Apa definisi pertobatan yg benar berdasarkan Alkitab?

Manuel Pardede

JAWAB:

[CKM]:

Katekismus Besar Westminster Q/A 76: memberikan penjelasan sbb:

Q. 76. What is repentance unto life?
A. Repentance unto life is a saving grace (Act 11:18), wrought in the heart of a sinner by the Spirit and Word of God, whereby, out of the sight and sense, not only of the danger, but also of the filthiness and odiousness of his sins (Act 2:37-38), and upon the apprehension of God’s mercy in Christ (Joel 2:12; Jer 3:22) to such as are penitent, he so grieves for and hates his sins, as that he turns from them all to God (Jer 31:18-19; Jeh 36:31), purposing and endeavoring constantly to walk with him in all the ways of new obedience (2 Cor 7:11; Is 1:16-17).

Dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai berikut:

Q: Apa itu ‘penyesalan yang membawa kepada kehidupan’?

A: Penyesalan yang membawa kepada kehidupan ialah anugerah-yang- menyelamatkan (Kisah 11:18), yang dikerjakan dalam hati seorang berdosa oleh Roh dan Firman Allah. Olehnya, ia melihat dan menginsafi baik bahaya maupun kecemaran dan kekejian segala dosanya (Kisah 2:37-38), dan memahami bahwa Allah di dalam Kristus bersifat penyayang terhadap mereka yang menyesal (Yoel 2:12, Yeremia 3:22). Akibatnya, ia sedih hati karena dosa-dosanya dan membencinya, sehingga ia meninggalkan semua dosa itu dan berbalik kepada Allah (Yeremia 31:18-19, Yehezkiel 36:31), dan berniat serta berupaya untuk dengan tekun berjalan bersama Dia di semua jalan ketaatan yang baru (2 Korintus 7:11, Yesaya 1:16-17).

Tetapi harap diingat, yang ditulis oleh KBW bukan definisi pertobatan. Berbalik dari dosa bukanlah definisi dari pertobatan, melainkan adalah salah satu hasil dari pertobatan yang sejati, yang berlandaskan iman yang menuntun kepada Tuhan Yesus Kristus.

Alkitab juga memberitahu kita bahwa pertobatan yang sejati akan menghasilkan perubahan tindakan (Luk 3:8-14, Kis 3:19).

Pertobatan bukanlah hasil karya kita demi untuk mendapatkan keselamatan. Tidak ada seorangpun dapat bertobat dan datang kepada Allah kecuali kalau Allah menarik orang tsb. kepadaNya (Yoh 6:44). Kis 5:31 dan 11:18 mengindikasikan bahwa pertobatan adalah pemberian Allah – yang dimungkinkan semata-mata karena anugrahNya. Tidak ada seorangpun yang dapat bertobat kecuali kalau Allah menganugrahkan pertobatan. Segala yang bersangkutan dengan keselamatan, termasuk pertobatan dan iman, adalah hasil dari Allah menarik kita, membuka mata kita, dan mengubah hati kita. Panjang sabar Allah menuntun kita kepada pertobatan (2 Pet 3:9), demikian pula kebaikanNya (Roma 2:4).

Sekalipun pertobatan bukanlah pekerjaan yang menghasilkan keselamatan, pertobatan yang menuntun pada keselamatan pasti menghasilkan suatu karya. Adalah tidak mungkin untuk benar-benar dan secara keseluruhan mengubah pikiran Anda tanpa hal itu menyebabkan perubahan dalam perilaku. Dalam Alkitab pertobatan menghasilkan perubahan tingkah laku. Itu sebabnya Yohanes Pembaptis berseru agar orang-orang “menghasilkan buah yang sesuai dengan pertobatan” (Mat 3:8). Seseorang yang benar-benar telah bertobat dari penolakan akan Kristus kepada iman akan Kristus akan nyata melalui hidup yang berubah (2 Kor 5:17, Gal 5:19-23, Yak 2:14-26). Pertobatan, didefinisikan secara tepat, adalah perlu untuk keselamatan. Pertobatan yang Alkitabiah adalah mengubah pikiran manusia mengenai Yesus Kristus dan berbalik kepada Allah dalam iman untuk keselamatan (Ki 3:19). Berbalik dari dosa bukanlah definisi dari pertobatan, melainkan adalah salah satu hasil dari pertobatan yang sejati, yang berlandaskan iman yang menuntun kepada Tuhan Yesus Kristus.