Dear Sophia

Apa konteks yg tepat utk “Ragi Orang Farisi” (Mat 16:6) pd zaman ini?

 

Herjaya

 

JAWAB:

[MC]:

Dear Herjaya,

Konteks ragi Farisi dalam Matius 16:6 dapat kita pelajari lebih jauh dari Lukas 12:1. Di ayat tersebut Yesus menyinggung mengenai ragi Farisi tersebut, yaitu bahwa ragi tersebut adalah kemunafikan. Bila kita teliti lebih lanjut ayat-ayat sebelumnya (Lukas 11:37-54), kita akan melihat lebih jelas lagi apa yang Yesus maksud, yaitu bahwa apa yang dilakukan oleh orang Farisi tidaklah lebih daripada “pertunjukan” semata. Segala sesuatu yang mereka lakukan tujuannya bukanlah untuk kemuliaan Allah, melainkan untuk kemuliaan diri mereka sendiri.

Lukas 11:46 juga mencatat suatu hal yang menarik, yaitu : “kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kamu sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jari pun.”

Ayat ini cukup menggambarkan fungsi ragi sebagai pemgembang dalam membuat roti. Dalam hal ini, orang Farisi menambah-nambahkan sendiri apa yang telah diperintahkan Allah kepada manusia.

Jadi bila kita lihat, ada tiga konteks ragi Farisi muncul pada jaman ini:

1. Kemunafikan, di mana ibadah dan kehidupan kita bukanlah untuk kemuliaan Tuhan melainkan untuk kemuliaan diri kita sendiri.

2. Legalisme, di mana seseorang menambah-nambah apa yang telah jelas diperintahkan Tuhan dan menerapkannya secara kaku.

3. Kekristenan plus plus, di mana seseorang mengatakan bahwa anugerah Allah dan karya Kristus saja tidak cukup untuk menyelamatkan manusia, sebaliknya manusia harus tetap menambahkan perbuatan baiknya agar ia
dapat diselamatkan atau agar ia dapat memperoleh jaminan keselamatan atau agar keselamatannya tidak hilang.