Syaloom,
Semasa kuliah dulu saya pernah pacaran dan sudah melebihi batas yaitu sampai melakukan hubungan suami istri. Namun hubungan kami berakhir karena tidak direstui oleh orang tua saya.

Sewaktu memutuskan hubungan dengan pacar saya minta maaf karena sudah menodainya. Tetapi dia tidak memaafkan saya.

Setelah putus saya minta sama Tuhan untuk memberikan jodoh kepada saya seorang wanita yang takut Tuhan agar dapat memperbaiki kehidupan rohani saya. Dua tahun kemudian saya dikenalkan dengan seorang Anak Tuhan dan kami pun mulai hubungan kami namun hanya melalui telpon karena kami di kota yang berbeda.

Sekalipun di kota yg berbeda tapi kami sering doa bersama. Dan komunikasi saya dengan keluarganya baik begitupula komunikasi pacar saya dengan keluarga saya baik sekalipun hanya lewat telpon.

Setelah 3 tahun hubungan jarak jauh akhirnya saya berangkat menemuinya di kotanya. Satu tahun kemudian saya mememutuskan untuk melamarnya. Dan setelah saya bicarakan dengan orang tua saya namun saya tidak mendapat restu dari bapak saya tanpa alasan yang jelas. Namun saya mengeraskan hati untuk tetap melamarnya. Karena menurut saya dia orang yang tepat yang dapat memperbaiki kehidupan rohani saya.

Segala persiapan kami sudah lengkap, tinggal penentuan tanggal pelaksanaan saja tetapi sampai saat ini kami belum menikah karena pacar sayapun tidak mau sebelum ada restu dari orang tua.

Saat ini saya di kenalkan dengan wanita pilihan orang tua. Saya bingung, mau jadi anak yang patuh pada orang tua tetapi di satu sisi saya merasa bersalah karena akan mempermalukan keluarga besar pacar saya. Karena saya sudah melamarnya. Dan juga bertentangan dengan kata hati saya karena saya lebih memilih pacar saya.

Mohon saran dan pendapat. Trima kasih. Tuhan Yesus memberkati.

JJ

 

JAWAB:

[DSB]:

Dear JJ,

Sekalipun pernikahan adalah penyatuan dua insan menjadi satu daging, dan dikatakan bahwa pria dan wanita tersebut akan meninggalkan orang tuanya (Kej 2:24), namun Allah juga ingin kita menghormati kedua orang tua kita. Karena itu, alangkah baiknya memang apabila pernikahan Anda direstui oleh orang tua. Namun apabila kedua orang tua Anda tidak menyetujui hubungan Anda, Anda dan pasangan Anda perlu usaha yang lebih keras untuk meyakinkan kedua orang tua Anda.
Dari cerita Anda, Anda berpacaran jarak jauh, mungkin ini juga yang menjadi keberatan dari orang tua Anda karena sehebat-hebatnya hubungan Anda berdua, masalah jarak tetaplah harus diatasi untuk pasangan yang bertekad untuk bersatu. Tanpa ada masalah jarak saja, hubungan cinta merupakan hubungan yang penuh perjuangan, apalagi apabila hubungan yang memiliki frekuensi yang sangat terbatas untuk bertemu muka dengan muka.
Bung JJ, keputusan akhir untuk menerima atau menolak wanita pilihan orang tua tentu ada di tangan Anda sendiri, dan bukan pada orang tua Anda. Namun dibalik keinginan orang tua Anda mungkin ada pesan atau kekuatiran tertentu akan pacar Anda sekarang, hal ini yang Anda perlu coba gali dari orang tua Anda. Dengan kesabaran dan apabila Anda tulus, percayalah bahwa Tuhan pasti bisa buka jalan untuk Anda. Namun apabila jalan tidak diberikan oleh Tuhan, mungkin Anda perlu mengevaluasi juga hubungan Anda dengan kekasih Anda, mungkin ada sesuatu yang Anda tidak ketahui mengenai pasangan Anda tersebut.

Apapun juga yang bung JJ pilih, teruslah berdoa dan meminta pimpinan Tuhan. Dia tidak akan meninggalkan orang yang bersandar kepada-Nya.