kak, aku cowo kls 2 SMA dan aku jg sdh deket sm seseorang meski status gak berpacaran, kami sdh ky org pacaran, nah dia prnh jujur sm saya kl dia prnh ngelakuin yg gak bener sm mantannya dan lama kelamaan setelah kami deket 1 tahun lebih. jujur saya jd penasaran utk coba *maaf* ciuman krn blm prnh punya hub sedekat ini dg tmn cewe saya, dan kami pun lakukan itu tp stlh 2-3 kali lakuin kami smpet berusaha brhnti tapi bbrp bulan berikutnya kami malah jatuh ke yg lebih dalam ……..(cut)………..pikiran saya terus terganggu sama hal itu, sbnrnya saya nggak mau lakuin lagi krn saya sayang sm dia (awal” kenal bahkan saya janji jagain dia dan smpt blg kl sy gasuka sm org yg mesum dsb.) dan justru kata” itu bikin saya malu dan hancur bgt dah.

lalu slth minggu” yg kelam kami bergumul sm mslh ini dan tentunya karena dgr khotbah kesaksian dll di gereja kami putuskan buat nggak lanjutkan hubungan ini dulu, ya awalnya memang sulit krn kami saling sayang. tapi kak, saya merasa rendah banget karena setelah putus hubungan (tapi masih berteman) saya malah sering melakukan dosa dg diri sendiri *maaf* masturbasi, sy sendiri juga sdh kenal dosa ini dr kls 1 smp. dan wkt sy lakuin blkgn ini tanpa rasa bersalah, skrg sy takut kak sy harus gimana, pdhl sy prnh dgr kalau lakuin sesuatu yg sudah kita tau itu dosa kita gk dpt pengampunan gitu 😦 sy sedih kak, sy mau diubahkan, kembali lagi spt dulu dkt sm Tuhan tp skrg sy bnr-bnr jauh dan gak tau harus gimana. mohon bimbingannya kak. Jbu

 

Anonim

 

JAWAB:

[DSB]:

Dear An (anonim),

Suatu survey pernah diadakan untuk menghitung berapa persen pria yang melakukan masturbasi. Hasilnya 95% pria melakukan masturbasi dan 5% sisanya diragukan kejujurannya.
Data di atas kami sampaikan bukan untuk mengatakan bahwa masturbasi itu boleh dilakukan. Hingga kini dalam kekristenan masih terjadi perbedaan pendapat mengenai apakah masturbasi itu boleh atau tidak boleh dilakukan.
Namun ini yang lebih penting daripada menentukan apakah masturbasi benar atau salah, Firman Tuhan katakan “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. ” (Mat 5:28). Ini adalah rambu yang Tuhan sudah gariskan untuk kita lakukan. Tidak perlu banyak memikirkan mana boleh mana tidak, patokannya asalkan An sudah menginginkan (dalam arti seksual) seseorang, atau memandang seseorang dengan nafsu (dalam bahasa Inggris, kata “menginginkan” menggunakan kata “to look with lustful intent” – ESV), maka An sudah berdosa di dalam hati, sekalipun belum sampai melakukan masturbasi.
Sekarang bagaimana? Keputusan untuk menghentikan hubungan sementara waktu yang sudah diputuskan An menurut saya patutlah diacungkan jempol. Karena hanya sedikit orang yang mau berkorban dan berjuang untuk tetap hidup kudus. Memang benar sekali keputusan itu, karena pada prinsipnya dalam suatu hubungan, kecenderungannya kita akan semakin dekat dan intim dengan kekasih, sehingga tingkat pelanggaran kekudusan yang kita lakukan cenderung semakin meningkat. Pada saat ini saja terlihat bahwa Anda sedang memperlakukan teman wanita Anda itu sebagai objek seksual saja. Karena itu selama Anda belum bisa menguasai diri sebaiknya tidak menjalin hubungan dengan teman Anda tersebut.
Bagaimana mengatasi dosa seksual? Dosa seksual adalah sama seperti kita diminta untuk tidak memikirkan beruang pakai baju renang sedang makan lolipop. Saat kita berusaha untuk tidak memikirkannya, kita malahan memikirkan lebih banyak mengenai beruang tersebut. Cara yang efektif untuk dapat tidak memikirkan beruang tersebut adalah dengan cara memikirkan hal yang lain untuk pengalih perhatian Anda. Berdoa, lebih banyak merenungkan Firman dan beribadah, tidak serta-merta akan menghilangkan kebiasaan tersebut. Anda perlu mengisi waktu kosong Anda dan mengalihkan perhatian kepada hal-hal positif lain, misalnya pelayanan, olah raga, kegiatan sekolah dan organisasi lainnya.
Perlu An ketahui bahwa dosa “menginginkan” atau masturbasi tidaklah menghilang ketika seseorang telah berhasil menghentikan kebiasaan tersebut. Dosa seksual adalah bahaya laten yang dapat menyerang siapa saja, kapan saja, tanpa bisa seseorang pun yang immune atau bulletproof terhadapnya. Jadi hal ini jangan dipandang sebagai An yang sudah jatuh begitu dalam terhadap dosa, melainkan An memang sebagai seorang ABG sedang berjuang untuk tetap bisa hidup kudus di hadapan Tuhan. Hal ini bukan berarti kasih An kepada Tuhan telah berkurang, sama sekali tidak. Ini hanyalah suatu dosa (sama seperti dosa lain) yang mana kadang-kadang menggoda manusia untuk melakukannya. Ingatlah bahwa selama An tetap membina hubungan dengan-Nya melalui ibadah dan saat teduh, maka hubungan Tuhan dan An sama seperti sebelumnya. Tetaplah meminta ampun dan usahakan untuk mengalihkan pikiran An dari dosa ini.
Jangan percaya kepada suara-suara Iblis yang mengatakan bahwa dosa Anda tidak bisa diampuni. 1 Yoh 1:9 mengatakan, “Jika kita mengaku dosa kita maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan”. Percayalah pada Firman-Nya bahwa segala dosa kita akan diampuni bahkan akan Tuhan luruskan asalkan kita mengakui dosa kita itu.
Kami akan turut mendoakan Anda.
[DSB]