Saya percaya bahwa Alkitab adalah Firman Tuhan dan saya percaya itu adalah kebenaran yg absolut dan mutlak, namun bagaimana juga cara kita menjelaskan kepada mereka yg belum percaya apalagi jika kita menggunakan ayat dalam Alkitab.

Mungkin banyak yg akan berkata : “Ya, itu kan kepercayaanmu, kalau Alkitab yg benar. Kalau kepercayaan saya, bukan itu yg benar, jadi apa yg kamu anggap benar, belum tentu benar menurut orang lain / agama lain.”

Jadi bagaimana menjelaskan kepada mereka bahwa Alkitab adalah kebenaran mutlak dan absolut?

Daniel

(bagian kedua)

 

JAWAB:

[MC]:

Sebenarnya pertanyaan Saudara dapat dibagi menjadi tiga bagian, yg pertama adalah apakah kebenaran itu bersifat absolut ataukah tidak. Yg kedua adalah bagaimana kita menggunakan ayat Alkitab dalam menghadapi orang yg belum percaya. Yg ketiga adalah bagaimana kita dapat meyakinkan kepada orang yg belum percaya bahwa Alkitab adalah Firman Allah dan merupakan kebenaran mutlak.

Pada kesempatan ini kami akan bahas pertanyaan kedua dan ketiga, yaitu bagaimana menggunakan ayat Alkitab dalam “menghadapi” orang yg belum percaya serta bagaimana kita meyakinkan mereka bahwa Alkitab adalah Firman Allah dan merupakan kebenaran mutlak.

Pembahasan untuk pertanyaan pertama dapat dibaca di sini (Apakah Kebenaran itu Mutlak?)

Saya pribadi, saya tidak terlalu setuju dengan orang-orang yg cenderung mengutip ayat Alkitab beserta alamatnya dalam percakapan mereka. Mengapa? Karena seringkali bila kita mengatakan misalnya, “Menurut Alkitab, yaitu menurut Roma 3:23, semua orang sudah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah, maka …”, pendengar yg bukanlah orang percaya akan memiliki sebuah kecenderungan.

Begitu mereka mendengar “menurut Alkitab” atau “menurut Roma”, mereka akan segera membangun benteng yang seringkali menghambat pesan yg akan kita sampaikan, padahal mungkin pesan yg kita sampaikan itu dapat mereka terima.

Maka bagi saya pribadi, bila saya hendak menggunakan sebuah ayat ketika kita sedang berbicara dengan orang yang tidak percaya, saya memilih untuk tidak “mencantumkan” asal muasal ayat tersebut.

Bila kita teliti metode penginjilan Evangelism Explosion, kita akan melihat bahwa meskipun skenario yg digunakan sebetulnya mengutip banyak sekali ayat, tetapi sumber ayat tersebut tidaklah pernah dinyatakan, bahkan di awal skenario, sama sekali tidak disinggung tentang Yesus.

Selain itu, saya juga hendak menunjuk kepada anak Tuhan di Indonesia yg saya anggap luar biasa, yaitu Bapak Basuki Tjahaya Purnama (Ahok).

Siapa sih orang Indonesia yg di tahun 2014 ini tidak mengenal sosok dan sepak terjangnya? Pada 30 Oktober 2013 ia menjadi tamu dari acara “Mata Najwa”, dan Najwa Shihab, sang tuan rumah Mata Najwa, bertanya kepadanya apakah Ahok tidak takut mati. Pak Ahok menjawab bahwa mati adalah keuntungan bagi dirinya. Jawaban Pak Ahok benar-benar mencengangkan seluruh penonton, termasuk bahkan Najwa Shihab sendiri. Najwa Shihab, yang adalah anak salah seorang pemikir Muslim terbaik dan terkemuka di Indonesia, seakan tidak percaya dan kagum dengan jawaban tersebut, nampak benar raut terkejut Najwa yg kebetulan saat itu diclose-up.

Bagi kita yg percaya, kita akan segera ngeh bahwa jawaban Ahok itu adalah kutipan dari Filipi 1:21 yang berbunyi “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan“, akan tetapi bagi mereka yg belum percaya, jawaban tersebut benar-benar luar biasa dan mengoncangkan. Efek pernyataan tersebut akan sangat berbeda bila Pak Ahok mengatakan, “Ya kan kata Alkitab juga, hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” Saya percaya sebagian besar orang akan segera “menutup kuping mereka”.

Maka kita lihat, penggunaan alamat ayat, sesungguhnya tidaklah efektif bila kita sedang berbicara dengan mereka yg belum percaya. Bahkan kalau kita teliti Perjanjian Baru, saat Yesus atau Paulus mengutip ayat, mereka tidak pernah mencantumkan dari mana mereka mengutip ayat tersebut. Jadi mengapa kita memaksa untuk memamerkan kemampuan kita menghafal ayat dan alamatnya kepada orang lain yg belum percaya?

Pertanyaan ketiga, yaitu bagaimana kita meyakinkan orang belum percaya bahwa Alkitab adalah Firman Tuhan dapat kita jawab dengan mudah.

Kita tidak akan pernah dapat meyakinkan orang belum percaya bahwa Alkitab adalah kebenaran dan Firman Allah.

Mengapa? Karena hanya orang percaya yg telah dilahir barukan yg dapat menerima Alkitab sebagai kebenaran dan Firman Allah. Tanpa kuasa dan karya Roh Kudus mustahil seseorang dapat menerima Alkitab sebagai Firman Allah, tidak peduli sebanyak apa bukti internal dan external (silakan baca artikelnya di sini Darimana Kita Tahu Bahwa Alkitab Itu Benar?) yg kita berikan, mereka tidak akan pernah dapat melihat kebenaran tersebut.

Tetapi kita harus ingat, bahwa kebenaran bersifat absolut, baik kebenaran itu berasal dari Alkitab maupun bukan dari Alkitab. Maka yg harus kita cari adalah cara untuk menyampaikan kebenaran Firman Allah dalam Alkitab tersebut. Tentu saja kita harus selalu ingat bahwa cara terbaik untuk mengabarkan kebenaran Firman Allah adalah dengan kesaksian yg kita berikan melalui hidup kita sehari-hari.