Ada seorang pendeta yang mengatakan bahwa sebenarnya nama Allah tidak boleh disebutkan karena merupakan nama dewa yg ada pada jaman Musa. Selain itu sebenarnya orang kristen seharusnya menyebut Tuhan dengan nama Yahweh, sedangkan Yahweh tidak boleh disebutkan kecuali oleh orang Yahudi (pdt ini mengaku sebagai orang Yahudi). Yang ingin saya tanyakan benarkah demikian? apakah ada dasar Alkitab yg kuat dalam kata-kata pendeta ini? selain itu bagaimana kah cara membedakan kata-kata dari pendeta yg benar merupakan Firman Tuhan dan mana yg bukan? demikian pertanyaan saya. Terima kasih…

Micky

JAWAB:

[CKM]:

Belum lama ini saya mendapatkan sebuah email yang isinya bertanya kepada saya mengenai perdebatan sebutan Tuhan dan Allah. Karena ada gereja tertentu/gerakan Kristen tertentu yang berpendapat kalau menyebut Tuhan itu tidak boleh memakai kata Allah. Karena itu adalah terjemahan yang salah, karena dalam bahasa aslinya (Ibrani) itu bukan merujuk pada Tuhan yang kita kenal/kita sembah. Hal tentu meresahkan bagi sebagia orang Kristen. Untuk itulah artikel in ditulis. Sebetulnya sudah banyak buku dan artikel sejenis yang mencoba meluruskan masalah ini. Tapi pada kenyataannya masih banyak yang bingung dan belum sempat beli & baca buku-buku tersebut. Untuk itulah saya menggunakan media ini untuk ikut menjelaskan mengenai masalah ini.
Karena keterbatasan ruang untuk menjelaskan topik yang dalam ini, maka dalam pembahasan ini saya hanya membatasi pada pembahasan singkat mengenai bagaimana dan mengapa kata YAHWEH bias diganti atau diterjemahkan menjadi TUHAN? Dan apakah penggantian ini tepat dan kenapa diperbolehkan? Silakan mengikuti pembahasan dibawah ini.

Tuhan TUHAN

 
Biasanya orang/kelompok yg memaksa penggunaan kata “YAHWEH” dan melarang penggunaan kata “ALLAH” merujuk pada Keluaran 3:13-15 juga Keluaran 6:1-2.
Kel 3:13-15 à  Lalu Musa berkata kepada Allah: “Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? –apakah yang harus kujawab kepada mereka?”  Firman Allah kepada Musa: “AKU ADALAH AKU.” Lagi firman-Nya: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.” Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN (YHWH), Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun. (dalam kurung tambahan dari saya)
Kel 6:1-2  à Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: “Akulah TUHAN (YHWH). Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa, tetapi dengan nama-Ku TUHAN (YHWH) Aku belum menyatakan diri. (dalam kurung tambahan dari saya)
Perhatikan ini. Kata-kata “TUHAN”  dalam ayat tersebut sering dibaca “YAHWEH”  tetapi sebetulnya “YHWH” karena bahasa Ibrani tidak mempunyai huruf hidup.
Kalau kita perhatikan, dalam Alkitab LAI ada 2  macam kata Tuhan, yaitu TUHAN & Tuhan dan juga ada 2 macam kata Allah, yaitu ALLAH & Allah.
Kata Ibrani:
ADONAI  biasanya diterjemakan kedalam BI menjadi ‘Tuhan’/’Lord’.
YAHWEH/YHWH  diterjemahkan dengan kata ‘TUHAN’ atau ‘ALLAH’/’LORD’/’GOD’.
EL/ELOAH/ELOHIM  diterjemahkan menjadi ‘Allah’/’God’.
Contoh:
Kej 1:1 à Allah  (Elohim)
Kej 2:4 à TUHAN (YHWH); Allah (Elohim)
Kej 15:2 à Tuhan (Adonai); ALLAH (YHWH)
Maz 8:2 à TUHAN (YHWH); Tuhan (Adonai)
Maka penggunaan kata ‘TUHAN atau ‘ALLAH’ dimaksudkan agar pembaca mengerti bahwa kata bahasa aslinya adalah “YAHWEH”. Sedangkan dalam PB perbedaan seperti ini tidak ada karena dalam PB nama ‘YAHWEH’ tidak pernah muncul.
Kalau kita perhatikan lagi, nama ‘YAHWEH’ dalam Alkitab LAI  diterjemahkan menjadi TUHAN/ALLAH. Pemakaina kata ‘TUHAN’ adalah penggunaan yang paling umum, sedangkan pemakaian kata ‘ALLAH’ hanya terjadi pada saat muncul kata ‘ADONAI YAHWEH’. Hal ini untuk menghidarkan dari penerjemahan ‘Tuhan TUHAN’ yang tidak terlalu enak didengar dibandingkan dengan ‘TUHAN ALLAH’/’Lord GOD’.
Namun demikian “pemuja” nama YHWH beranggapan bahwa nama YAHWEH adalah nama diri, sehingga tidak bisa diterjemahkan.
 
Betul, nama YAHWEH adalah adalan nama diri (Kel 3:15; Yes 42:8). Maka harus diperhatikan:
1. Perubahan nama YAHWEH menjadi TUHAN/ALLAh dalam Alkitab LAI sebetulnya bukan penerjemahan tapi penggantian nama YAHWEH. Seperti halnya penggantian nama YAHWEH (Heb) menjadi KURIOS (Gr), tidaklah mempunyai arti yang sama. Tetapi menunjukkan Allah sebagai yang perkasa/kuat, Tuhan, pemilik, pemerintah/penguasa yang mempunyai kuasa dan otoritas yang sah.
2. Jadi ini memang bukan penerjemahan, tapi penggantian. Namun penggantian ini mempunyai otoritas dari LXX/SEPTUAGINTA (PL yang diterjemahkan kedalam bahasa Yunani) dan Perjanjian Baru.
3. LXX juga mengganti/merubah kata YAHWEH menjadi KURIOS. Sewaktu Yesus hidup di dunia ini, Ia dan rasul-rasulnya juga memakai LXX. Buktinya mana? Buktinya dari banyaknya kutipan dari PL yang  yang seringkali sesuai dengan LXX dan bukan dengan PL bahasa Ibrani. Perlu diketahui, LXX sudah ada pada jaman Yesus dan rasul-rasul, mereka tidak pernah mengkritik penggantian nama YAHWEH menjadj KURIOS! Jadi, perubahan ini punya otoritas ilahi. Lho? Otoritas dari mana? Ingat, PB ditulis oleh orang-orang yang diilhami oleh Roh Kudus, sehingga menyalahkan PB sama dengan menyalahkan Roh Kudus/Allah sendiri!
Menurut Herman Hoeksema dalam buku ‘Reformed Dogmatics’, hal 68 ia menulis,’From this practice must undoubtedly also be explained the fact the Septuagint uniformly translates YHWH by Kurios.”
4. Dalam PB pada saat ayat-ayat PL yang memakai kata YAHWEH juga mengubahnya menjadi KURIOS.
Jadi, kalau orang mempermasalahkan/menyalahkan perubahan/penggantian ini sama saja dengan menyalahkan Yesus dan rasul-rasul dan juga PB!
5. Ada versi Alkitab yang tetep mempertahankan kata YAHWEH, misalnya salah satunya adalah versi mandarin dengan ‘YEHEHUA’, tapi masih lebih banyak versi Alkitab yang mengubahnya menjadi GOD, TUHAN, dll.
6. Secara umum, nama memang tidak diterjemahkan. Tetapi salah kalau kalau mengatakan kalau nama sama sekali tidak boleh diterjemahkan. Karena dalam Alkitab sendiri ada nama-nama yang diterjemahkan kedalam bahasa lain. Contoh: Tabitha (Heb) diterjemahkan menjadi Dorkas (Gr) (Kis 9:36a); Abadon (Heb) diterjemahkan menjadi Apolion (Gr) (Wah 9:11); Kefas (Ar) diterjemahkan menjadi Petrus (Gr) (Yoh 1:42); Golgota (Heb/Ar) diterjemahkan menjadi Kalvari (Lat) (Mat 27:33; Yoh 19:17; Luk 23:33).
Memang betul bahwa mengubah nama ini tidak dibenarkan, karena dilarang oleh Alkitab sendiri dalam Wahyu 22:18-19 dll. Tetapi harap diingat bahwa penggantian nama ini tidak dilakukan dengan sembarangan karena perubahan itu didukung oleh LXX dan PB.
Lalu bagaiman dengan Kel 3:15; 1 Taw 16:8; Yes 12:4  yang memerintah-kan untuk menggunakan nama YAHWEH?
Itui kita perlu memerhatikan beberapa hal lagi:
1. Kata ‘nama’ sering bukan menunjuk kepada nama diri/pribadi tetapi kepada diri orang itu. Karena kata ‘nama” dalam Alkitab bias menunjuk pada macam-macam hal seperti:
a.    betul-betul menunjuk pada ‘nama’ seseorang;
b.    menunjuk kapada ‘diri si pemikik nama;
c.    menunjuk kepada ‘karakter si pemilik nama’;
d.    menunjuk pada ‘kuasa si pemilik nama’;
e.    menunjuk pada ‘otoritas si pemilik nama’ dlsb.
Contoh:
a. Maz 20:2 à pasti yang dimaksud ayat ini bukan ‘nama YAHWEH’ itu sendiri, tetapi kepada YAHWEHnya sendiri yang membentengi orang percaya.
b. Amsal 18:10 à Mungkinkah sebuah nama pribadi menjadi benteng yang kuat? Maksud ayat ini jelas yang dimaksud adalah YAHWEHnya sendiri, bukan namaNya.
c. Kis 4:12 à Ayat ini mengatakan bahwa tidak ada nama lain yang diberikan kepada kita yang olehnya kita diselamatkan, yaitu nama Yesus. ‘Nama’ disini tidak benar-benar meunjuk kepada nama pribadi tetapi lebih tepat menunjuk kepada ‘Yesus’nya sendiri.
Nah dari sini jelas penggunaan Kel 3:15; 1 Taw 16:8; Yes 12:4  menadji dasar untuk mengharuskan kita menggunakan nama YAHWEH. Tapi yang benar adalah kita harus memanggil diri  dari YAHWEH itu.
2. Satu hal yang harus kita pikirkan bersama adalah kalau kata YAHWEH memang diharuskan, lantas kenapa Allah membiarkan pengucapan namaNya hilang dalam sejarah?  Pada jaman sekarang tidak ada orang yang tahu bagaimana mengucapkan nama YHWH. Mengapa pengucapan nama itu bisa hilang?
a. Bahasa Ibrani ditulis dengan memakai huruf mati tanpa ada satupun huruf hidup. Tapi pada saat membaca tentu ada bunyi huruf hidup. Jadi nama Allah itu dalam bahasa Ibarni hanya ditulis YHWH.
b. Setelah kembali dari pembuangan & mungkin takut melanggar perintah ketiga, maka orang-orang Yahudi merasa takut untuk menyebut nama YAHWEH. Sehingga setiap kali ketemu kata YAHWEH mereka menggantinya menjadi Adonai.
c. Karena lama nama itu tidak dibaca, maka akhirnya penguccapan nama itu hilang dan sekarang tidak ada yang tahu bagaimana harus membaca kata YHWH tersebut.
Sekarang mari kita lihat beberapa contoh kutipan-kutipan PL yang dikuti oleh Yesus
 
Yes 61:1-2
 
Luk 4:18-19
 
 
Roh Tuhan ALLAH (Heb.YHWH) ada padaku, oleh karena TUHAN (Heb. YHWH) telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara,  untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN (Heb. YHWH) dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung,
(Dalam kurung tambahan dari saya)
“Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku
untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”
Keterangan: Dalam Yes 61:1-2 nama ‘YAHWEH’ muncul 3x. Dari ketiga pemunculan itu, untuk kata YHWH pertama Yesus membuangnya, untuk yang pemunculan kedua Yesus mengganti nama YHWH dengan kata ganti orang ‘Ia’ sedangkan untuk pemunculan ketiga, Yesus menggantinya dengan kata TUHAN (Gr. KURIOS).
 

Ul 8:3

Mat 4:4

Luk 4:4

Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN (Heb. YHWH).
(Dalam kurung tambahan dari saya)
Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.(Gr. THEOU)”
Jawab Yesus kepadanya: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja.”
Keterangan: Perhatikan bagaimana PB menceritakan bagaimana Yesus mengutip Ul 8:3 yang mengandung nama YAHWEH. Lalu Matius menceritakan bahwa Yesus mengubah nama YAHWEH dalam Ul 8:3 menjadi Allah  (Gr. THEOU) dan Lukas membuang bagian tersebut.
Ul 6:16
 
Mat 4:7
 
Luk 4:12
Janganlah kamu mencobai TUHAN (Heb. YHWH), Allahmu, seperti kamu mencobai Dia di Masa.
(Dalam kurung tambahan dari saya)
Yesus berkata kepadanya: “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan (Gr. KURION), Allahmu!”
Yesus menjawabnya, kata-Nya: “Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan (Gr. KURION), Allahmu!”
 
Keterangan: Perhatikan bagaimana PB menceritakan bagaimana Yesus mengutip Ul 6:6 yang juga mengandung kata YAHWEH. Jadi kalau kita perhatikan, baik Matius dan Lukas mencertikan bahwa Yesus mengubah nama YAHWEH menjadi KURION.
 
Karena itulah beberapa versi bahasa Inggris (mayoritas) dan LAI-TB, nama YAHWEH dituliskan sebagai TUHAN/LORD dengan tujuan untuk membedakan kata itu dari kata Tuhan/Lord yang diterjemahkan dari kata Adonai. Dengan demikian kita jadi tahu mana yang berasal dari kata YAHWEH dan mana yang berasal dari kata Adonai.
Jadi dari pembahasan singkat ini tidak ada alasan bagi kita untuk tidak boleh menyebut kata Allah dan harus menggantinya dengan kata Yahweh.