Deut_34_4.Carolsfeld.MosesViewsThePromisedLandSyalom..

Salam kenal..saya Desy, seorang Katolik yang ingin lebih mendalami Alkitab.
Sekedar berbagi, pengetahuan saya tentang Alkitab masih sangat kurang namun saya mengalami berbagai peristiwa kehidupan yang semakin menguatkan iman saya dan sampai sekarang tidak pernah ragu akan kebenaran firman Allah yang disampaikan dalam Al kitab.
Terima kasih saya bertemu dengan situs Anda di dalam keingintahuan saya tentang Alkitab.
Saya ingin menyampaikan kepada seseorang bahwa Al kitab yang kita percayai adalah benar2 firman Allah dan itu membutuhkan pemahaman yang baik bermula dari diri saya sendiri.
Membaca artikel yang Anda tulis berjudul “Siapa penulis Kitab Kejadian?” yang dijawab dengan kesimpulan: Musa adalah penulis lima kitab Pertama.
Yang menjadi pertentangan saya, di dalam Ulangan 34:5 menceritakan tentang kematian Musa. Bagaimana mungkin Musa menulis tentang kematiannya sendiri? Karena hal ini pernah ditanyakan oleh kawan saya yang muslim yang meragukan kebenaran Al kitab.
Mohon penjelasannya. Terima kasih. Sy tunggu balasannya..GBU
Desy

 

JAWAB:

[CKM]:

Dear Desy,

Jawabannya adalah Yosua yang menuliskannya.

Walaupun sarjana Alkitab Kristen dan juga orang Yahudi mengemukakan bahwa Musa yang menulis kelima kitab pertama dalam PL, namun ada orang yang menyangkal bahwa ia menulis kitab Ulangan, kitab kelima. Mengapa? Karena di dalam kitab Ulangan 34 ada kisah mengenai kematian Musa. Hal ini menjadi suatu keanehan karena tidak ada seorangpun yang bisa menuliskan mengenai kematiannya sendiri, maka para penentang mengatakan bukankah ini berarti kitab Ulangan ditulis setelah jaman Musa? Namun ada juga tokoh-tokoh yang menganggap bahwa Musa sendirilah yang menulis kisah kematiannya, dan di antaranya termasuk 2 orang tokoh yaitu Filo dan Yosefus yang menerima hal tersebut. Bahkan ada seorang tokoh yang bernama Andreas Bodenstein (1480-1541) yang menganjurkan bahwa jika bukan Musa yang menulis kisah kematiannya dalm Ulangan pasal 34, maka itu berarti ia juga tidak menulis sesuatu pun dari Pentateukh itu, karena Ulangan 34 memiliki gaya sastra yang sama dengan bagian-bagian lain dari Pentateukh.

Mungkin beberapa sarjana Alkitab Kristen dan orang Yahudi berusaha mengemukakan bahwa seluruh pasal dalam kitab Ulangan ditulis oleh Musa, walaupun mungkin saja pasal ini merupakan sebuah nubuat. Penjelasan yang lebih masuk akal adalah bahwa kitab ini ditulis setelah kematian Musa, yaitu oleh Yosua. Yosua adalah penerus dari Musa dalam memipin bangsa Israel. Ada teori lain yaitu penulisan mengenai kematian Musa ini ditulis segera oleh Ezra atau oleh 70 tetua yang ada bersama dengan Musa (lih. Ul 24:9).

Penjelasan diatas tidak memaksakan seseorang menganggap bahwa pasal-pasal lainnya dalam kitab Ulangan ditulis oleh orang lain dan bukan oleh Musa.
Sudah satu hal yang biasa bila suatu berita kematian ditempatkan pada akhir karya tulisan yang penghabisan oleh seorang penulis besar. Ini akan menjadi kejanggalan jika kematian Musa tidak dicatat, mengingat bahwa seluruh riwayat hidupnya telahr diceritakan dengan panjang lebar. Adanya kisah kematian Musa dalam pasal 34 sama sekali tidak memengaruhi kenyataan bahwa 33 pasal sebelumnya ditulis oleh Musa.