk bergaul dengan orang lain. Ambillah kegiatan-kegiatan yang mengisi waktu luang NN. Atau bisa juga NN mencoba melakukan pelayanan yang baru. Ini akan membantu NN melupakan dia dan akan membantu NN lebih dekat dengan Tuhan. Pada waktunya tentunya Tuhan akan membuka jalan buat NN bagi pria yang tepat.

Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai”. (Mazmur 126:5)

Kami akan mendoakan NN berdua. GBU.