Shallom! Saya mau bertanya, dari ayat ibrani 10:26 dikatakan bahwa dosa sengaja tidak akan diampuni. Setelah membaca ayat tsb saya mencoba untuk tidak melakukannya, tp ada saat tertentu saya terpaksa dan sengaja melakukannya. Setelah itu saya meminta maaf dan mencoba bertobat kembali. Tapi sering kali saya jatuhh kembali dalam dosa sengaja itu. Terkadang sulit bagi saya untuk lepas dan ini membuat saya takut bahwa dosa ini tetap melekat dalam diri saya. Apakah saya tidak akan mendapat kesempatan diampuni? Terimakasih.

NN

JAWAB:

[CKM]:

Dear NN,

Mari kita baca terlebih dahulu isi Ibrani 10:26 tersebut:

Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.

Penjelasan dari ayat tersebut adalah sebagai berikut:

1. Ini menunjuk pada kebiasaan yang dilakukan terus menerus.

kata Yunani yang digunakan untuk ‘berbuat dosa’ adalah suatu participle, tetapi bukan dalam bentuk aorist / lampau, tetapi dalam bentuk present, dan karena itu menunjukkan suatu ‘persistent habit’ (= kebiasaan terus menerus). Penafsiran ini juga sesuai dengan ay 25 yang mendahuluinya, yang juga membicarakan kebiasaan buruk, yaitu menjauhkan diri dari pertemuan ibadah.

2.  Calvin menafsirkan ‘dosa sengaja’ ini sebagai tindakan meninggalkan Kristus / Gereja.

Dan perlu diperhatikan bahwa ay 26 (tentang kemurtadan) dituliskan segera setelah ay 25 (kebiasaan membolos dari pertemuan ibadah). Ini menunjukkan bahwa apa yang dibiasakan oleh orang-orang tertentu dalam ay 25 itu, yaitu meninggalkan pertemuan ibadah, kalau dibiarkan, akan menjadi ay 26 ini!

Definisi MURTAD adalah berkhianat, memberontak, mengundurkan diri, (dan kemudian menjadi oposisi/melawan).

3. Pengertian tentang kebenaran memperberat dosa ini.

Kata-kata ‘sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran’ ditambahkan untuk memperberat dosa mereka ini, karena mereka secara sengaja memadamkan terang yang Allah berikan kepada mereka.

4. Ini tidak berarti bahwa orang kristen sejati bisa murtad.

Orang yang murtad ini hanyalah orang Kristen KTP (Bdk. 1Yoh 2:18-19).

5. Akibat dari kemurtadan.

a)   Tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa ini (ay 26c).

b)   Yang ada hanyalah kematian yang mengerikan dan penghakiman dan hukuman (ay 27).

c)   Hukumannya lebih berat dari orang yang murtad dalam jaman Perjanjian Lama (ay 28-29)

Perhatikan:

1.   Apa yang dikatakan oleh ay 28 itu juga tidak menunjuk kepada seadanya dosa (karena dalam hukum Musa tidak semua dosa dihukum mati), tetapi menunjuk kepada dosa kemurtadan dalam Ul 17:2-7. Jadi ay 28 ini mendukung ayat 26 tadi, bahwa itu bukan sembarang dosa, tetapi dosa meninggalkan Kristus / Gereja (murtad).

2. Ay 29 menunjukkan bahwa hukuman orang yang murtad dalam jaman Perjanjian Baru lebih berat dari hukuman orang yang murtad pada jaman Perjanjian Lama. Untuk itu perhatikan kata-kata ‘betapa lebih beratnya’ pada awal ay 29.

Dan ay 29 ini juga menggambarkan kemurtadan jaman Perjanjian Baru itu sebagai:

·        menginjak-injak Anak Allah.

·        menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya.

·        menghina Roh kasih karunia.

d). Ay 30-31 menambah kengerian hukuman Allah terhadap orang murtad.

Sedangkan mengenai dosa lain, Tuhan berfirman:

Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. (I Yoh 1:9)

Maka janganlah ragu, Iblis sedang mencoba mengecoh Saudara agar Saudara tidak bertobat. Padahal itulah yang sesungguhnya Allah inginkan, yaitu datang dengan kerendahan hati dengan serendah-rendahnya, mengakui bahwa kita lemah dan membutuhkan pertolongan-Nya untuk bisa menang melawan dosa tersebut, minta ampun dan kemudian bangkit lagi untuk berjuang melawan dosa.

GBU.

 

Karena pertanyaan lanjutan masih relevan, maka kami masukkan dalam thread yang sama di bawah ini:

 

NN: Shallom ! Terimakasih atas jawaban nya🙂 tetapi saya ingin bertanya lagi apakah dosa sengaja dan tidak sengaja di perjanjian lama masih berlaku sampai sekarang ? Bahwa tidak ada korban untuk dosa sengaja ? Terimakasih.

[CKM]:

Mungkin Anda mau menghubungkan ini dengan hukum Taurat PL di mana orang yang melakukan dosa dengan tidak sengaja bisa diberi jalan untuk mendapatkan pengampunan dosa, sedangkan orang yang berbuat dosa dengan sengaja tidak diberikan jalan untuk mendapatkan pengampunan. Betul? Mungkin ayat yang dimaksud dalam PL juga adalah Bil 15:27-31.

 

Homer A. Kent,Jr  menyamakan dosa sengaja dalam Bil 15 ini dengan dosa menghujat Roh Kudus dalam PB.

 

Saya tidak setuju dengan penghubungan / penyamaan ini, karena dalam PB dosa sengajapun bisa mendapat pengampunan (perlu diingat bahwa kebanyakan dosa adalah dosa yang disengaja!). Yang tidak bisa diampuni adalah penghujatan terhadap Roh Kudus, yang menurut saya, merupakan penghujatan yang dilakukan oleh orang-orang yang telah mengerti, dan sebetulnya secara intelek percaya, tetapi tetap melakukan penghujatan (bdk Mat 12:22-32).