saya ingin tanya,
bagaimana cara agar pacaran itu bermakna sehat jasmani dan rohani,
saya berpacaran dengan wanita yang sangat baik kepada saya,
sudah terlanjur ciuman bibir,sekwilda dan petting,
bagaimanakah cara agar saya dapat memperbaiki hubungan ini, menjadi pacaran yang baik dan benar tanpa dosa

WE

JAWAB:

[DSB]:

Dear WE,

Sedih sekali mendengar batas-batas yang telah dilewati dalam pacaran oleh WE. Namun jangan kuatir, di dalam Tuhan selalu ada jalan keluar. Hanya saja bagi kita yang sungguh-sungguh ingin hidup benar di hadapan Tuhan, solusi atas permasalahan ini tidaklah mudah. Butuh komitmen bersama dan seringkali bantuan orang lain yang dapat dipercaya untuk mengatasi hal tersebut.

Sdr WE benar sekali bahwa melakukan hal-hal tersebut berarti berpacaran yang kurang bermakna karena perlu diketahui bahwa semakin kita sering melakukan percumbuan dalam pacaran, berarti semakin banyak waktu yang dihabiskan untuk kegiatan fisik tersebut. Sedangkan pacaran Kristiani seharusnya merupakan masa pengenalan yang lebih dalam, bukan dalam hal fisik, melainkan dalam hal pengenalan pribadi. Yaitu mendalami karakter, kebiasaan, keluarga, cara berpikir, konsep hidup, kegemaran dan perasaan dari pasangan kita.
Inti dari pacaran Kristen adalah menjawab pertanyaan 4 pertanyaan berikut:
1. Apakah saya cocok dengan dia?
2. Apakah saya bisa hidup dengan dia sampai maut memisahkan kita berdua? Hal ini berarti bisa menerima dia apa adanya, sekaligus beradaptasi dengan kehidupan pribadi kekasih kita itu sampai tua.
3. Apakah dengan menikahi orang ini mendukung panggilan Allah dalam hidup saya?
4. Apakah bersama orang ini saya akan dapat bertumbuh di dalam Kristus bersama?

Apabila dalam pacaran lebih banyak diisi oleh percumbuan dan bukannya berusaha saling mengenal pribadi kekasih Anda, bagaimana anda berdua bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas?

Dalam posting kami https://asksophia.wordpress.com/2012/03/15/batasan-batasan-pacaran-yang-baik/ kami sudah memberikan 3 tips penting yang harus dilakukan untuk bisa menjaga kekudusan pacaran. Hal ini tentunya harus segera dilakukan dan menjadi kebiasaan baru yang menggantikan kebiasaan percumbuan yang sering dilakukan WE.

Namun untuk mempermudah WE untuk menjaga kekudusan, kami menyarankan agar WE bisa datang menceritakan masalah kalian berdua ke Kakak rohani atau konselor Kristen atau ke Hamba Tuhan setempat agar mempunyai orang lain yang dapat dipercaya untuk membantu menjaga WE dan pasangan tidak jatuh dalam dosa. Mereka akan menjadi tempat di mana WE dan kekasih WE memberi pertanggungjawaban dalam hubungan pacaran Anda. Bukan menghakimi, melainkan membuat Anda dan kekasih menjadi lebih hati-hati karena ada orang lain yang mengetahui apa yang kalian lakukan dalam pacaran.

Berikutnya, sudah berapa tahunkah WE berpacaran dengan si dia? Apabila Sdr sudah berpacaran dalam waktu yang cukup lama (di atas 2 tahun), perlu mulai dipikirkan lebih serius mengenai pernikahan.

Semoga cukup membantu.