Gimana sih caranya supaya hati bisa menghormati pembicara yang…

1) doa tapi sambil teriak-teriak, seolah olah marah dan maksa pda Tuhan

2) di argumennya banyak logically fallacies

3) bicara sains tanpa pengetahuan dan data yang benar

4) Banyak bicara, tapi poin yang disampaikannya minim

Saya merasa sulit sekali menghargai apalagi mau mendengarkan pembicara yang seperti itu menurut team sophie aku harus gimana?🙂

brightmagician

JAWAB:

[CKM]:

Perlu diketahui bahwa pendeta memang bukan manusia super, dia dalam berbagai hal sama lemahnya dengan kita karena sama-sama adalah orang berdosa yang ditebus oleh Kristus.

Tidak semua pendeta di jaman sekarang adalah pendeta hasil panggilan Tuhan yang jelas dalam hidupnya. Pendeta jaman sekarang banyak hanya dianggap sebagai salah satu profesi karier semata. Sebab itu maka banyak orang yang mau banting ‘setir’ menjadi pendeta oleh karena ternyata menjadi pendeta lebih cepat kaya dan disegani pula. Nah pendeta-pendeta demikian adalah salah satu penyumbang wajah jelek terhadap kekristenan.

Namun di sisi lain, terhadap pendeta yang tulus yang dia tahu jelas bahwa ia menjadi pendeta adalah karena Tuhan yang panggil dan jemaat pun bisa mengkonfirmasinya maka terhadap pendeta seperti itu dalam kelemahannya haruslah tetap kita hormati.

Sekarang saya akan coba menjawab pertanyaan Anda.

Gimana sih caranya supaya hati bisa menghormati pembicara yang…

1) doa tapi sambil teriak-teriak, seolah olah marah dan maksa pda Tuhan

Jawab:

Ini tergantung karakter. Kadang ada orang yang memang pembawaannya tenang dan nyaris tanpa emosi. Sebaliknya ada yang begitu ekpresif sehingga tampak seperti marah-marah. Menurut saya yang harus disoroti bukan nadanya tapi isi dari doanya. Sepanjang tidak melanggar prinsip Alkitab, doa teriak-teriak dalam batas wajar maka tidak apa-apa. Saya katakan dalam batas wajar karena ada pendeta yang bukan sekedar teriak-teriak dalam doanya tapi juga sambil gebrak-gebrak meja. Walau ekspresif kita harus ingat bahwa Roh Kudus adalah Roh yang tertib. Doa yang dipimpin Roh Kudus, walau diucapkan demikian ekspresif tetap jemaat bisa mengaminkannya karena mengerti apa yang diucapkan si pendeta.

2) di argumennya banyak logically fallacies

Jawab:

Tadi di atas sudah saya tuliskan bahwa banyak orang menjadi pendeta hanya sekedar sebagai profesi saja atau tempat cari duit saja. Karena itu banyak sekai pendeta jaman sekarang yang tidak mau sekolah teologi baik-baik dan malah anti terhadap pendidikan teologi. Akibatnya wawasannya dan logikanya tidak terlatih dengan baik. Terhadap pendeta demikian kita harus yakin dulu bahwa ia sudah melakukan logically fallacies sehingga kita tidak di cap menghakimi. Setelah data cukup dan argumen kita juga cukup maka tidaklah salah bila kita atau Anda sebagai jemaat mensharingkannya langsung dengannya secara empat mata. Hal ini sesuai dengan tuntunan Alkitab agar baiklah kita menajamkan sesana. Dalam banyak kasus biarpun pendeta itu well educated namun tetap tidak tertutup kemungkinan imun untuk tidak melakukan logically fallacies. Kitapun sama. Maka kitapun perlu memeriksa diri juga.

3) bicara sains tanpa pengetahuan dan data yang benar

Jawab:

Sama dengan jawaban nomor 2. hanya saya tambahkan, sebetulnya bidang spesialisasi tidak hanya ada dalam pendidikan sekuler tapi juga dalam pendidikan teologi. Secara umum setiap orang Kristen harus bertanggungjawab dihadapan Tuhan terhadap ilmu yang dia pelajari. Maka misal Anda adalah seorang ekonom maka bagaimana Anda mempertanggungjawabkan ilmu ekonomi di hadapan Tuhan dan bagaimana Alkitab memandang ilmu ekonomi. Tidak semua pendeta Indonesia khususnya memahami itu karena dilatarbelakangi pada syarat pendidikan teologi. Pada umumnya di Indonesia pendidikan teologi bergelar dimulai dari S1 sedangkan di US misalnya dimulai dari S2. Sebelum masuk sekolah teologi harus mengambil S1 umum terlebih dahulu. Tujuannya agar si calon pendeta luas wawasannya. Maka dalam banyak kesempatan sebaiknya pendeta yang mengupas 1 tema science yang dipandang dari sudut Alkitab. Karena Alkitab dan science seharusnya tidak bertentangan, tetapi science harus diterangi oleh terang Alkitab. Syaratnya si pendeta harus rajin belajar.

4) Banyak bicara, tapi poin yang disampaikannya minim

Jawab:
Jika pendeta itu adalah memang tulus dan panggilannya jelas maka bisa jadi ini adalah salah satu kelemahannya yang harus Anda doakan. Jemaat wajib mendoakan pendetanya. Tidak semua pendeta mahir dalam menyampaikan sebuah pengajaran. Maka itu ada pendeta pengajar, pendeta musik, pendeta pastoral dan penginjil dll. Tapi dalam 1 level tertentu mereka semua bisa dan harus bisa berkhotbah walau tidak sebagus pendeta pengkhotbah atau pengajar.