Syalom,

Saya seorang perempuan berusia 22 tahun. Saya ingin sedikit share tentang hubungan saya, sekaligus ingin bertanya. Saya sudah menjalin hubungan dengan seorang laki2 (26 Tahun) kurang lebih 4 tahun..
Dalam masa 4 tahun ini, saya rasa lebih banyak masalah yang membuat kami bertengkar, baik itu masalah dari luar maupun dari pribadi kami sendiri. Ketika menyelesaikan masalah, pacar saya kecenderungannya lebih banyak diam, dan tidak ada penyelesaian, dan ujung-ujungnya masalah itu terlupakan begitu saja. Sedangkan saya ingin masalah tersebut dibicarakan dan diselesaikan. Perbedaan ini yang terkadang menjadi masalah buat kami berdua.
Selain itu, sekarang ini kami menjalin hubungan jarak jauh, dan saya tipe orang yang tidak terlalu bisa untuk hubungan jarak jauh.
Hal yang sangat mendasar bagi saya, dan sampai sekarang masih menjadi problema bagi saya:
1. Saya masih kurang yakin apakah dia sudah lahir baru atau belum walaupun dia seorang Kristen.
2. Dia perokok, saya tidak suka pria yang merokok (Dia berjanji akan berhenti sejak jadian, tapi sampai sekarang masih merokok walaupun sudah berkurang)
3. Sama sekali belum ada darinya pembicaraan yang serius tentang hubungan kami, ini yang membuat saya ragu, apa lagi saat ini kami jauh.
Pertanyaan saya: Apakah hubungan saya harus dipertahankan atau bagaimana? Mksh
Gbu
MD

 

JAWAB:

[DSB]:

Dear MD,

Terima kasih atas sharing Sdri, kalau melihat sudah menjalin hubungan selama 4 tahun tetapi Anda masih kurang yakin akan kelahiran barunya ini merupakan tanda tanya yang besar bagi Sdri. Karena sayang sekali Anda pada waktu itu mengikatkan diri dalam hubungan pacaran tanpa bisa memastikan terlebih dahulu kepastian kelahiran baru dari diri kekasih Anda. Kekristenan tanpa lahir baru sama dengan bukan seiman! Adalah hal yang sangat penting memastikan kelahiran baru seseorang sebelum mengikatkan diri dalam hubungan pacaran yang ekslusif itu.
Namun apabila Anda sudah terlanjur, langkah paling utama yang harus dilakukan saat mulai berpacaran adalah memastikan kelahiran baru sang pacar.
Kalau Anda sudah 4 tahun namun masih belum mengetahui iman sesungguhnya dari diri kekasih Anda, ini bukan hal yang bagus. Entah ini berarti Anda kurang dekat dengan si dia (karena jarak jauh?) atau karena sebenarnya Anda sudah melihat tanda-tanda ketiadaan Roh Kudus dalam diri kekasih Anda, namun Anda masih mengharapkan tanda-tanda keselamatan itu muncul dengan jelas dalam diri kekasih Anda.

Sdri MD, seseorang yang sudah lahir baru tidak akan mungkin terselubung. Mungkin seseorang tidak mengetahui kapan tepatnya dirinya lahir baru, namun dirinya, dan orang-orang di sekitarnya akan dapat bersaksi dari perubahan sikap, usaha untuk mengejar kekudusan yang terus-menerus dan kerinduan akan Allah dan Firman-Nya. Terlebih lagi kekasih hatinya, pasti dia mengetahui dari pembicaraan-pembicaraan yang dibahas, apakah penuh penyerahan diri pada Tuhan, atau hanya berputar pada kehidupan dirinya atau ambisi pribadinya. Orang yang telah lahir baru akan sangat jelas terlihat dari cara dia berpikir, dan bertindak. Mungkin dia masih melakukan dosa-dosa tertentu, tetapi pikirannya sudah diubahkan, dia tidak lagi menikmati dosa-dosa tersebut, tetapi berusaha berhenti melakukan dosa. Pemikirannya sudah berubah dari berpusat pada dirinya sendiri, menjadi kepada Allah, walaupun dalam bentuk yang paling sederhana.

Maka sebelum kita membahas hal-hal lainnya, sebaiknya MD dapat meyakinkan dulu keselamatan rohaninya, baru ada kemungkinan perbaikan ke hal-hal lainnya. Kalau bagi MD dia belum bertobat, kabarkanlah Injil dan tantanglah dirinya untuk menjadikan Kristus sebagai pusat hidupnya. Tanpa hal ini, Sdri MD haruslah memikirkan kembali kelanjutan dari hubungan Anda dengan kekasih Anda tersebut.