Kita mengakui bahwa Allah kita adalah Allah Tritunggal, 1 esensi 3 pribadi yang setara dalam kuasa dan kemuliaan.

Namun dalam Yoh 14:28 “Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.”

apakah ini berarti memang ada hirarki dalam Allah Tritunggal?

juga pada systematic Theology Louis Berkhof dikatakan bahwa Yesus diperanakkan oleh Allah Bapa (eternal generation). apakah ini berarti ajaran sesat, ataukah justru sejalan dengan hirarki Allah Tritunggal?

dh

[JAWAB]:

[CKM]:

Dalam Tritunggal ontologis jelas terlihat adanya satu tingkatan tertentu. Dalam subsistensi personal Allah Bapa adalah yang pertama, Allah Putera yang kedua dan Allah Roh Kudus yang ketiga. Tidak perlu dikatakan bahwa tingkatan seperti ini sama sekali tidak berurusan dengan prioritas waktu atau kemuliaan esensial, akan tetapi hanya pada tingkatan logis derivasi.
Allah Bapa tidak diperanakkan dari atau mendahului Pribadi-pribadi yang lain; Allah Putra secara kekal diperanakkan oleh Bapa dan Roh Kudus keluar dari Bapa dan Anak dari kekal sampai kekal.  ‘Dihasilkan’ dan ‘dikeluarkan dari’ terjadi dalam keberadaan ilahi dan menyiratkan adanya sub-ordinansi dan cara subsitensi personal, tapi sebetulnya tidak ada sub-ordinansi kalau dilihat dari kepemilikan esensi ilahi. Tritunggal ontologis ini dan juga tingkatan setaranya adalah dasar metafisik dari Tritunggal ekonomis. Maka wajar saja bahwa tingkatan yang ada dalam eksistensi Tritunggal esensial senantiasa tercermin dalam opera ad extra yang lebih tertuju pada masing-masing pribadi.

Maka secara paradoxcial kita bisa mengatakan Pribadi-Pribadi Allah Tritunggal adalah setara dan sekaligus bertingkat. Setara dalam status keilahiannNya dan bertingkat dalam ordo tugasNya.