money

Shalom .

Sekarang saya lagi ada pergumulan , dan saya ingin meminta pendapat & nasihat ..
Saya sudah lama beribadah di suatu gereja (Gereja B****l Indonesia) di salah satu perumahan di jakarta.
Gereja saya ini dulu kecil, sekarang jemaatnya bertumbuh pesat sekarang ada sekitar 2000 jemaat.
Dulu saya tidak terlalu memperhatikan kerohanian saya, asal cukup gereja itu mengundang pengkhotbah yg nyaman, lucu, tanpa pernah belajar apakah itu ajaran sesuai alkitab atau tidak,
Seiring berkembangnya waktu, saya semakin mengerti dan belajar untuk lebih mengerti Firman.
Sampai sekarang saya masih ikut proses untuk menjadi lebih baik lagi mengerti Firman.
Sekarang saya merasa ajaran gereja saya menyimpang dari alkitab.
Di Gereja saya, sekarang dicanangkan Tahun 2015 Tahun Kemakmuran.
Sebelumnya Tahun 2014 di canangkan Tahun 2014 Tahun Promosi & Berkat.
Apakah gereja saya sudah termasuk dengan Ajaran Teologi Kemakmuran ?
Sedikit saja sekilas ttg Gembala sidang saya.
Dulunya gembala sidang saya itu, orang susah (miskin) sekarang Tuhan telah menangkatnya menjadi orang yang diberkati (lebih dr cukup)
Gembala saya sering berkata, kalau panggilan pelayanannya adalah untuk orang2 yang miskin sehingga hidup mereka bisa diberkati menjadi kaya.
Gembala saya tergerak untuk orang2 seperti itu.
Jadi panggilannya untuk berfokus khotbah ttg Berkat.
Jujur sebagai anak muda & jemaat biasa, saya sangat tidak setuju dengan ditentukan tiap Tahun seperti itu, Dan saya perhatikan Fokus tahun2 itu hanya seputar : Berkat, Mujizat, Kemakmuran . (Segala hal yg disenangin oleh orang)
Dan berkata Tahun 2015 tahun Kemakmuran, itu Tuhan yang memberikan lewat peneguhan beberapa pendeta , dan setelah di lakukan puasa & doa.
Gembala saya paling tidak suka jika ada yg berkhotbah dan berkata kalau orang kristen itu miskin.
Dan pernah berkata sewaktu dia khotbah kalau ada pendeta mengajarkan orang kristen itu miskin, itu ajaran sesat.
Jujur, saya sebagai jemaat sangat tidak setuju dengan pandangnnya tersebut.
Saya mengerti mungkin latar belakang  (Pengalaman) gembala saya dari miskin kemudian diberkati menjadi kaya & terhormat.
Dan Beliau mengeneralisir semua orang percaya harus memiliki pengalaman yg sama seperti dirinya.
Saya heran jika memang benar tahun 2015 tahun kemakmuran bagi gereja saya.
Lalu bagaimana dengan gereja lain?
Seakan akan Tuhan tidak adil, hanya memberikan itu kepada gereja saya.
Sedangkan banyak gereja yg tidak mencanangkan seperti itu .
Saya juga tidak setuju jika berkata Orang Kristen PASTI KAYA & Tidak mungkin Miskin.
Sekalipun sekarang Miskin percaya saja Jika kita Hidup Takut Tuhan pasti Nanti akan menjadi Diberkati .
Saya selalu ingat kisah Janda miskin yang memberi , dan dipuji Tuhan,
Jika memang ” Kemiskinan” dianggap aib bagi orang percaya lalu kenapa kisah Janda Miskin ada di alkitab.
Note : Di gereja saya, tidak pernah di ajarkan kalau orang miskin itu karena kutuk.
Gembala saya pernah berkata : Gereja ini berbeda dgn yg lain, di saat gereja lain hanya mengajarkan Keselamatan , di gereja ini mengajarkan keselamatan, kesehatan, berkat, dll
sehingga pengajarannya seimbang .
Sekarang saya bingung, apakah benar ajaran gereja saya ini sudah mengarah ke ajaran teologi kemakmuran ?
Yang membuat saya semakin bingung, jika benar Tahun 2015 Adalah Tahun kemakmuran itu adalah tidak alkitabiah, kenapa Setiap pendeta yg diundang berkhotbah tdk ada yg berkata itu SALAH, dan justru mengajarkan Kalau kemakmuran itu bukan soal Harta, tetapi nafas, hubungan dgn Tuhan ..
Sekarang saya juga bergumul, apakah saya harus pindah gereja ?
Dan bagaimana menurut askingsophia ttg ajaran gereja saya, apakah alkitabiah.?
Apakah benar Orang Kristen pasti hidup Makmur ?
Saya tunggu balasannya.
Semoga dapat ditanggapi dengan baik oleh admin.
Terima kasih.
Daniel
Tangerang.

 

JAWAB:

[DSB]:

Dear Daniel,

Senang sekali menemukan mulai banyak anak-anak muda yang kritis menilai ajaran gerejanya. Tidak begitu saja menerima mentah-mentah apa yang dikatakan oleh pendetanya, melainkan mengujinya apakah sesuai dengan Firman Tuhan atau tidak.
Kalau dari penuturan Daniel, menurut hemat kami, ajaran mengenai kemakmuran hanyalah satu pengajaran yang praktis yang sebenarnya tidak sepenting ajaran-ajaran lainnya yang utama, seperti ajaran tentang keselamatan, tentang Kristus, Tuhan, dosa, prinsip-prinsip hidup kudus atau tentang Roh Kudus. Jadi kalau mau menilai dengan tepat gereja Anda sesat atau tidak perlu melihat ajaran-ajaran mengenai hal-hal yang lebih prinsipil tersebut.
Namun memang suatu gereja bisa jatuh kepada ajaran kemakmuran apabila adanya kesalahan serius dalam prinsip-prinsip penafsiran Firman Tuhan, atau karena sang Pendeta yang menjadikan gereja sebagai ladang bisnis.
Kita tidak boleh dan tidak bisa menutup mata akan betapa banyaknya hamba Tuhan yang menjadi hamba uang dewasa ini. Jelas sekali bahwa menjadi hamba Tuhan di kota besar, asal dapat mendatangkan ratusan jemaat, maka dapat dipastikan para pendetanya dapat hidup dengan mewah, khususnya gereja-gereja yang tidak menggaji pendetanya, atau dengan kata lain, gereja-gereja yang uang persembahan/perpuluhannya semua diambil oleh hamba Tuhan. Sudah tidak asing lagi bagi kita melihat gaya hidup para pendeta yang lebih mewah daripada sebagian besar jemaatnya.
moneychurchGereja Anda memang tidak mengajarkan kemiskinan sebagai kutuk, namun mengajarkan orang Kristen tidak boleh miskin juga merupakan pengajaran yang menyimpang dari Firman Tuhan. Apalagi menghubungkan hubungan Tuhan dengan kekayaan. Betapa banyaknya contoh dalam Alkitab para nabi/rasul yang tidak memiliki kekayaan namun kalau dibandingkan dengan banyak hamba Tuhan yang kaya-raya tersebut, iman para hamba Tuhan masa kini ini tidak ada 1/10 dari para nabi tersebut.
Apa yang harus dilakukan? Apabila memungkinkan (jika Anda seorang berpengaruh di gereja itu) lakukanlah perubahan. Usahakan agar jemaat dan pengurus gereja mendapatkan Firman Tuhan yang sehat, berbobot dan berkuasa yang sesungguhnya. Namun apabila tidak memungkinkan, kami menyarankan agar Anda mencari gereja yang setia pada pemberitaan Firman Tuhan yang benar. Yang menyeimbangkan pengajaran doktrin dengan tindakan pelayanan kasih, bukan menyeimbangkan doktrin dengan berkat. Dengan demikian diri Anda pun dapat berakar, bertumbuh dan berbuah dengan lebih lebat.
Namun sebelum melakukan apa pun keputusan Anda, doakan terlebih dahulu. Kami sangat terbatas, informasi yang kami ketahui tentang Anda dan gereja Anda pun terbatas, maka biar Tuhan sendiri yang menuntun Daniel untuk keputusan yang harus diambil, dan apabila harus pindah gereja, ke mana Daniel harus pergi. Karena gereja bukanlah supermarket tempat kita menemukan atau ‘membayar’ apa yang kita butuhkan, tetapi tempat kita beribadah, saling terkoneksi dalam kasih dan saling melayani.

Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. (Gal 5:13)

Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. (Ibr 10:24)