Getting-back-together

Haloo🙂

Aku mau bercerita dikit tentang aku dan pacarku.
Aku orangnya negatif thinking yang over tetapi aku sadar itu tidak baik dan aku harus merubahnya.
Sedangkan pacarku orangnya egois dan kasar, tapi dia pernah bilang kalau dia tau itu dan mau menguranginya.
Lambat laun aku pacaran udah 3 setengah tahun.
Tapi tetap saja negatif thinking ku tetap ada lalu timbul curiga dan membuat hatinya sakit, aku tau aku salah berpikir negatif tentangnya. Di saat terakhir kemarin aku netting(negatif thinking), dia langsung memutuskan aku karena aku memang sudah berjanji “sekali lagi netting ke dia, dia mau putus.” Dan ternyata dia masih mau memaafkan aku meskipun aku harus mohon2.
Sedangkan di posisi dirinya, tidak lama baru saja kemarin dia terburu2 karena tugas kuliah. Dia bilang “mau pakai laptop”. Lalu aku kasih laptopku dan dia marah2 karena dia merasa bilang kalau dia mau pakai laptopnya sendiri yang kebetulan memang ada di rumah saya.
Lalu aku suruh dia tanggung jawab untuk ngambil sendiri laptopnya di kamarku dan dia marah2 dengan mengatakan “bodoh!” ke aku.
Sekarang dia hanya diam2 saja dengan aku, tidak mau minta maaf ataupun mengakui kesalahannya sedikitpun.
Dia tau kalau di dalam masalah ini dia yang memang salah, makanya dia tidak berani melawan aku sedikitpun.
Tetapi sampai hari ini dia memilih diam dan disaat aku tanya “maunya gi mana sekarang?” Lalu dia menjawab “lupano ae”. Setelah itu aku bilang ke dia “aku udah maafin kamu, aku ga akan menyalah2kan kamu. Aku cuma mau kamu tau salahmu apa dan berjanji memperbaiki diri lebih baik dan lebih menghargai aku sebagai orang yang kamu sayang.”
Dan parahnya dia menjawab “Ya ws kalau gitu gini aja trus (diem2an trus), aku lebih betah kyk gini.”
-_- diem deh akunya sambil ngetik email buat curhat. Hahaha
NB : kebiasaan meso (ngomong kasar – red) pacarku saat tengkar terkadang keluar dengan alasan aku mbencekno (nyebelin – red) poll. Dan dari dulu aku maafin itu trus dan ga pernah aku bales meso ke dia.
Pertanyaan :
1. Apakah baik berjanji untuk tidak melakukan kesalahan dengan taruhannya putus apabila melanggarnya lagi??
2. Apakah memang dia benar2 sayang aku dan pantas aku perjuangkan? Karena aku merasa dia butuh aku hanya saat dia butuh pertolongan, sedangkan disaat aku ga mau atau ga bisa dia langsung bilang “cowok ga bisa diharapkan”.
Mohon bantuannya.🙂 thx
SS

JAWAB:

[DSB]:

Dear SS,

Kalau membaca surat dari SS, sepertinya Anda mengalami hubungan yang buruk dengan kekasih Anda. Anda merasa kekasih kurang menghargai Anda, namun seperti Anda juga sangat mencintai gadis ini.
Dari email yang begitu singkat ini, tentunya kami tidak bisa menemukan penyebab buruknya relasi Anda dengan si dia. Namun yang jelas untuk bisa berjalan, suatu hubungan harus bersifat resiprok atau saling berbalas. Bukan hanya Anda yang perlu memperjuangkan hubungan, namun sang pacar pun perlu berjuang untuk mempertahankan Anda.
Masalah berjanji untuk tidak melakukan kesalahan dengan taruhan putus itu mungkin sudah merupakan puncak dari perbedaan atau permasalahan yang ada pada Anda berdua jadi menurut saya tidak perlu dipermasalahkan. Yang penting adalah bagaimana kalian berdua dapat akur kembali, memiliki rasa saling mencintai dan membutuhkan seperti pada saat baru jadian.
Bagaimana kalau SS membicarakan masalah hubungan kalian berdua kembali, mencoba saling terbuka dan bicara, apakah yang menjadi penyebab permasalahannya. Pada waktu itu, SS juga bisa dengan baik-baik menceritakan perasaan SS tentang betapa SS juga terluka saat perkataan kasar diucapkan, dan betapa SS merasa kebutuhan SS akan bantuan kekasih tidak diperoleh.
Dari sini semoga SS dan kekasih bisa mendapatkan petunjuk bagaimana melanjutkan hubungan kalian berdua.
Semoga cukup membantu.