Hallo, dalam kitab imamat ada ayat yang menyebutkan bahwa kita sebenarnya tdk boleh makan babi, hewan laut saja hanya yang bersisik dan bersirip (ikan). Sedangkan di perjanjian baru dikatakan semua yg msk tidak najis, yg menajiskan kita adalah apa yg kluar dr mulut kita. Bgmn menurut anda? Apakah saya masih diijinkan untuk makan babi dan hewan laut lainnya selain ikan seperti cumi dan udang atau kepiting? Terimakasih🙂

NN

JAWAB:

[CKM]:

Yang Anda maksud mungkin adalah Im 11:1-47 khususnya ayat 7. Sebelumnya kita coba baca Kej 7:2,8; Calvin mengatakan bahwa Nuh bisa tahu hal ini, atau dari pengilhaman secara rahasia, atau dari tradisi yang diturunkan dari nenek moyangnya. Dan apa yang dulunya sudah diketahui ini pada jaman Musa lalu dituliskan dalam hukum Taurat Musa. Sama seperti hari Sabat yang sudah ada sejak penciptaan, pada jaman Musa baru dituliskan menjadi suatu hukum tertulis. Calvin juga membahas pertanyaan: kalau pada jaman Nuh sudah ada binatang-binatang yang haram, mengapa semua binatang boleh dimakan? Untuk mengentahuinya harus baca Kej 9:3; Terlihat bahwa memang mulai jaman Nuh (setelah air bah) binatang boleh dimakan dan tidak ada yang dikecualikan. Mengapa? Calvin menjawab dengan mengatakan bahwa binatang-binatang itu hanya haram kalau digunakan sebagai korban persembahan untuk Tuhan, bukan untuk dimakan. Jadi, pada jaman itu, juga pada jaman Abraham, memakan semua daging, termasuk babi, diijinkan. Calvin juga membahas pertanyaan: mengapa binatang-binatang yang diciptakan oleh Tuhan sendiri, dan bahkan setelah penciptaannya dikatakan ‘semuanya itu baik’ (Kej 1:21,25), tahu-tahu bisa menjadi haram? Calvin menjawab: sebetulnya tidak ada binatang, yang dalam / dari dirinya sendiri, merupakan binatang yang haram. Binatang itu menjadi haram untuk dimakan / dijadikan persembahan karena Tuhan yang menyatakannya demikian. Sama seperti mengapa Adam dan Hawa dilarang memakan pohon pengetahuan tentang baik dan jahat? Bukan karena buah pohon itu sendiri haram, tetapi karena adanya larangan dari Tuhan. Jadi, pelanggaran terhadap peraturan / larangan Tuhan itu yang menajiskan, bukan binatang itu sendiri.Dari sini mungkin akan timbul pertanyaan lanjutan,  mengapa ada larangan-larangan seperti ini?  Untuk membedakan dan memisahkan mereka dari bangsa-bangsa lain. Ini merupakan alasan utama mengapa bangsa Israel dilarang untuk memakan binatang-binatang tersebut. Sebetulnya alasan ini ada dalam Im 11 ini, yaitu dalam ay 44-45. Ingat bahwa kata ‘kudus’ arti sebenarnya dan yang terutama bukanlah ‘suci’ tetapi ‘berbeda dengan’ atau ‘terpisah dari’. Dengan adanya larangan makan binatang-binatang ini, maka sukar bagi bangsa Israel untuk bisa berbaur dengan bangsa-bangsa lain, yang jelas tidak dilarang makan binatang-binatang tersebut. Ini bukan hanya menyukarkan bangsa Israel untuk berbaur dengan bangsa-bangsa lain, tetapi juga menyukarkan mereka untuk menyebar ke negara-negara lain, karena di sana semua orang memakan binatang-binatang yang bagi mereka dilarang untuk dimakan.

Oleh karena itu dalam pembahasan tentang binatang-binatang atau burung-burung dsb ini memang para penafsir tidak pasti tentang banyak jenis dari binatang-binatang / burung-burung ini. Ini membuktikan bahwa larangan ini memang sudah tak berlaku lagi pada jaman Perjanjian Baru (Mar 7:18-19;  Kis 10:9-16; Roma 14:2,14,17,23; Kol 2:20-23; 1Tim 4:1-5), dan ini merupakan ‘senjata’ bagi kita menghadapi ajaran yang masih memberlakukan larangan ini, yang sebetulnya sudah dihapuskan. Kalau memang larangan ini masih berlaku, bagaimana tentang binatang-binatang / burung-burung yang tak diketahui lagi secara pasti?

Mengapa larangan ini dihapuskan dalam jaman Perjanjian Baru? Kalau kita melihat alasan utama dalam pelarangan makan binatang-binatang itu, yaitu untuk memisahkan bangsa Israel dari bangsa-bangsa lain, maka jelas bahwa dalam jaman Perjanjian Baru hal itu sudah tidak dibutuhkan, karena batasan / tembok pemisah antara bangsa Israel dan bangsa-bangsa lain sudah dihancurkan dalam Kristus (Ef 2:11-22; 1Kor 12:13; Gal 3:28; Kol 3:11). Karena batasan / tembok pemisah antara bangsa Israel dan bangsa-bangsa lain sudah dihapuskan dalam Kristus, maka jelas bahwa larangan makan binatang-binatang, yang tujuan / alasan utamanya adalah untuk memisahkan bangsa Israel dari bangsa-bangsa lain, juga harus dihapuskan! Melalui semua ini kita juga bisa melihat bahwa oleh Kristus kita dibebaskan dari semua ketaatan yang sangat memberatkan ini.