topik mengenai siapakah istri Kain,

kutipan kejadian 5 : 3 dst..
“Setelah Adam hidup seratus tiga puluh tahun, ia memperanakkan seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya, lalu memberi nama Set kepadanya. Umur Adam, setelah memperanakkan Set, delapan ratus tahun, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati.”

Coba lihat lagi di ayat pertama, “inilah daftar keturunan Adam… dst..”

pernyataan admin : “Berapakah jumlah anak Adam dan Hawa? Banyak! Dan jelas bukanlah 3 anak saja.”

pertanyaan saya, mengapa Alkitab tidak menyebutkan nama dari yg ‘banyak’ itu pada daftar keturunan Adam? sedangkan pada pasal 5 tersebut sudah jelas disebutkan DAFTAR KETURUNAN ADAM. Kalau ada yg tidak tertulis mungkin Alkitab tidak lengkap?

H

[JAWAB]:

[CKM]:

Alkitab menuliskan anak-anak Adam bukan dalam 1 pasal atau 1 ayat, tapi tercecer dalam beberapa pasal. Kita bisa mengetahui bahwa anak pertama Adam dan Hawa adalah Kain dari Kej 4:1 dan anak keduanya adalah Habel dari Kej 4:2 dan Set dari Kej 4:25. Anak Adam dan Hawa jelas tidak hanya 3 orang dan mereka mempunyai anak perempuan selain lelaki. Hal ini memang tidak diceritakan oleh Alkitab, tapi kita bisa mengetahui dari sumber sekunder yaitu dari catatan Sejarawan yang bernama Josephus yang memberikan informasi bahwa jumlah anak-anak Adam dan Hawa adalah 33 orang lelaki dan 23 orang perempuan. Bagaimana kita bisa meyakini bahwa catatan Josephus itu benar? Dengan cara mempertimbangkan mempertimbangkan rentang kehidupan mereka yang panjang (Adam hidup selama 930 tahun—Kej 5:5), masuk akal bila menyatakan mereka ada banyak! Ingat, Mereka diperintahkan untuk “Beranakcuculah, dan bertambah banyak” (Kej 1:28). Lalu mengapa Kej 5:3 dst hanya mencatat Set sebagai keturunan Adam? Karena Set adalah bagian dari generasi pertama dari anak-anak yang lahir di bumi ini. Dari garis keturunan inilah nanti muncul Nuh, itulah inti yang mau diceritakan oleh Kej 5:3 yaitu silsilah Adam sampai Nuh. Kita semua keturunan Adam dan Hawa, tetapi lebih spesifik lagi keturunan Nuh, karena keturunan Adam dan Hawa yang bukan keturunan Nuh sudah habis dalam air bah tersebut.

[MC]:

Yang harus kita ingat adalah bahwa Alkitab sejak semula memang tidak dimaksudkan oleh Allah sebagai buku ilmu pengetahuan yang mendetail.

Daftar keturunan Adam jelas tidaklah memuat semua keturunan Adam yang pernah ada. Bila ya, dapat dibayangkan betapa tebalnya Alkitab! Selain itu, di luar Set dan Kain, keturunan Adam yang lain sebenarnya tidaklah terlalu penting.

Daftar keturunan Kain menjadi penting karena dari silsilah Kain kita melihat manusia yang semakin jahat dan semakin jauh dari Allah, Sementara dari keturunan Set, kita melihat bahwa terdapat orang-orang yang masih mencari Allah dan hidup berkenan kepada Allah.

Selain itu, silsilah yang dicatat dalam Alkitab juga bermaksud untuk mencatat garis perjanjian antara Allah dan manusia di taman Eden (Kej 3:15). Berkali-kali Alkitab mencatat silsilah dari seseorang dan tidak dari saudara-saudaranya. Pertama-tama adalah silsilah Set. Lalu kita juga melihat Alkitab mencatat dengan rinci silsilah Sem, padahal Sem mempunyai dua saudara laki-laki.

Dari silsilah Sem, kita melihat bahwa garis itu berlanjut kepada Abraham, Ishak (dan bukan Ismael), Yakub (dan bukan Esau), Yehuda (dan bukan saudara-saudaranya), Daud, hingga seterusnya kepada Kristus. (Lukas 3:23-38).

Jadi sekali lagi, kita lihat bahwa yang dicatat oleh Alkitab sebenarnya adalah sebuah benang merah karya keselamatan Allah bagi manusia yang telah dirancang Allah sejak kekekalan.