ada yang ingin saya pertanyakan sehubungan dengan pernikahan menurut agama kristen, sbb :
– Apakah konsekuensi menikah dengan orang yang berlainan agama ( misalnya katolik ) dan apakah bisa mengakibatkan dosa sehingga membatalkan keselamatan yang telah kita peroleh, karena tidak taat.
mohon masukannya
NN

tak_mesra

JAWAB:

[DSB]:

Dear nn,

Keselamatan tidak ada hubungannya dengan perbuatan kita apa pun itu, tetapi hanya karena anugerah oleh iman.
Firman Tuhan mengatakan bahwa
“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman, itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah. Itu bukan hasil pekerjaanmu, jangan ada orang yang memegahkan diri.” Efesus 2:8-9
Dari ayat ini jelas sekali menyatakan bahwa keselamatan manusia hanyalah terjadi oleh anugerah, dan hanya oleh iman saja. Tidak ada perbuatan apa pun termasuk memilih suami/istri yang dapat membatalkan keselamatan kita.
“Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Roma 8:38-39)
Namun, ketaatan pada perintah Tuhan merupakan CIRI seseorang yang sudah diselamatkan. Karena iman sejati mempunyai implikasi seseorang akan berusaha taat, bukannya sengaja melakukan perbuatan yang tidak taat.
Yakobus 2: 20, 26 mengatakan,
“Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong? ….  demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.”
Iman sejati akan tercermin dalam perbuatannya. Perbuatan-perbuatan yang taat pada perintah-Nya itulah yang menunjukkan seseorang sudah dilahirkan kembali atau belum.