6, Agak bingung juga dengan ayat “Tetapi Aku akan mengeraskan hati Firaun, dan Aku akan memperbanyak tanda-tanda dan mujizat-mujizat yang Kubuat di tanah Mesir.” , Tapi Firaun juga sering disalahkan juga karena mengeraskan hatinya,

7.Jadi bingung juga antara kehendak bebas dan Prestidenisasi

brightmagicianivan

Jawab:

[CKM]:

Di Kel 14:15-25 ada kalimat menyatakan, Tuhan mengeraskan hati orang Mesir termasuk Firaun. Allah menutup semua kemungkinan sehingga ia tak beroleh anugerah. Ia juga menghalangi jalannya ke pertobatan. Tapi Ia bertindak semacam itu setelah Firaun memutuskan untuk mengeraskan hati di hadapan­Nya. Berarti, ia tak mau mendengar perkataan-Nya. Tindakan tersebut meremehkan Tuhan. Ia masuk ke dalam pilihan yang sebenarnya menakutkan dan berpengaruh, baik pada Israel maupun Mesir termasuk dirinya sendiri. Keputusannya menentukan nasib/masa depan semua orang yang berada di bawah kekuasaannya.

Kel 5 adalah catatan pertama kali Tuhan mengutus Musa dan Harun ke Mesir untuk memberitahu Fi­raun supaya melepas Israel dari perbudakan dan membiarkan mereka pergi beribadah kepadaNya di padang gurun. Inilah berita utama yang mewarnai tiap pertemuan mereka. Tujuannya yaitu agar Israel jadi umatNya dan Tuhan menjadi Allah mereka. Selain itu, supaya Firaun menyaksikan kebesaran dan kemuliaanNya lalu menghormatiNya.

sama seperti Simson “Tetapi ayahnya dan ibunya tidak tahu bahwa hal itu dari pada TUHAN asalnya: sebab memang Simson harus mencari gara-gara terhadap orang Filistin. Karena pada masa itu orang Filistin menguasai orang Israel.”

7.Jadi bingung juga antara kehendak bebas dan Prestidenisasi

Jawab:

Free will / kehendak bebas berarti: semua yang manusia lakukan, ia lakukan sesuai dengan ketetapan Tuhan, tetapi pada saat yang sama, ia tetap melakukan itu karena itu memang adalah kehendaknya / keputusannya. Ia tidak dipaksa oleh Allah untuk melakukan kehendak / ketetapan Allah tersebut. Ia akan secara sukarela melakukan ketetapan Allah tersebut.

Predestinasi tidak menghancurkan kebebasan manusia. Sekalipun Calvinisme mempercayai kedaulatan Allah yang menentukan keselamatan seseorang dan bahkan juga menentukan segala sesuatu yang lain, tetapi Calvinisme tetap mempercayai kebebasan manusia. Mengapa? Karena dalam Kitab Suci kita melihat bahwa sekalipun segala sesuatu terjadi sesuai kehendak / rencana Allah, tetapi pada waktu manusianya melakukan hal itu, ia tidak dipaksa, tetapi melakukannya dengan sukarela.

Misalnya contoh pada kasus Firaun yang ditanyakan pada pertanyaan sebelumnya. Pada waktu mengutus Musa kepada Firaun, Tuhan berkata bahwa Ia akan mengeraskan hati Firaun (Kel 4:21  7:3). Ini menunjukkan bahwa Tuhan sudah menentukan bahwa Firaun tidak akan melepaskan Israel. Tetapi pada waktu Musa sampai kepada Firaun, dikatakan bahwa ‘Firaun mengeraskan hatinya sendiri’ (Kel 7:22  8:15,19,32  9:34-35  14:5).

God can control the free acts of rational creatures without destroying either their liberty or their responsibility” (Charles Hodge)

Saya tambahkan, karena Predestinasi tidak membuang kebebasan manusia, maka Predestinasi juga tidak membuang tanggung jawab manusia.