Apakah Alkitab yang ditangan kita saat ini sama dengan apa yang memang dituliskan oleh para penulisnya? Apakah Alkitab sudah diubah, diganti, diedit, direvisi atau dirusak? Dapatkah kita mempercayai Alkitab?

 

JAWAB:

[DSB]:

Pertanyaan ini sama pentingnya dengan 2 pertanyaan sebelumnya (Baca: Apakah Yesus benar-benar ada dalam sejarah? dan Apakah Yesus benar-benar adalah Tuhan?) untuk meyakinkan diri kita akan Kekristenan. Karena kalau memang Alkitab telah atau pernah diubah, maka data-data yang tertulis di dalam Alkitab menjadi tidak valid. Kisah-kisahnya mungkin telah mengalami perubahan (ditambah-tambahi atau dikurangi) sehingga apa yang sesungguhnya terjadi menjadi sulit dibedakan dengan apa yang hanya berupa dongeng.

Alkitab Kristen terdiri dari 2 kumpulan kitab yaitu Perjanjian Lama (PL) dan Perjanjian Baru. Kumpulan kitab yang menjadi bagian Perjanjian Lama dari Alkitab telah selesai ditulis dan disahkan menjadi kanon cukup lama sebelum Yesus lahir (penjelasan mengenai kanon Alkitab dapat dibaca pada: Inspirasi dan Kanonisasi Alkitab). Karena pada masa itu kanon PL ditujukan secara ekslusif untuk umat pilihan yaitu orang Yahudi, praktis keabsahan kanon PL tidak banyak dipermasalahkan. Setelah kekristenan lahir, kekristenan pun mengadopsi kanon PL yang sama dengan apa yang diakui oleh agama Yahudi pada waktu itu, sehingga pada saat perpecahan agama Yahudi menjadi Kristen, juga tidak mempermasalahkan kanon PL. Bahkan Yesus sendiri pun dalam berbagai kesempatan mengutip kitab-kitab PL, sehingga dapat diangap bahwa Yesus sendiri sudah menyetujui kanon PL.

Di sisi lain, kitab-kitab dan surat-surat para Rasul yang menjadi bagian Alkitab Perjanjian Baru (PB), justru memuat kisah satu-satunya manusia yang mengklaim diri-Nya sebagi Tuhan bagi seluruh umat manusia. Tuhan yang Esa, yang menjadi manusia, mengklaim diri-Nya sebagai satu-satunya jalan menuju ke Surga. Suatu klaim yang sangat serius yang mengandung makna apabila diri-Nya benar adalah Tuhan, maka semua tuhan dan agama di luar diri-Nya adalah salah dan bukan Tuhan yang sejati. Karena itu, dari dulu kitab-kitab dalam PB terutama 4 kitab Injil yang memuat laporan dari para saksi mata selalu menjadi target serangan dari berbagai pihak, termasuk dari bangsa Yahudi sendiri yang telah menolak Dia. Injil sering dikatakan sudah mengalami perubahan, sehingga tidak dapat dipercayai lagi.

Memang benar bahwa naskah asli Injil yang ditulis oleh tangan penulisnya secara langsung (yang disebut autograph) sudah tidak ada lagi pada masa kini. Naskah-naskah yang masih ada pada masa kini adalah naskah-naskah yang merupakan hasil salinan secara berulang-ulang dari naskah aslinya. Dan diakui pula bahwa sebagaimana telitinya pun manusia menyalin naskah-naskah tersebut, terdapat perbedaan-perbedaan antara salinan naskah yang satu dengan yang lainnya. Terkadang penyalin kitab suci menambahkan keterangan-keterangan kecil untuk memperjelas suatu tulisan yang kemudian disalin berulang-ulang oleh generasi-generasi penyalin selanjutnya.

Namun untuk menjawab tudingan bahwa Alkitab PB telah mengalami perubahan atau telah diedit, mari kita perhatikan tabel mengenai perbandingan naskah PB dengan naskah-naskah bernilai sejarah yang lainnya di bawah ini.

Naskah Waktu Penulisan Manuskrip paling awal Jumlah Salinan Tingkat keakuratan salinan
Caesar Abad 1 SM 900 M 10
Livy Abad 1 SM 20
Tacitus 100 M 1100 M 20
Thucydides Abad 5 SM 900 M 8
Herodotus Abad 5 SM 900 M 8
Demosthenes Abad 4 SM 1100 M 200
Mahabharata 90%
Homer Abad 9 SM 643 95 %
Perjanjian Baru 30 – 100 M 130 M 5.000 99 + %

Dari tabel di atas kita dapat melihat bahwa jarak waktu antara waktu penulisan PB dengan naskah tertua yang ditemukan hanyalah 30-100 tahun saja, dibandingkan dengan naskah-naskah lainnya, yang ternyata memiliki jarak waktu ratusan tahun lamanya. Jangka waktu yang begitu singkat (30 tahun) menunjukkan kedekatan salinan dengan naskah aslinya, dibandingkan dengan naskah-naskah sejarah yang lainnya. Naskah-naskah sejarah lainnya saja oleh sejarahwan diakui dan dianggap valid, bagaimana mungkin PB yang memiliki jarak waktu hanya 30 tahun malah dipertanyakan keabsahannya?

Seorang ahli bernama Bruce Metzger membuat perbandingan yang menarik antara naskah Perjanjian Baru dengan Homer dan Mahabharata.

Perjanjian Baru mempunyai 20.000 baris.  Dari 20.000 baris ini hanya ada 40 baris (400 kata)  yang masih dipertanyakan. Ini berarti keakuratannya :
(20.000 – 40) / 20.000 = 99,8 %.

Homer mempunyai 15.600 baris dengan 764 baris yang dipertanyakan. Ini berarti keakuratannya :
(15.600 – 764 )/15.600 = 95 %.

Mahabharata mempunyai 26.000 baris yang 10% nya masih dipertanyakan, yang berarti keakuratannya 90%.

Dengan demikian dari sisi dokumentasi, PB mempunyai dokumentasi yang jauh lebih baik dibanding dibanding naskah-naskah kuno lainnya. PB mempunyai lebih banyak manuskrip, mempunyai jarak waktu terpendek antara salinan dengan naskah asli, dan mempunyai tingkat keakuratan yang lebih tinggi.

Para ahli yang bersikap netral akan setuju bahwa Alkitab secara luar biasa terpelihara selama berabad-abad. Salinan-salinan Alkitab yang berasal dari abad 14 M hampir sama isinya dengan salinan-salinan dari abad ke-3 M. Ketika naskah-naskah Laut Mati (The Dead Sea Scroll) ditemukan pada tahun 1946, para ahli terkejut karena mendapatkan betapa serupanya naskah-naskah tersebut dengan naskah-naskah kuno PL lainnya sekalipun Naskah-Naskah Laut Mati umurnya ratusan tahun lebih tua dari yang pernah ditemukan sebelumnya. Bahkan banyak skeptik dan para pengeritik Alkitab yang mengakui bahwa Alkitab telah diteruskan selama berabad-abad dengan cara yang jauh lebih akurat dibanding dengan naskah kuno apapun.

Sama sekali tidak ada bukti bahwa Alkitab sudah direvisi, diedit, atau dirusak dengan cara yang sistematis. Jumlah yang besar dari naskah-naskah Alkitab (kira-kira 5000 naskah) dari berbagai masa menunjukkan tidak adanya usaha untuk mengubah Firman Tuhan tersebut. Sekalipun terdapat berbagai perbedaan minor (kurang dari 0.2%), namun tidak menghasilkan doktrin utama yang berbeda antara satu salinan naskah dengan yang lainnya.

Kesimpulannya, kita dapat memiliki keyakinan yang tinggi bahwa Perjanjian Baru yang kita miliki hari ini adalah PB yang sama seperti yang ditulis pertama kalinya. Kisah-kisah pada Injil yang kita baca sekarang ini, tidak disangsikan lagi merupakan laporan para saksi mata yang otentik yang dapat dipercaya.