Kaka aku punya pertanyaan ttg poin” Calvinist (TULIP). Sjujurnya aku agak ragu ttg Preseverance of Saints. Apa ada contoh di alkitab? Bgmn mnurut kakak sendiri?

hj

JAWAB:

[CKM]:

Sebagai pendahuluan, harus Anda pahami bahwa 5 points Calvinisme merupakan suatu kesatuan, karena 5 points ini sangat berhubungan satu dengan yang lainnya. Karena itu, sebetulnya seseorang tidak bisa menerima hanya sebagian dari 5 points Calvinisme ini, karena ini akan menimbulkan pertentangan / ketidak-konsekwenan. Kita harus menerima semuanya atau menolak semuanya. Kedua, membatasi inti Reformed Theology secara umum ke dalam 5 poin itu adalah skandal historis dan intelektual. Akibatnya adalah orang tidak dipersiapkan untuk memiliki theological framework yang bertanggung jawab dan cukup matang untuk bisa menerima poin-poin  yang diperdebatkan di Canons of Dort dengan benar. Tidak heran kalau poin-poin tersebut lebih banyak diperdebatkan ketimbang disyukuri.

Perseverance of the Saints merupakan salah satu pengajaran yang teragung dalam Alkitab. Sekali Anda percaya, Anda tidak akan pernah terhilang, Anda tidak akan pernah masuk ke Neraka. Kristus akan selalu menjadi Juruselamat Anda. Nasib seseorang dalam kekekalan ditetapkan satu kali untuk selamanya sehingga ia tak harus mencemaskan nasibnya lagi.
Doktrin ketekunan orang kudus (Perseverance of the Saints) merupakan pengajaran dimana orang percaya, yang telah mendapatkan anugerah Allah dan dilahirkan kembali, tidak akan pernah kehilangan anugerah tersebut atau pun jatuh dari anugerah tersebut, dan mendapatkan jaminan sampai memperoleh keselamatan yang sempurna. Tetapi, doktrin ini sama sekali tidak pernah mengatakan bahwa dia tidak akan jatuh ke dalam dosa untuk sementara waktu. Hal ini memang sering terjadi di dalam suatu kehidupan Kristen. Jelas setan tidak akan pernah tinggal diam di dalam usahanya untuk menjatuhkan seorang Kristen, tetapi Allah tetap menjaga agar orang tersebut tidak sampai disesatkan. Atau dengan kata lain, seorang Kristen mungkin bisa mengalami kemunduran di dalam kehidupan imannya tetapi dia tidak akan pernah dikalahkan secara mutlak oleh setan.

Doktrin ini mengajak kita melihat secara keseluruhan, bahwa orang pilihan yang sudah mendapatkan anugerah, pasti akan mengalami kelahiran kembali dan dengan demikian akan memasuki keadaan anugerah. Akibatnya ia tidak akan gagal di dalam anugerah atau jatuh dari kedudukan itu, karena sepenuhnya berada di dalam kondisi anugerah, sehingga ketika ia masih bisa jatuh ke dalam dosa, hal itu tidak akan menghilangkan status anugerahnya dan kelahiran kembalinya.

Juga doktrin ini tidak bermaksud mengatakan bahwa ketekunan itu merupakan upaya manusia murni, yaitu suatu usaha manusiawi untuk bertekun di dalam keselamatan, sehingga akhirnya manusia mempunyai hak untuk mendapatkan keselamatannya setelah selesai menjalankan ketekunannya. Memang ada kaitan dengan kehidupan orang percaya, yang telah kita bahas sebelumnya, yaitu: penyucian. Maka kita harus mengerti ketekunan orang kudus sebagai:

TINDAKAN ROH KUDUS YANG TERUS-MENERUS DALAM DIRI ORANG PERCAYA, YANG OLEHNYA KARYA ANUGERAH ILAHI YANG DIMULAI DALAM HATI MANUSIA TERUS DILANJUTKAN DAN DIBAWA SAMPAI KEPADA KESEMPURNAANNYA.

Karena sesungguhnya ketekunan orang-orang kudus bergantung kepada Allah. Karena Allah bertekun di dalam kasih-Nya kepada Gereja, maka Gereja bertekun di dalam mengasihi-Nya.

Ketekunan orang-orang kudus dapat disamakan dengan pemeliharaan Allah. Allah tidak hanya menciptakan seluruh alam semesta ini, tetapi Ia juga memeliharaNya. Bila Allah menarik kuasa-Nya hanya satu detik saja, maka seluruh alam semesta akan hancur ke dalam kekosongan seperti sebelum penciptaan. Allah yang mencipta dan memelihara seluruh alam semesta. Hal ini juga terjadi dalam kehidupan rohani kita, Allah bukan hanya menciptakan kita kembali (regeneration), tetapi Ia memelihara supaya rohani kita tetap hidup. Bila Ia mengambil Roh Kudus-Nya dari kita satu detik saja, maka kita juga akan hancur ke dalam keadaan kita yang rusak seperti sebelum kita menjadi percaya (Yudas 1, 24; Yehezkiel 11:19; 36:27; Ulangan 30:6). Demikianlah ketekunan Allah yang berlangsung terus menerus merupakan dasar dari ketekunan orang kudus.

Alkitab memberikan pernyataan yang langsung menunjukkan bahwa orang percaya akan mendapatkan kepastian akan kehidupan yang kekal. Tuhan akan turut bekerja di dalam kehidupan orang percaya, memelihara dan menopangnya, sehingga dengan demikian orang percaya tidak akan sampai terjatuh dari anugerah keselamatan Allah. Hal ini dinyatakan di dalam Yoh 10:27-29; Rom 11:29; 2Tes 3:3, dll.

Alkitab berulang kali menjanjikan bahwa orang yang percaya kepada Yesus mendapatkan hidup kekal (Yoh 3:16, 36 Yoh 6:47, dsb.).

Yang ingin saya tekankan di sini adalah kata ‘kekal’, yang berarti terus menerus tanpa ada akhirnya. Kalau orang Kristen yang sejati, yang sudah betul-betul diselamatkan bisa jatuh dalam dosa sedemikian rupa sehingga tersesat, murtad dan akhirnya terhilang, maka sebetulnya pada saat ia percaya kepada Yesus, ia bukannya diberi hidup kekal, tetapi hidup bersyarat. Apa syaratnya? Syaratnya adalah jangan sesat / murtad. Kalau memang ini keadaannya, maka keadaan orang Kristen sejati itu sama seperti keadaan Adam sebelum jatuh ke dalam dosa. Ia mempunyai hidup, tetapi bukan hidup kekal, melainkan hidup bersyarat. Apa syaratnya: tidak makan buah terlarang.

Tetapi tidak ada bagian Alkitab manapun yang mengatakan: percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan mendapat hidup bersyarat. Itu bukan ajaran Alkitab, dan dengan demikian ajaran Arminian tidak sesuai dengan Alkitab. Alkitab mengajarkan: yang percaya kepada Yesus mendapatkan hidup kekal. Karena itu tidak ada apa pun yang bisa membuat mereka kehilangan hidup tersebut.

Dengan kata lain, ketekunan orang-orang kudus berarti jaminan kekal. Orang yang menaruh kepercayaannya di dalam Kristus sebagai Juruselamat, berada dalam naungan Tuhan Yesus Kristus. Ia aman bersama Tuhan. Tidak ada yang dapat mengganggunya. Ia akan (pasti) masuk sorga. Dan ini untuk selamanya, bukan hanya untuk sementara. Ia memiliki jaminan kekal.

Dasar Alkitab: Yohanes 3:16, 36; 5:24; 6:39; 10:26-29; 1 Yohanes 5:13; Roma 8:37-39; Efesus 1:13,14.

Kita lihat dan coba mengerti 1 bagian Alkitabm yaitu YOHANES 10:28-29:

1.“HIDUP YANG KEKAL”

Satu istilah ini saja cukup membuktikan “ketekunan orang-orang kudus.” Karena bila seseorang meninggalkan iman setelah ia menjadi percaya, maka hidup yang Yesus janjikan baginya bukanlah hidup yang kekal, melainkan hidup yang sementara. Tetapi Yesus mengatakan bahwa Ia memberi hidup yang kekal.

2.“MEREKA PASTI TIDAK AKAN BINASA”

Bila, seperti pendapat Arminian, bahwa seorang percaya dapat kehilangan imannya, maka berarti orang percaya akan binasa. Tuhan Yesus mengatakan bahwa mereka pasti tidak akan binasa. Bukti dari ketekunan orang-orang kudus tidak bisa lebih jelas dari kata-kata Yesus ini. Bila seandainya ada Thomas-Thomas masa kini yang masih merasa ragu-ragu, perhatikanlah fakta ketiga yang menyingkirkan semua kekuatiran yang masih tertinggal.

3. “SEORANGPUN TIDAK AKAN MEREBUT MEREKA DARI TANGANKU”

Betapa pasti pernyataan yang Yesus berikan! Tidak ada seorangpun yang dapat menyebakan domba-dombaNya terhilang. Iblis tidak dapat melakukan itu, demikian juga guru-guru maupun teman-teman. Tak ada yang dapat merebut orang percaya dari tangan Yesus.

Tentunya tidak perlu ada keraguan lagi mengenai pengajaran Yesus tentang jaminan kekal. Ketiga pernyataan Yesus di atas sungguh jelas dan pasti. Tetapi agar sama sekali tidak terjadi kesalahpahaman, Yesus memberikan fakta yang keempat.

4.“BAPAKU, YANG MEMBERIKAN MEREKA KEPADAKU, LEBIH BESAR DARIPADA SIAPAPUN, DAN SEORANGPUN TIDAK DAPAT MEREBUT MEREKA DARI TANGAN BAPA”

Bapa Maha Kuasa. Ia lebih besar dan lebih kuat daripada semua manusia dan Iblis. Maka kesimpulan yang tak dapat dihindari adalah bahwa tak ada yang dapat merebut domba-domba Allah dari tangan-Nya. Ini merupakan kesimpulan yang sangat kuat dan menegaskan mengenai fakta pemeliharaan orang-orang kudus. Bila setelah mengetahui semua ini, masih ada yang meragukan tentang jaminan kekal, maka ia sama seperti orang buta.

Penyangkalan terhadap doktrin ketekunan orang suci akan mengakibatkan keselamatan manusia bukan lagi tergantung anugerah, tetapi murni tergantung pada upaya manusia. Penyangkalan doktrin ini berarti:

a. Menyatakan anugerah keselamatan Ilahi sebenarnya fiktif atau tidak memiliki kekuatan apa pun bagi manusia, karena tetap tidak merubah manusia secara hakekat.

b. Penyucian hanya merupakan upaya manusiawi yang berakhir dengan jasa manusia, sehingga jika Allah harus memberikan keselamatan, itu adalah hutang Allah terhadap perbuatan baik manusia.

c. Seluruh penyertaan dan bimbingan Roh Kudus tidak memiliki peran dan kekuatan apapun dalam diri manusia, sehingga karya Roh Kudus dapat dikatakan tidak berdampak apapun bagi keselamatan manusia.

d. Tidak mempunyai jaminan keselamatan.

Dan kalau memang keselamatan akhir tergantung manusia itu sendiri, maka itu menyebabkan orang Kristen berada dalam posisi yang sangat genting/berbahaya.

Justru doktrin ketekunan orang kudus yang menyebabkan manusia bisa semakin menghargai dan menghormati karya keselamatan yang Allah kerjakan dan sediakan bagi umat pilihan dan membawa kita semakin hidup mempermuliakan nama-Nya.

Mengenai hal ini Calvin pernah berkata seperti demikian,”Karena keselamatan adalah dari Allah, dan sama sekali tidak ada bagian dari keselamatan yang bergantung pada suatu kondisi yang diitemukan pada orang-orang pilihan, tetapi sepenuhnya tergantung pada Allah yang telah menghendaki untuk menyelamatkan mereka yang diberikan-Nya kepada Anak Tunggal-Nya, yaitu keselamatan yang tidak pernah hilang. Orang-orang kudus Allah pasti akan bertekun karena Ia telah memberikan janji-Nya kepada mereka dari Dia bahwa tidak ada mahluk yang dapat menjauhkan mereka dari Dia. Kita akan bertekun karena Ia menghendaki kita untuk bertekun!”

Puji bagi Allah sumber segala berkat. Puji Allah Bapa untuk kasih-Nya yang telah memiliki kita. Puji bagi Allah Putra untuk kematianNya yang menebus kita. Puji bagi Allah Roh Kudus untuk karya-Nya yang tidak dapat ditolak di dalam kita. Puji bagi Allah Tritunggal untuk pemeliharaan-Nya atas kita hingga akhir. Itulah Doxology kita sebagai umat percaya.

Penjelasan lebih mendetil silakan membaca:
1. Perseverance of the Saints

2. The Five Points of Calvinism (A Brief Summary)