holy-spirit-piccy (1)

Apakah Roh Kudus tinggal menetap pada orang percaya jaman PL atao bisa pergi? Kalau bisa pergi bagaimana dengan keselamatan mereka?

NN

JAWAB:

[CKM]:

Orang pada jaman PL percaya pada kedatangan Mesias maka dia selamat. Tapi sebelum PB, Roh Kudus tidak diberikan secara permanen. Waktu jaman PL ketika seseorang berdosa maka Roh Kudus bisa ditarik lagi. Itu sebab pada jaman PL tanda seseorang diberkati contonya adalah dengan harta. Beda pada jaman PB dimana Roh Kudus sudah dicurahkan dan diberikan permanan pada setiap orang percaya. Maka sekarang walau orang percaya melakukan dosa, Roh Kudus tidak keluar/ditarik lagi tetapi Roh Kudus akan mengingatkan kita untuk mengakui dosa dan memohon ampun. Contoh kasus, ketika Tuhan menunjuk Saul menjadi raja Israel, Allah juga memberikan Roh-Nya untuk menyertai dan memampukan Saul memegang jabatannya, namun Allah tidak memberikan Roh-Nya untuk tinggal diam dan menetap dalam diri Saul. Ketika Saul melakukan pelanggaran dan tidak taat kepada Allah, Roh Allah menjauh dari Saul. Demikian juga ketika Daud menjadi raja Israel dan jatuh dalam pelanggaran dosa yang sangat serius dalam perzinahan dengan Batsyeba dan pembunuhan Uria, Daud berdoa dan meminta supaya Roh Allah tidak meninggalkannya (Maz 51:13).

Hal ini berbeda pada jaman PB. Sebagaimana yang dijanjikan Allah dalam kitab Yoel, maka dalam PB Allah benar-benar memberikan Roh-Nya tinggal dan berdiam dalam diri orang Kristen secara menetap. Meskipun orang Kristen jatuh dalam perbuatan dosa atau kesalahan serius sekalipun Roh Kudus tidak akan meninggalkannya. Bahkan kehadiran Roh Kudus dalam diri orang Kristen merupakan jaminan dan meterai keselamatan hingga kedatangan Kristus yang kedua.

Jadi memang ada perbedaan cara kerja Roh Kudus di dalam diri orang Kristen pada jaman PL dengan cara Roh Kudus bekerja pada era PB. Di PL mereka selamat berdasarkan iman terhadap kedantangan Mesias. Dalam PL, Allah menceraikan Israel karena perzinahan rohani/penyembahan berhala yang mereka lakukan (Yer 3:8). Tetapi dalam PB, Allah tidak mungkin melakukan hal itu terhadap kita. Bandingkan dengan 2 Tim 2:13,”Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diriNya.”

Jadi, Orang-orang pada jaman PL, yang mempunyai hukum Taurat akan dihakimi berdasarkan hukum Taurat. Mereka akan selamat kalau mereka mentaati hukum Taurat secara sempurna, dan tentu saja tak seorang pun yang bisa taat secara sempurna. Mereka tetap bisa selamat karena iman. Pada waktu mereka mendengar hukum Taurat, yang jelas mencakup Kristus yang akan datang, dan mereka mempercayainya, maka mereka diselamatkan. Ini juga berlaku untuk orang-orang beriman / saleh yang hidup sebelum jaman Musa, seperti misalnya Abraham. Biarpun tak mempunyai hukum Taurat, tetapi mereka mendapatkan Firman Tuhan secara langsung. Firman Tuhan itu mencakup Kristus yang akan datang, dan karena itu kalau mereka mempercayainya, mereka dianggap percaya kepada Kristus, dan mereka diselamatkan.