saya sudah berulang kali melakukan hubungan seks. sy ingin skali agar tdk jatuh lagi . tetapi sy tdk ingin di tinggalkan pacar saya . karena dialah orang pertama dalam hidup sy . bgmn solusi yg terbaik? Trimaksih
Meme (bukan nama sebenarnya)

JAWAB:

[DSB]:

Dear Meme,

Kami turut merasakan apa yang dirasakan Sdri Meme. Di tengah rasa sukacita memiliki kekasih, di dalam hati Meme merasakan ketakutan yang sangat. Takutnya bermacam-macam: takut ketahuan, takut hamil sampai takut ditinggal pacar.

Kami mendapatkan kesempatan bercakap-cakap dengan beberapa wanita yang mengaku telah melakukan hubungan seksual sebelum menikah. Satu hal yang sama dari mereka semua adalah: mereka semua merasakan ketakutan yang besar akan ditinggalkan oleh sang kekasih. Ternyata hal ini juga yang dirasakan oleh Meme.

Sekalipun ketakutan ini normal, namun sebagai pengikut Kristus, acuan kita terhadap suatu keputusan adalah Firman Tuhan, tidak ada yang lain. Sekalipun kami merasa sedih dengan kejatuhan Meme, namun masih ada harapan. Harapan ini dimulai dengan adanya keinginan dari dalam hati Sdri untuk tidak berdosa lagi.

Kami mencoba menguatkan Meme untuk berani. Kami rindu Meme berbalik dan datang kepada Kristus, Sang Konselor yang Agung, Imanuel yang akan selalu bersama dengan Meme kalau Sdri bersedia datang dan menyerahkan hidup Meme seluruhnya kepada-Nya. Memang waktu kita mengambil keputusan untuk lepas dari kubangan dosa dan memilih hidup benar di hadapan Tuhan, rasanya itu sangatlah tidak enak. Sama seperti perokok yang puluhan tahun merokok tiba-tiba tidak mendapatkan rokok. Sama seperti babi yang senang main di lumpur, tiba-tiba harus hidup tanpa kubangan itu. Namun percayalah, iman dan penyerahan kepada Tuhan tidak pernah sia-sia.

Kami mengajak Sdri Meme untuk berdoa dengan menggunakan kitab Mazmur. Cobalah untuk tiap hari membaca 1 pasal. Pasal demi pasal memberi kekuatan kepada kita tentang bagaimana hidup benar, hidup dilindungi dari yang jahat, juga tentang betapa hati kita yang begitu menderita dan membutuhkan kasih Allah. Dengan demikian kami berdoa agar Sdri bisa mengambil keputusan yang menyenangkan hati Pencipta Anda.