Apakah Yesus Benar-Benar Adalah Tuhan? Apakah buktinya?

 

JAWAB:

[DSB]:

Ada 2 bukti yang secara logis membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan.

1. Yesus mengklaim diri-Nya sebagai Tuhan.

2. Yesus benar-benar mati di kayu salib dan kemudian bangkit kembali dari kematian.

 

Yesus mengklaim diri-Nya sebagai Tuhan

Kami sudah membahas klaim Yesus tersebut pada tautan ini. Pada tautan tersebut sudah sangat jelas mengenai klaim Yesus sebagai Allah. Mengapa klaim ini adalah menjadi salah satu bukti bahwa Ia memang Tuhan? Karena hanya ada 3 kemungkinan seseorang dengan berani mengklaim bahwa diri-Nya Tuhan:

1. Dia PEMBOHONG

2. Dia GILA

3. atau Dia memang adalah TUHAN.

Silakan untuk menyangkali akal sehat dan bukti yang begitu jelas dan melimpah untuk mengatakan Yesus pembohong atau Yesus gila, tetapi penyangkalan itu tidak dapat merubah kenyataan bahwa Dia memang benar Tuhan.

Namun klaim ini memerlukan bukti kedua yaitu kebangkitan-Nya dari kematian. Bukti ini begitu penting, karena dengan kebangkitan-Nya menunjukkan kekuasaan-Nya atas maut, suatu pernyataan Mujizat yang paling agung, serta membuktikan bahwa segala perkataan-Nya itu benar, sempurna, tidak ada kesalahan dan sepenuhnya dapat dipercaya.

 

Yesus benar-benar mati di kayu salib dan kemudian bangkit kembali dari kematian.

Tatkala kita ingin membuktikan bahwa Yesus memang bangkit dari kematian. Pertama-tama kita perlu mengetahui dengan pasti bahwa Yesus pun benar-benar mati di kayu salib. Kematian Yesus dapat diyakinkan melalui bukti-bukti:

1. Berdasarkan sejarah mengenai penyaliban orang Romawi, tidak ada kemungkinan secara rasional bahwa seseorang tetap hidup setelah disalibkan menggunakan paku. Terutama bagi Yesus yang sebelum disalibkan telah disiksa sedemikian rupa dengan pukulan, cambuk dan mahkota duri.

2. Seorang serdadu Romawi yang ingin memastikan kematian Yesus pada waktu menusukkannya ke dalam lambung-Nya, dari lambung Yesus keluar darah dan air. Secara militer, seorang prajurit sangat ahli dalam menghabisi nyawa seseorang, tidak mungkin meleset dalam memastikan kematian korbannya. Secara medis, keluarnya air dari lubang tusukan tersebut menunjukkan bahwa tombak tersebut menembus paru-paru dan jantung. Cairan bening yang dimaksud adalah cairan pericardial effusion dan pleural effusion, cairan yang terkumpul di sekitar paru-paru dan jantung yang diakibatkan oleh kegagalan jantung akibat siksaan di kayu salib.

tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air. (Yoh 19:34)

Sedangkan bukti yang sangat kuat mengenai kebangkitan Yesus terletak pada kesaksian para wanita dan para murid.

1. Para wanita pada jaman itu tidak setara dengan pria, sehingga kesaksian dari seorang wanita akan diragukan pada masa itu. Namun Injil (Lukas 24:1-10) jelas-jelas menuliskan kesaksian dari para wanita yang pertama kali menyaksikan kubur kosong, termasuk Maria yang bertemu dengan Yesus yang telah bangkit. Kalau para murid ingin berbohong mengenai kebangkitan Yesus, tentunya para penulis Injil tidak akan menuliskan wanita sebagai saksi dari kebangkitan-Nya. (Yoh 20:11-18).

2. Para murid Yesus sebagian besar adalah nelayan, orang-orang yang miskin dan bukan orang terpandang. Bagaimana mungkin mereka yang kurang pendidikan itu, yang melarikan diri pada waktu Yesus ditangkap dan disalibkan (karena takut ikut ditangkap dan dihukum mati), dalam waktu singkat (40 hari saja) tiba-tiba menjadi orang-orang yang secara berani dan agresif menjadi saksi bahwa Yesus sudah bangkit dan naik ke Surga, bahkan rela kehilangan nyawa mereka untuk kepercayaannya itu? Mereka ini bahkan menjadi tiang-tiang pendiri gereja yang masih exist sampai saat ini. Secara logis, ketika suatu sekte atau bidat kehilangan pemimpinnya karena dibunuh, maka pengikut-pengikutnya akan kocar-kacir dan sekte itu akan padam. Namun Kekristenan tidak padam bahkan semakin tersebar ke seluruh dunia. Orang Farisi, orang Romawi memiliki kekuasaan yang jauh sekali lebih besar daripada murid-murid Yesus, tetapi mereka tidak mampu memadamkan keberanian dan kesaksian dari para rasul. Tidak ada penjelasan logis lain selain bahwa Yesus, Guru yang dianggap sebagai Tuhan mereka memang telah bangkit, dan hidup hingga detik ini.

Dalam Hukum Pidana Indonesia (KUHAP), suatu perkara dapat diyakini benar-benar dilakukan seseorang kalau ditemukan sekurang-kurangnya 2 alat bukti yang sah. Sedangkan yang termasuk dalam alat bukti yang sah adalah keterangan saksi dan keterangan ahli. Maka kesaksian dari 500 orang yang secara langsung melihat sendiri Yesus telah bangkit (setidaknya ada 2 dari antara mereka yang menuliskan kesaksian mereka melalui kitab Injil – Matius dan Yohanes) seharusnya sudah lebih dari cukup untuk membuktikan kebenaran kebangkitan Kristus. Terlebih lagi adanya Injil Markus yang menuliskannya berdasarkan kesaksian Petrus serta Lukas yang menuliskan Injil berdasarkan penyelidikan mereka terhadap para saksi mata tersebut.

Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar.
(Lukas 1:1-4)

 

Kalau semua yang dituliskan di Alkitab benar, maka  bukti di atas valid untuk masalah Ketuhanan Yesus. Nah, bagaimana kalau Alkitab ternyata sudah diubah atau diedit? Bukankah semua pemaparan di atas menjadi seperti tong kosong? Maka kita akan membahas pertanyaan tersebut pada posting berikutnya.