Shalom..
saya mau bertanya lagi nih, hehe😀
tentang Amsal 23 : 26 yang menuliskan untuk menyerahkan hati untuk Tuhan.
bagaimana sih caranya menyerahkan hati untuk Tuhan?
aku punya keinginan untuk sepenuh hati ikut Tuhan tapi aku engga tau caranya dari maksut amsal 23 tersebut, kalau cuma bicara aku menyerahkan hatiku Tuhan, itu tidak berdampak apa-apa bagiku, malahan aku bisa di tarik iblis kembali berbuat dosa.
itu saja, terima kasih🙂

IB

JAWAB

[CKM]:

Ayat ini meMbicarakan mengenai iman yang diuji. Permintaan Allah adalah, “Hai anakku, berikanlah hatimu kepadaku” (Amsal 23:26). Bukanlah intelek kita, talenta-talenta kita, atau uang kita, namun hati kita, itulah yang pertama Allah minta. Ketika kita telah merespon permintaan Allah, Ia mengulurkan tangan-Nya atas sesuatu yang paling istimewa dan paling kita sayangi, untuk membuktikan keaslian respon kita, karena Allah membutuhkan kebenaran dalam bagian batiniah dan bukan sekedar di bibir kita. Kehidupan orang percaya adalah suatu rangkaian ujian, karena hanya oleh disiplin yang dapat membuat karakter orang Kristen dibangun. Seringkali ada satu ujian terbesar, yang didahului dengan ujian-ujian lain sebagai suatu persiapan.

Selalu ada ujian besar tepat di awal, ketika seseorang pertama kali mendengar Injil. Yesus berkata, “Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku” (Lukas 14:33). Itu berarti Anda harus menginginkan Kristus lebih dari apapun juga. Dosa-dosa yang Anda kasihi harus pergi. Apa yang Anda miliki di dunia ini harus menduduki tempat kedua. Indulgensi tersembunyi harus diserahkan. Anda tidak dapat melayani hal-hal itu dan menjadi seorang Kristen pada saat yang sama! Seseorang berkata, “Namun ini akan merusak karir saya.” Yesus berkata, “Kamu tidak dapat melayani Allah dan mammon” (Lukas 16:13). Yesus berkata, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya…” (Lukas 9:23). Di sinilah di mana banyak orang tersandung. Mereka ingin menjadi orang-orang Kristen tanpa menyerahkan apapun. Mereka ingin diselamatkan tanpa mengubah apapun dalam kehidupan mereka. Mereka ingin mempertahankan beberapa dosa dan bertobat pada saat yang sama! Itu tidak mungkin! Itu tidak dapat terjadi! Itu tak terbayangkan, keluar dari suatu pertanyaan, dan suatu kontradiksi yang absurb! “ Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku” (Lukas 14:33).