Saya ingin bertanya. Sebagai anak Tuhan sudah pasti harus mencari jodoh yang juga sepadan, atau boleh dikatakan sama-sama anak Tuhan.
Yang ingin saya tanyakan, jika kita sedang dekat dengan seorang anak Tuhan (belum pacaran, baru sebatas teman dan belum menunjukkan “sinyal” apa-apa), apa boleh melakukan pendekatan dan pacaran jika orang tua kita atau orangtua si dia tidak mengijinkan karena kriteria “duniawi” (misal kemampuan ekonomi si dia kurang, kuliah/pekerjaannya tidak “prestigious”, pekerjaan orang tuanya, atau bahkan bukan sama-samacorang mampu, dsb),
Apakah boleh untuk melangkah ke jenjang berikutnya ataukah menunggu sambil berdoa semoga orang tua mengurangi kriteria calon pasangan anaknya, ataukah bahkan jangan sama sekali mendekati orang yang kita taksir ini? Terimakasih, Tuhan memberkati.

 

Mr. R

 

JAWAB:

[DSB]:

Dear Mr R,

Kami mendukung Saudara R yang mencari kekasih yang sepadan. Komitmen R sangat kami hargai. Dalam perjalanan mencari kekasih tersebut, memang banyak hambatan dapat menghalangi kita, misalnya masalah orang tua.

Orang tua haruslah kita hargai dan hormati, karena mereka melindungi putra-putri mereka untuk masa depan yang lebih baik. Sekalipun orang tua ternyata juga adalah manusia, mereka sering salah dan sering mempunyai personal interest dalam urusan anak-anak mereka, namun tetap saja mereka orang tua yang sudah melahirkan dan membesarkan kita (dan calon kekasih Anda).

Dalam hal ini sudah tepatlah keputusan R untuk mendoakan orang tua anaknya sambil menjalankan hubungan pertemanan yang sehat dengan orang yang ditaksir. Namun alangkah lebih baik lagi kalau sambil berjalan, R coba mengamati dan mencari tahu alasan sebenarnya dari orang tua si dia. Dengan semakin dekatnya hubungan R dengan si dia, cobalah untuk juga mendekati orang tuanya dan menunjukkan bahwa R orang yang layak menjadi pasangan putri mereka.

Kalau ternyata R mendapatkan cinta si dia, sama-sama berdoa dan berjuang untuk mendapatkan restu dari orang tuanya.

Sekalipun secara Alkitab, Tuhan tidak melarang kita yang menjalin hubungan dengan kekasih yang tidak direstui orang tua, namun kita perlu realistis juga dan melihat situasi kondisi yang ada. Apabila kondisi kurang mendukung, dan Tuhan tidak terlihat membuka jalan, bahkan Anda tidak mendapatkan dukungan dari si dia, mungkin Anda harus mempertimbangkan untuk memberi hati kepada orang lain.

Semoga membantu.