salom…..^_^ maaf mau tanya maksud ayat di kejadian 6 ayat 2 ” maka anak -anak Allah melihat, bahwa anak anak perempuan manusia itu cantik cantik, lalu mereka mengambil istri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka” dan 6 ayat 4 ” pada waktu itu orang-orang raksasa ada dibumi ” yang jadi pertanyaan saya adalah……siapakah anak-anak Allah ini yang bisa memperistri anak-anak manusia dan melahirkan orang-orang raksasa dijaman itu ?——terimakasih——-

idoomelyn

 

JAWAB:

[CKM]:

Ada macam-macam penafsiran tentang anak-anak Allah yang mengambil istri anak-anak perempuan manusia dalam ay 2 ini.
a) ‘anak Allah’ artinya ‘orang yang berkedudukan tinggi’, sedangkan ‘anak perempuan manusia’ artinya ‘orang yang berkedudukan rendah’. Tetapi tidak ada dasar penafsiran seperti itu, karena dalam Kitab Suci memang kata-kata itu tidak pernah diartikan seperti itu.
b) ‘anak Allah’ artinya ‘malaikat’, sedangkan ‘anak perempuan manusia’ artinya ‘manusia’. Jadi di sini dianggap terjadi perkawinan antara malaikat dan manusia. Hal-hal yang dianggap mendukung pandangan ini:
·         malaikat sering disebut ‘anak Allah’ (Ayub 1:6 2:1 38:7 Daniel 3:25,28).
·         2Pet 2:4 & Yudas 4 dianggap menunjuk pada saat ini.
Tetapi saya menganggap bahwa ayat-ayat ini menunjuk pada kejatuhan pertama dari malaikat.
Tetapi ini salah penafsiran. Nanti kita bisa lihat penafsiran yang benar tentang ay 4 ini.
Hal-hal yang tidak memungkinkan pandangan ini:
·         Malaikat tidak kawin (Mat 22:30).
·         Ay 2 itu mengatakan ‘mengambil istri’ dan bukan sekedar melakukan hubungan sex. Ini lebih-lebih tidak mungkin dilakukan oleh malaikat.
·         Dalam ay 3,6,7 yang dihukum adalah manusianya saja, malaikatnya tidak.
Jadi,   ‘anak Allah’ menunjuk kepada ‘orang percaya’ (keturunan Set), sedangkan ‘anak perempuan manusia’ menunjuk kepada ‘orang yang tidak percaya ‘(keturunan Kain/orang-orang di luar keturunan Set).
Hal-hal yang mendukung pandangan ini:
·         orang percaya memang selalu disebut ‘anak Allah’ (Ul 14:1 32:5,6; Yes 1:2,3 Hos 1:10 Yoh 1:12 1 Yoh 3:1 dsb).
·         Penafsiran ini lebih cocok dengan konteks. Manusia mula-mula satu kesatuan, lalu memecah menjadi dua yaitu keturunan Kain (Kej 4) dan keturunan Set (Kej 5), tetapi sekarang dalam Kej 6 membaur lagi.
·         Keturunan Set disebut ‘anak Allah’. Ini sesuai dengan kata-kata Hawa waktu Set dilahirkan (Kej 4:25).
·         H.C. Leupold mengatakan,”Tetapi siapakah ‘anak-anak Allah’ ini? Tak lain tak bukan, bangsa Sethites.” [H.C. Leupold, Exposition of Genesis, Vol. 1 (Ann Arbor, MI: Wartburg Press, 1942), p. 250.
Di sini, keturunan Set menjadi pemberontak dan kawin secara tak pandang bulu dengan “anak-anak perempuan manusia,” dengan hanya melihat penampilan fisik, tanpa mengindahkan keilahian, dan nephilim (raksasa) inilah keturunan mereka.
Mengenai orang raksasa:
Kata bahasa Ibrani NEPHILIM berasal dari akar kata NAPHAL yang bisa berarti:
a)   ‘to fall’ (= jatuh).
Mungkin semua orang yang bertemu mereka jatuh tersungkur karena takut kepada mereka.
b)  ‘to fall upon / to attack’ (= menyerang).
Jadi, NEPHILIM berarti penyerang, bandit, perampok.
Kedua arti ini bisa digabungkan. Jadi, kata NEPHILIM menunjuk kepada perampok-perampok yang ditakuti orang.
Penafsiran ini lebih cocok dengan konteks dibandingkan dengan penafsiran di atas yang mengatakan bahwa NEPHILIM adalah raksasa. Konteks Kej 6 ini berbicara soal dosa manusia secara moral. Kalau tahu-tahu ay 4 ini berbicara tentang ukuran tubuh, itu tidak sesuai dengan konteks atau tidak berhubungan dengan konteks. Tetapi kalau NEPHILIM diartikan perampok, itu sesuai dengan konteks.