Saya masih bingung dalam penjelasan tentang “pasangan pasangan katolik dengan protestan”. katanya “There’s no religion can save us” berarti Seiman gak apa2 dong. teruus, (1)bagaimana dengan perkataan Tuhan “Akulah jalan kebenaran dan Hidup. Tidak ada yang datang kepada Bapa kalau tidak Melalui Aku” Nah, katolik mengakui dan mempercayai Tuhan Yesus sebagai Tuhan. Protestan juga. (2)Apkah mereka yang berpasangan tidak dapat bersatu dalam Iman? (3) Apa solusi terbaik bagi orang yang berpasangan?. Terima kasih… mohon dijelaskan. GBU

CA

 

JAWAB:

[MC]:

Terdapat perbedaan yang sangat besar antara pengakuan dan iman Kristen Protestan dengan Katolik mengenai keselamatan. Singkatnya adalah, kaum Protestan mengimani bahwa keselamatan adalah karena iman SEMATA dan karena Kristus SEMATA, sedangkan kaum Katolik mengimani keselamatan adalah karena iman dan Kristus.

Perbedaan 1 kata ini (semata / saja) membawa jurang yang sangat lebar. Selama kaum Katolik tidak mau menerima kata SEMATA ini, iman mereka bukanlah iman yang berlandaskan ajaran Alkitab.

Nah, bisakah mereka bersatu dalam iman? Jelas tidak bisa, karena imannya berbeda. Iman mana yang akan mempersatukan mereka? Iman yang percaya keselamatan adalah karena iman, Kristus, dan anugerah semata? Atau iman yang percaya keselamatan adalah karena iman, Kristus, anugerah, dan usaha manusia?

Kami tidak memungkiri bahwa ada orang Katolik yang benar-benar percaya bahwa keselamatan adalah karena iman, Kristus, dan anugerah semata. Namun bila itu terjadi, maka orang itu hanya “labelnya” saja yang Katolik, sementara imannya adalah iman berdasarkan Alkitab dan berhaluan Protestan.

Solusi yang dapat diambil adalah agar pasangan ini dapat mencoba bersama-sama belajar untuk dapat memahami iman yang sejati. Mintalah bimbingan Roh Kudus, karena pada akhirnya keselamatan adalah karya Roh Kudus semata dan bukan karena usaha manusia.

 

[DSB]:

Dear CA,

Yang kami maksudkan dengan “Firman Tuhan menyatakan bahwa kita harus menjadi pasangan yang SEIMAN, bukan seagama….” dalam posting kami sebelumnya maksudnya bukan berarti kita bebas memilih pasangan beragama mana saja, melainkan justru mempertajam pengertian “seiman” yaitu orang-orang yang mempunyai iman sejati yang percaya bahwa hanya Yesus Kristus sajalah satu-satunya Tuhan dan juruselamat, dan hanya mengandalkan Yesus semata untuk mendapatkan hidup yang kekal. Dalam pengertian ini bukan hanya orang Katolik, ada orang karismatik, pentakosta bahkan orang Injili dan Reformed yang mengaku memiliki iman tersebut, namun kenyataannya NOL besar. Mengaku beriman pada Yesus, tapi juga menyatakan harus berbuat baik untuk bisa masuk surga. Atau sekalipun mengaku beriman pada Kristus tapi juga berdoa kepada ilah yang lain yang mana Allah sudah larang dengan tegas tidak boleh menyembah kepada siapapun selain DIA. Sebagian lagi memperlakukan Yesus sebagai “Jin Lampu” yang diclaim PASTI mengabulkan permintaan kalau kita BERIMAN. Ada lagi yang mengaku beriman namun di hatinya memuliakan dirinya sendiri. Orang-orang semacam ini sekalipun menjalankan agama Kristen (apapun alirannya) dengan baik, namun BUKAN seiman.

Bagaimana dengan yang sudah terlanjur pacaran Kristen & Katolik? Tidak ada jawaban yang mudah dalam masalah ini, mengingat hubungan pacaran adalah hubungan yang akrab dan berkomitmen antara dua insan yang melibatkan banyak emosi. Namun apabila pasangan ini belum terlibat dalam pacaran yang serius, lebih baik segera diputuskan supaya tidak membawa dampak buruk yang lebih dalam, sebelum lebih banyak lagi perasaan yang terlibat.

Bagi para pasangan yang sudah pacaran dalam tahap yang serius, gumulkan dan doakan. Seperti kata-kata rekan saya di atas, mulailah belajar untuk lebih mengenal Allah yang kita sembah secara serius. Waktu kita belajar mengenal Allah, kita akan mampu melihat diri kita sendiri dengan lebih baik dan mengerti apa yang Allah inginkan untuk hidup kita, yaitu yang terbaik dalam hidup kita.