2. Apa benar Tuhan menyuruh org yg sudah lahir baru berbahasa roh?

Manuel Pardede

JAWAB:

[CKM]:

Tidak.

Lahir baru terjadi secara monergis dan tidak ada campur tangan manusia, tanda dari seseorang lahir baru bukan berbahasa Roh tapi dia bisa merespon external calling/pemberitaan FT dari yang menginjili dan calling itu menjadi efektif oleh karena pekerjaan Roh Kudus, itulah lahir baru dan disanalah baptisan Roh Kudus terjadi untuk sekali dan selamanya tapi tidak ada dalam Alkitab bahwa tadanya harus berbahasa Roh. Namun yang menarik justru pada 1 Kor 14:22 (dipisahkan dari ay 21) dikatakan Bahasa Roh merupakan tanda untuk orang yang tidak beriman/tidak percaya, karena dalam Kis 2:1-13 rasul-rasul memberitakan Injil kepada orang-orang yang tidak percaya dengan menggunakan bahasa Roh. Sifat mujijat dari bahasa Roh itu menyebabkan orang-orang yang tidak beriman itu mau mendengar Injil itu. 

Tetapi orang yang percaya tidak membutuhkan pemberitaan Firman Tuhan yang bersifat mujijat, dan karena itu untuk mereka tidak dibutuhkan bahasa Roh. Jadi nubuatlah (dalam kontek ini bukan nabi yang bernubuat untuk masa depan karena jabatan nabi sudah tidak ada. Tinggal yang masih ada sekarang ini adalah fungsi nabi yang tidak lain adalah orang yang memberitakan FT dan menubuatkan bahwa jika seseorang mati tanpa Kristus maka orang itu pasti mengalami kematian kekal/kematian kedua) yang cocok untuk mereka.  Terakhir, lihatlah ayat 23 (bdk. Kis 2:13):

Kalau tadi dalam ay 22a dikatakan bahwa bahasa Roh adalah tanda untuk orang yang tidak beriman, lalu mengapa ay 23 mengatakan bahwa pada waktu orang-orang tidak beriman itu melihat orang-orang kristen berbahasa Roh, mereka menganggap orang-orang kristen itu gila?

Ada 2 jawaban: 

• Walaupun bahasa Roh merupakan tanda untuk orang tidak beriman, tetapi itu tidak berarti bahwa bahasa Roh itu akan mempertobatkan mereka (bdk. ay 21b yang menunjukkan penggunaan bahasa asing ternyata sia-sia). 

• Walaupun bahasa Roh itu adalah tanda untuk orang tidak beriman, tetapi karena orang Korintus menggunakan bahasa Roh itu secara salah (tanpa penterjemahan), maka orang tidak beriman itu akhirnya menganggap mereka gila. 

Tetapi satu hal yang menarik dari ay 23 ini ialah: kalau ada suatu gereja penuh dengan bahasa roh, lalu ada orang luar yang masuk dan meng-anggap mereka gila, maka yang disalahkan oleh Paulus bukanlah orang luar itu, tetapi gerejanya! Tetapi anehnya, jaman sekarang kalau hal itu terjadi, maka orang yang mewajibkan orang Kristen berbahasa Roh menganggap bahwa orang luar itu yang salah karena ia menghujat Roh Kudus!