Apa sih definisi dari “Firman Tuhan”?
soalnya saya agak kurang setuju kalau Alkitab seluruhnya adalah Firman Tuhan. Saya percaya seluruh Alkitab telah Tuhan buat sedemikian sesuai dengan rancangan-NYA. Karena saya pribadi masih mendefinsikan Firman Tuhan itu segala sesuatu yang keluar dari mulut Tuhan. Kalau aAlkitab dibilang seluruhnya Firman Tuhan, mungkin artikel yang tidak diambil dari Alkitab, wahyu umum (seperti fisika, matematika dan biologi), atau bahkan ucapan seseorang yg tidak pernah membaca Alkitab pun mungkin dari sekian banyaknnya ada yang bisa disebut Firman Tuhan?

brightmagicianivan

JAWAB:

[MC:]

Firman Tuhan dapat didefinisikan sebagai merupakan komunikasi Allah kepada orang-orang TERTENTU, pada waktu-waktu KHUSUS, di tempat-tempat yang KHUSUS yang lalu DICATAT. Isinya khusus, yaitu mengenai SEJARAH dan RENCANA KESELAMATAN Allah untuk manusia melalui Yesus Kristus.

Dengan mengikuti definisi tersebut, maka yang dapat disebut sebagai Firman Tuhan adalah Alkitab.

Yang mungkin membingungkan Saudara adalah kenyataan bahwa adanya kebenaran yang sepertinya bukan berasal dari dalam Alkitab, misalnya hukum fisika, kebijakan-kebijakan dari para filsuf-filsuf, dll.

Kita semua mengamini bahwa segala kebenaran berasal dari Allah, baik kebenaran itu dicatat di dalam Alkitab maupun tidak. Kekristenan membagi kebenaran Allah menjadi dua kategori, yaitu wahyu umum dan wahyu khusus.

Wahyu khusus adalah yang telah kita bicarakan di atas, yaitu Alkitab, atau yang lazim kita sebut sebagai Firman Tuhan.

Wahyu umum dapat didefinisikan sebagai komunikasi Allah kepada SEMUA orang (siapa saja), pada SEGALA waktu (kapan saja), dan di SEGALA tempat (di mana saja). Isinya terutama adalah mengenai KEBERADAAN serta KEMAHA KUASAAN Allah.

Kedua wahyu ini membentuk satu kesatuan yang saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

Jadi sekali lagi, yang Saudara katakan mengenai fisika, matematika, biologi, dan ucapan seseorang yang tidak pernah membaca Alkitab TIDAKLAH DAPAT DIKATAKAN SEBAGAI FIRMAN ALLAH, karena Firman Allah adalah khusus berbicara mengenai rencana keselamatan manusia. Akan tetapi, hal-hal tersebut memang merupakan wahyu umum yang dikaruniakan Allah kepada semua manusia.