5. Apa pendapat AskSophia tentang gerakan Karismatik?

Manuel Pardede

 

JAWAB:

[DSB]:

Perlu diketahui bahwa dalam gerakan karismatik masing-masing gereja mempunyai ajaran yang berbeda-beda (tidak seragam), tergantung dari gembala sidangnya. Karena itu pembahasan kami mengenai gerakan karismatik mungkin tidak sesuai dengan sebagian penganut ajaran ini. Namun demikian kami akan coba membahas secara umum dan garis besarnya saja mengingat gerakan karismatik sendiri mempunyai banyak sekali ajaran-ajaran yang berbeda dengan ajaran gereja tradisional/mainstream. Ajaran-ajaran tersebut kalau dibahas satu-persatu bisa membuat satu buku untuk masing-masing ajaran.

Hal yang utama yang perlu kita camkan dalam hati kita sewaktu membahas mengenai gerakan karismatik adalah: penganut aliran karismatik adalah saudara seiman, selama gerakan karismatik yang dianutnya mengakui Allah Tritunggal, keselamatan hanya oleh anugerah melalui Yesus Kristus, dan Alkitab sebagai Firman Allah yang menjadi pedoman hidup dengan otoritas mutlak dalam hidupnya. Banyak orang Protestan dan Reformed yang kebablasan dalam mengkritik gerakan ini sehingga menimbulkan perdebatan dan pertengkaran yang saling menyakiti, bukan saling membangun, padahal mereka adalah saudara seiman yang membutuhkan pengertian yang benar akan Firman Allah yang disampaikan dengan kasih dan lemah lembut.

Gerakan karismatik sendiri tumbuh subur di tengah kesuaman gereja tradisional, di mana gereja-gereja kurang menjalankan fungsinya untuk mengabarkan Injil dan mempertahankan teologia yang benar yang seharusnya tercermin dalam kehidupan sehari-hari yang mengubahkan masyarakat baik jemaat gereja maupun orang-orang di luar gereja. Dalam hal ini gerakan karismatik sudah menjadi shock terapi bagi gereja tradisional untuk melakukan pembaharuan dalam gereja. Sayangnya pembaharuan yang dilakukan seringkali bukannya kembali kepada Firman Tuhan, tetapi sekedar meng-copy hal-hal yang dilakukan gerakan karismatik, atau melakukan pembaharuan dengan tujuan yang salah misalnya untuk mempertahankan jumlah jemaat.

Sebagai saudara seiman, maka perlu juga kita mengingatkan beberapa hal yang menjadi kesalahan pengertian akan Firman Tuhan yang dipraktekan oleh gerakan ini. Beberapa dari kesalahan-kesalahan tersebut kami tuliskan secara singkat di bawah ini:

  1. Permasalahan utama pada gerakan ini terletak pada penafsiran Firman Tuhan yang dilepaskan dari konteksnya. Kita perlu mengetahui bahwa Alkitab kita perlu ditafsirkan dengan prinsip hermeneutika (ilmu tafsir) yang benar, sehingga menghasilkan teologi yang tepat dan konsisten. Sementara banyak sekali pendeta karismatik yang menafsirkan Alkitab tanpa disertai dengan prinsip hermeneutika yang benar, sehingga menghasilkan ajaran yang bermacam-macam, kadang saling bertentangan, tidak konsisten sehingga membuat Alkitab seakan-akan menjadi kehilangan sifat sempurna dan ketidakbersalahannya (infallible dan inerrancy). Banyak ajaran yang hari ini diajarkan, besok direvisi, bahkan kemudian tidak pernah terdengar lagi gaung dari ajaran tersebut. Misalnya ajaran tentang holy laughter, Toronto Blessing, debu emas, dan lain-lain. Penganut karismatik seringkali menganggap bahwa mereka cukup mengandalkan “suara Tuhan” dalam membaca dan mengerti Firman Tuhan. Bahkan sebagian yang ekstrim menyatakan “haram” apabila kita menggunakan otak/akal budi kita untuk mengerti Firman Tuhan. Padahal Firman Tuhan berkata bahwa kita harus menggunakan akal budi kita untuk dapat membedakan kehendak Allah.

    Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (Roma 12:2)

  2. Penekanan pada pengalaman dan emosi. Pengalaman dan emosi adalah bagian dari hidup manusia yang utuh dan penuh saat semuanya digunakan untuk memuliakan Tuhan. Namun manusia mudah sekali menafsirkan pengalaman secara keliru, tanpa ada tuntunan dari Firman Tuhan. Seringkali pengalaman satu orang berbeda dengan yang lainnya sehingga pengalaman tidak dapat digeneralisasikan atau dijadikan ajaran atau dogma. Misalnya pengalaman pahit seseorang dengan bengkel motor A misalnya belum tentu dialami juga oleh orang lain di bengkel yang sama walaupun dikerjakan oleh montir yang sama. Hal tersebut juga berlaku dengan kesembuhan. Ada yang memang mengalami kesembuhan ajaib, tapi ada juga yang mengalami kesembuhan melalui obat dan dokter, sebagian lagi tidak dapat sembuh sampai kematian menjemput. Tidak dapat digeneralisir bahwa setiap orang Kristen pasti sembuh dari penyakit hanya karena ada orang Kristen yang mengalami mujizat kesembuhan.
  3. Bahasa Roh adalah kewajiban bagi orang Kristen. Kami pernah membahas mengenai hal ini pada tautan berikut ini https://asksophia.wordpress.com/2012/04/15/haruskah-kita-memiliki-bahasa-roh/
  4. Pengalihan dari beriman pada Tuhan menjadi  beriman pada iman itu sendiri. Kalau kita beriman pada Tuhan, artinya kita mempercayakan diri kita pada Tuhan untuk diperlakukan menurut kehendak-Nya, dan bukan kehendak kita sendiri. Adalah suatu pengertian iman yang ambigu, apabila kita mengatakan “beriman pasti sembuh”, atau “beriman pasti Pak Prabowo menjadi presiden”. Iman itu sendiri berarti suatu penyerahan diri penuh kepada Tuhan, bukan pada keyakinan diri sendiri. Dengan beriman pada iman, kita membuat Tuhan menjadi jin lampu yang dapat kita perintah sekehendak hati kita.
  5. Injil yang tidak seutuhnya. Injil seutuhnya berarti mengabarkan keberdosaan manusia, ketiadaan jalan keluar dan penyelamatan Allah melalui Yesus Kristus, dengan cara bertobat dan percaya kepada Kristus. Dalam hal ini, Injil sering dikabarkan separuh, di mana Yesus diberitakan sebagai penebus, penolong, konselor, mencintai kita, namun kurang atau bahkan tidak menyampaikan maut sebagai akibat dosa, bahwa kita harus bertobat dari dosa-dosa kita. Gerakan karismatik yang ekstrim Yesus hanya disampaikan sebagai penyembuh atau sumber kesuksesan belaka (pusatnya kepada diri sendiri, bukan Tuhan). Untuk point kelima ini, bahkan banyak gereja Protestan dan Injili pun jatuh pada kesalahan yang sama.
  6. Nubuat. Seringkali pengikut karismatik menyatakan mendapatkan nubuat atau penglihatan. Padahal yang terjadi adalah suara yang terdengar dalam hati (tidak audible – terdengar melalui telinga kita), dan penglihatan yang merupakan gambaran samar-samar yang ditafsirkan menurut apa yang ada dalam pikiran. Bahkan tidak jarang nubuat yang diutarakan  merupakan isapan jempol semata, atau pembohongan publik. Nubuat dalam Alkitab 100% berhubungan dengan rencana keselamatan Allah, tidak ada dalam Alkitab suatu nubuat untuk semata-mata kepentingan diri sendiri (misalnya jodoh). Nubuat dari Tuhan juga detail, bukan sekedar gambaran umum. Dan nubuat itu sendiri kalau memang berasal dari Allah selalu Tuhan teguhkan melalui tingkat ketepatan yang tidak kurang dari 100%. Ulangan 18:22 jelas mengatakan kepada kita untuk TIDAK mendengarkan perkataan hamba Tuhan yang tidak terjadi. Sayangnya pada masa kini jemaat sudah dibutakan oleh karisma dari nabi palsu tersebut, sehingga mudah sekali memaafkan apabila nubuatnya tidak terjadi. Misalnya nubuat bahwa Pak Prabowo akan menjadi presiden RI, ada juga nubuat seorang anak pendeta terkenal yang dinubuatkan akan menjadi hamba Tuhan, tapi kemudian direvisi menjadi calon legislatif. Selain itu ada juga nubuat yang merupakan gambaran umum yang tidak dapat diuji kebenarannya, misalnya nubuat tentang tahun penuaian, tahun berkat dan lainnya. Dari dulu tahun penuaian, secara data kekristenan belum bertumbuh signifikan di Indonesia, dan sampai sekarang pemerintah Indonesia belum jadi Kristen.

    apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya.”
    (Ulangan 18:22)

Sebenarnya masih banyak lagi kekeliruan yang terjadi karena penafsiran Alkitab yang menyimpang atau karena memang adanya kepentingan (uang dan kehormatan atau popularitas), misalnya tentang praktek minyak urapan yang menjadi jimat dan ilah baru, praktek pendukunan (pemanggilan arwah, penyembuhan yang palsu), dan lain-lain. Namun karena keterbatasan, kami tidak membahasnya semua, kami rasa hal-hal di atas sudah cukup menggambarkan gerakan karismatik pada umumnya. Yang patut jadi perhatian kita semua adalah, bahwa kita tidak boleh mudah percaya kepada mujizat, apalagi kepada nubuat “suara Tuhan” dari perkataan seorang hamba Tuhan, apabila mujizat dan nubuat itu tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Misalnya klaim berbahasa roh, padahal tidak ada seorang pun yang dapat mengkonfirmasi bahwa kalimat yang diucapkannya benar-benar bahasa roh ataukah hanya serangkaian kata-kata tanpa arti. Atau klaim mendengar suara Tuhan, padahal kesaksian hidupnya kacau-balau bahkan terancam masuk penjara karena pengelapan uang gereja. Atau klaim mujizat kesembuhan padahal dokter seringkali melakukan salah diagnosis, atau memang recovery tubuh sendiri (misalnya untuk penyakit-penyakit ringan).

Last but not least, ulasan mengenai ajaran karismatik di atas, bukan berarti pengertian kami Asksophia sudah sempurna, karena tidak ada 1 teolog pun dan tidak ada gereja yang sempurna, hanya Alkitab yang paling benar dan sempurna tanpa adanya kesalahan. Segala ajaran, gerakan perlu selalu diarahkan untuk mengacu kepada Firman Allah, sehingga tidak keluar dari jalur kebenaran.

Penjelasan yang sangat baik dan akurat mengenai gerakan karismatik juga dapat dibaca dari tulisan Pdt. Budi Asali di http://www.golgothaministry.org/kharismatik/kharismatik_01.htm

 

[CKM]:

Penjelasan mengenai ini terlalu panjang dan akan mungkin dan sudah menyakiti banyak orang. Sekarang tinggal Anda mau pilih mau jujur terhadap pengajaran Kitab Suci atau kepada manusia.

Untuk pembahasan yang lebih komprehensif silakan dibaca tautan berikut ini:

a.  “Why Is the Charismatic Movement Thriving in Africa” (http://wp.me/PDYBW-OT)

b. Dangers of The Charismatic Movement (http://wp.me/PDYBW-Es)

silakan baca dan Anda bisa menilai.