Selamat pagi.. Saya mau bertanya tentang Suara Tuhan…
Saya sudah 5 tahun menjalin hubungan dengan seorang pria dan masing-masing keluarga pun sudah saling mengenal dan memberi restu. Tapi ada 1 masalah didalam hubungan kami. Ada seorang wanita di satu geraja dan pelayanan yang sama dengan kekasih saya itu mengatakan dan bicara langsung kepada saya bahwa kekasih saya itu merupakan jodoh wanita itu yg dia dapat dari “Suara Tuhan”. Wanita itu sering mengganggu dan meneror saya. Kekasih saya sudah bertindak tegas kepada wanita itu tapi wanita itu masih tetap bersikeras dan bahkan meminta bantuan ibu PA nya..
Ibu PA nya pun membenarkan dan menyalahkan saya dan saya diminta untuk menerima saja dengan alasan bahwa sebelum saya dan kekasih saya menikah, ketika ada orang lain yang berdoa dan mendapat “Suara Tuhan” bahwa kekasih saya itu jodohnya maka hal itu adalah hal yang wajar dan saya diminta putus dari kekasih saya. Apakah gereja mengajarkan hal seperti itu tentang mencari pasangan hidup? Terima kasih

Cynthia Ferisca

[JAWAB]:

[DSB]:

Dear Cynthia,

Mengenai pasangan hidup, kami sudah pernah membahasnya bahwa sekalipun Tuhan menetapkan segala sesuatu di muka bumi ini, tetapi Tuhan menginginkan manusia memilih pasangan hidupnya sendiri dengan bertanggung jawab. (Silakan baca Pasangan Hidup: Jodoh atau Pilihan?) Maka dalam kesempatan ini kami ingin membahas mengenai apa yang sering dikatakan dengan “suara Tuhan”.

Kami dapat pastikan bahwa suara yang dimaksud dengan ibu PA tersebut bukan merupakan suara Tuhan. Alasannya adalah sebagai berikut:

  1. Suara Tuhan yang sejati pasti audible (terdengar secara fisik) dan jelas, bukan merupakan perasaan yang kuat di hati, atau suara hati. Bukan juga melalui tanda misalnya dengan “kalau besok si dia pakai baju biru, itu merupakan tanda Tuhan memberikan dia sebagai pasangan hidupku”.
  2. Setiap perkataan roh harus diuji, tidak boleh begitu saja diterima oleh kita (I Yohanes 4:1). Pertanyaannya bagaimana sang ibu PA dapat menguji perkataan anak PAnya, terlebih lagi kalau yang mendengar suara itu hanya diri anak PAnya saja?
  3. Tuhan tidak pernah memberikan nubuat untuk kepentingan pribadi, selalu untuk kepentingan kerajaan Allah(I Korintus 12:7) kecuali orang tersebut merupakan benang merah keselamatan umat manusia (yang tentu saja saat ini sudah tidak ada lagi karena Alkitab sudah lengkap ditulis – Wahyu 22:18).
  4. Kalau benar itu suara Tuhan, berarti Tuhan sudah berfirman, yang artinya setiap yang telah dikatakan itu harus ditulis dan dimasukkan ke dalam Kitab Suci kita.

Sayangnya istilah “suara Tuhan” sudah menjadi kesalahan fatal yang banyak dipraktekkan oleh penganut aliran karismatik dan pentakosta. Perlu disadari bahwa dengan pengertian suara Tuhan yang salah, setiap orang bisa mengklaim suara Tuhan. Masalahnya bukan hanya klaim tersebut tanpa pengujian, tetapi juga menyalahi prinsip-prinsip penting nubuat yang benar-benar dari Tuhan. Hal ini menyebabkan umat Tuhan terpecah-pecah, masing-masing mengikuti “suara Tuhan” nya sendiri. Bahkan suara Tuhan seringkali dianggap lebih tinggi dari Firman Tuhan, atau Alkitab malah dipakai secara eisegese (mencocok-cocokkan Firman Tuhan dengan pendapat kita) untuk membenarkan diri.

Karena itu Cynthia dapat mengabaikan permintaan wanita lain dan ibu PAnya tersebut. Apabila terlalu mengganggu karena terus-menerus meneror dan menekan Cynthia untuk meninggalkan sang kekasih, maka lebih baik meminta bantuan kepada hamba Tuhan setempat (carilah yang memiliki pengertian mengenai suara Tuhan yang benar) untuk menengahi hal ini. Semoga dengan demikian ada jalan keluar bagi permasalahan Anda.