Syalom, saya mau bertanya. Saya dan pacar pernah petting, ciuman bibir dan sekwilda. Namun kami tidak sampai melakukan hubungan seks (kopulasi ataupun oral seks). Hingga pada akhirnya saya merasa diingatkan Tuhan bahwa hal-hal yang sudah saya dan pacar lakukan sebenarnya adalah dosa besar. Saya dan pacar sangat menyesali, dan kami berjanji bahwa tidak melakukan hal2 yang melebihi batas wajar lagi.

Yang jadi pertanyaan saya, apabila suatu saat nanti saya dan pacar ingin menikah, apakah saya dan pacar saya bisa menikah secara kristiani di gereja?
Terima Kasih
HS

[JAWAB]:

[DSB]:

Dear HS,

Kami harus mengacungkan jempok kepada HS dan pasangan karena bertekad hidup kudus dalam pacaran di tengah lingkungan yang sangat memprovokasi kita untuk melakukan seks bebas kapan saja di mana saja.

Sayangnya untuk pertanyaan HS, sebenarnya kami bukanlah pihak yang kompeten untuk menjawab hal tersebut, karena setiap gereja mempunyai peraturan yang berbeda. Biasanya yang menjadi patokan dari beberapa gereja memang adalah sudah atau belum melakukan persetubuhan. Tetapi terus terang kami tidak mengetahui peraturan di semua gereja.

Daripada bingung dan menjadi gelisah atas hal tersebut, kalau memang Anda berdua mau menikah, lebih baik berkonsultasi kepada pendeta setempat. Anda dan pasangan dapat memperoleh bimbingan yang tepat dan akan sangat membantu Anda berdua untuk mempertahankan janji untuk tidak mengulanginya kembali. Menurut kami, konsisten dalam menjaga kekudusannya sendiri jauh lebih penting daripada sekedar diteguhkan pernikahannya di gereja atau di luar gereja. Karena begitu HS melewati garis batas kekudusan (melakukan hubungan intim), maka HS sudah tidak bisa balik kembali. Ke gereja bisa saja bohong, tetapi akibat lainnya akan tetap harus dihadapi oleh HS.

Kami akan mendoakan HS untuk bisa menjaga kekudusan hidup HS. God be with you both.

[DSB]