sallom……maaf saya mau bertanya pada alkitap Ayub 38 ayat 7 mengatakan ” pada waktu bintang-bintang fajar bersorak-soraklah bersama sama,dan semua anak allah bersorak-sorai ” & yg ingin saya tanyakan diayat diatas……disini ditulis semua anak Allah bersorak-sorai ini siapa (anak Allah) ? terimakasih …..^-^

anonim

 

JAWAB:

[DSB]:

Dear anonim,

Kata-kata “anak Allah” dalam Alkitab memang dapat memiliki beberapa arti, tergantung pada konteks ayat tersebut:

  1. Yesus (di Perjanjian Baru)
  2. Umat-Nya
  3. Malaikat

Untuk dapat mengerti dengan tepat siapa yang dimaksud dengan anak Allah pada perikop tersebut, maka kita perlu melihat konteks pada kitab Ayub ini.
Kitab Ayub adalah kitab luar biasa mengenai seorang beriman yang telah dicobai dengan begitu berat namun  dinyatakan lulus oleh Allah.  Kitab Ayub juga memberikan pengertian kepada kita mengenai alasan manusia mengalami penderitaan dan keadilan Allah.

Pada pasal-pasal sebelumnya, setelah cerita penderitaan Ayub pada pasal 1 & 2, diceritakan mengenai tanya jawab Ayub dengan keempat temannya yang berdebat mengenai penyebab penderitaan yang Ayub alami. Ayub menyangkal tuduhan bahwa penderitaan yang dialaminya adalah karena akibat dosa yang pernah ia lakukan. Malah Ayub mempertanyakan kepada Tuhan mengapa Tuhan menekan dia tanpa alasan. Nah, mulai pasal 38 inilah Tuhan secara langsung menjawab Ayub. Jawaban tersebut dimulai dengan pemaparan fakta agung bahwa Allah alfa dan omega, yang berkuasa atas segala sesuatu jauh melebihi dari apa yang mampu manusia pikirkan. Kekuasaan Dia tidak terselami dan tidak dapat dibantah. Allah berdaulat penuh terhadap segala sesuatu, termasuk pada penderitaan yang Ayub alami.

Maka pada pasal 38 ayat 7 yang ditanyakan tadi, lengkapnya tertulis demikian:

pada waktu bintang-bintang fajar bersorak-sorak bersama-sama, dan semua anak Allah bersorak-sorai?

Ayat ini merupakan perkataan lanjutan mengenai dasar bumi yang ditulis pada ayat 4:

Di manakah engkau, ketika Aku meletakkan dasar bumi? Ceritakanlah, kalau engkau mempunyai pengertian!

Ayat-ayat tersebut dapat diceritakan bebas sebagai berikut: Allah mempertanyakan Ayub apakah dia hadir saat Allah menciptakan dunia, di mana pada saat itu bintang-bintang fajar bersorak-sorak bersama-sama dan semua anak Allah bersorak-sorai.

Dari sini jelas sekali bahwa kata “anak Allah” mengacu kepada malaikat yang pada saat penciptaan bumi ini sudah ada. Hal ini konsisten dengan Ayub 1:6 yang berbunyi demikian:

Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis.

Pada ayat ini pun, kata anak Allah mengacu kepada malaikat.

Sedangkan bintang-bintang fajar merepresentasikan alam raya seperti pada ayat:

Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya (Mazmur 19:2)