Syalom, saya ingin curhat,
sexual-sin-ungodly-soul-tieJadi begini, saya dan pacar saya awalnya menjalani hubungan yang normal normal saja, tidak ada hal berciuman ataupun berpelukan, mentok2 juga berpegangan tangan. Namun berjalannya waktu, dia mulai berani untuk memeluk saya,, saya awalnya merasa itu biasa saja dan saya senang saat itu,, saya bahkan menekankan prinsip, “tidak ada berciuman sebelum menikah, ciuman ini hanya untuk suami saya kelak nanti”, namun beberapa waktu setelahnya, terjadilah accident kiss karena saat saya ingin menghadap kepada pacar saya, dia juga refleks menghadap kesaya, lalu terjadilah ciuman itu. Saya sungguh kaget tidak tau mau bilang apa, rasa yg paling dominan yg saya rasakan adalah, saya sungguh telah mematahkan janji saya, perasaan saya sangat kacau saat itu, saya sangat merasa bersalah kepada Tuhan dan kepada janji saya. Dan saya pun bercerita kepada kakak sepupu saya yang 1 tahun diatas saya, dia bilang bahwa teman2 selingkup kami sudah biasa dengan hal berciuman bibir, bahkan sudah ada yang tidak perawan!. Saya sungguh terkejut dan takut mendengar ceritanya. Dan akhirnya ciuman berlanjut , setiap bertemu pasti ada selingan untuk berciuman,, awalnya juga hanya sekedar kecup bibir namun setelahnya sudah berani main lidah. Saya sungguh takut sampai saat ini,, saya tidak tahi cara menghentikan ciuman ini, saya bimbang, bahkan saya berpikir mungkin Tuhan sudah jengah dengan saya yang berlumuran dosa ini,, mohon bantuannya
Terima kasih, kiranya Kasih Karunia Tuhan selalu beserta kita.
KP

 

[JAWAB]:

[DSB]:

Dear KP,

Dosa seksual itu nikmat… tetapi nikmatnya hanya sebentar saja. Setelah itu akan diikuti oleh rasa bersalah yang besar. Rasa bersalah itu menimbulkan stress dalam diri kita dan ironisnya hal itu membuat kita akan semakin rentan terhadap dosa serupa. Akibatnya kita akan terjerumus dalam lingkaran setan yang sama berulang-ulang.
Maka dari itu kita membutuhkan lebih dari sekedar perasaan bersalah dan komitmen untuk tidak mengulanginya lagi.
Pertama-tama kita sangat membutuhkan kasih Allah. Kita membutuhkan pengampunan Allah. Kita perlu mengakui dosa kita di hadapan Allah dan kemudian beriman bahwa Allah mengampuni dosa kita sesuai dengan I Yohanes 1:9.
Apabila kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. (I Yoh 1:9)
Kedua kita harus mengubah kebiasaan pacaran kita. Hindari tempat-tempat dan kondisi yang membawa kita ke dalam godaan. Lakukan juga hal-hal lain yang pernah kami bahas dalam:
https://asksophia.wordpress.com/2014/07/16/kesulitan-menghentikan-kebiasaan-berciuman-saat-pacaran/
https://asksophia.wordpress.com/2012/04/24/sudah-ciuman-apakah-harus-putus/
https://asksophia.wordpress.com/2012/03/15/batasan-batasan-pacaran-yang-baik/
Peganglah hal ini:
Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun, karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa. Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah. (Ibrani 11:24-26)
Kami akan mendoakan Anda.