Ada argumen yang mengatakan bahwa Tuhan menciptakan manusia sebagai objek untuk dikasihi. Apakah Tuhan tidak sempurna sehingga membutuhkan objek untuk dikasihi? Trims🙂 Gbu

brightmagician

JAWAB:

[MC]:

Argumen bahwa Allah membutuhkan manusia sebagai objek untuk dikasihi sebetulnya bukanlah argumen dari Kekristenan sejati di mana Allah adalah Allah yang bersifat Tritunggal, yaitu satu esensi dengan tiga pribadi.

Pertama-tama, tentu saja kita amini bahwa Allah adalah yang sempurna. Salah satu makna dari kesempurnaan Allah adalah bahwa Ia tidak membutuhkan sesuatu apapun di luar diri-Nya sendiri.

Di sinilah mengapa Kekristenan mengklaim bahwa Allah yang benar dan sempurna adalah Allah Tritunggal, yaitu Allah dalam Kekristenan.

Allah Kekristenan sejati adalah Allah Tritunggal. Meskipun hanya ada satu Allah, tetapi Allah tersebut memiliki tiga pribadi yang berbeda. Di dalam kekekalan sebelum Allah menciptakan sesuatu apapun, ketiga pribadi Allah ini berelasi dalam hubungan yang sempurna, di mana Mereka saling mengasihi dan saling berkomunikasi. Yohanes 17:26 mencatat: “supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka.” Jelas sekali di dalam ayat ini bahwa Allah Bapak mengasihi Allah Anak. Hal ini juga tampak dalam peristiwa pembaptisan dan pemuliaan Yesus (Matius 3:16-17, Matius 17:1-5)

Bagaimana dengan Allah yang tauhid (Allah yang hanya memiliki satu pribadi seperti misalnya Allah dalam agama lain)?

Karena Allah tidak memiliki siapapun untuk berkomunikasi dan dikasihi, maka pernyataan Saudara adalah sangat benar, yaitu bahwa Allah membutuhkan ciptaan untuk dikasihi dan juga untuk berkomunikasi. Terlebih lagi, Allah juga MEMBUTUHKAN MANUSIA UNTUK MENGASIHI DIRI-NYA.

Karena allah yang tauhid membutuhkan sesuatu di luar diri-Nya, jelas allah model itu jelaslah tidak sempurna, dan bila tidak sempurna, maka pastilah allah tauhid bukanlah Allah.

Selain itu, allah tauhid juga tidak memungkinkan kita untuk mengasihi, karena bila allah tidak pernah mengasihi sesuatu sebelum dunia dijadikan, maka kasih pastilah bukan sifat allah tersebut, dan bila kasih bukanlah sifat allah tersebut, maka tidak mungkin manusia yang adalah ciptaan akan pernah belajar sesuatu yang namanya adalah kasih.

Bersyukurlah karena Allah kita telah menyatakan diri-Nya sebagai Allah Tritunggal, sehingga “serangan” dalam pertanyaan Saudara tidak berlaku bagi Allah kita yang adalah Allah yang sesungguhnya.

[DSB]:

Mengapa Allah menciptakan manusia? Segala sesuatu yang Tuhan ciptakan tidak memiliki tujuan lain selain untuk diri-Nya sendiri.

 “Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan.” (Wahyu 4:11)

Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.(Kolose 1:16)

Tuhan menciptakan kita bukan karena membutuhkan kita, namun dalam kesempurnaan dan kemuliaan dan Kemahakreatifan diri-Nya, Allah berkenan membagikan kehidupan, kasih dan kebahagiaan-Nya melalui ciptaan-Nya. Itulah sebabnya saat Allah menciptakan segala sesuatu pada Kejadian 1, setiap kali Allah selesai menciptakan sesuatu, Ia melihat bahwa apa yang Ia ciptakan itu baik. Hal ini menunjukkan bahwa Allah puas akan segala ciptaan-Nya itu.