dihantuiShalom, sering kali dalam kehidupan kekristenan saya mendapat rasa takut yang tidak berujung mengenai dosa dosa saya, Seperti terkadang saya mengingat kejadian masa lalu dan merasa bersalah atas segalabperbuatan saya juga timbul pemikiran bahwa saya tidak akan mendapat keselamatan karena dosa yang saya perbuat atau karena perbuatan yang tidak saya lakukan dan menjadi dosa. Saya sudah mencoba mencari beberapa referensi dan sadar bahwa semua ketakutan Ini berasal dari iblis, tetapi tetap saja perasaan itu muncul dan membuat saya gelisah. Saya menjadi banyak pikiran dan tidak bisa menikmati hari dengan tenang juga tidak bisa menikmati kasih Kristus sepenuhnya. Apa yang harus saya lakukan?
Juga apakah jika kita tiba tiba teringat kejadian masa lalu seperti yang saya alami padahal kejadian itu sudah bertahun tahun dan Hal itu membuat kita gelisah dan takut, apakah itu iblis yang mencoba menghancurkan kita? Terima kasih.

NN

 

JAWAB:

[DSB]: 

Dear NN,

Tidak perlu sekolah teologi untuk mengetahui bahwa Iblis dan Setan tentu akan terus berupaya membuat kita jatuh dalam dosa. Bagi orang yang belum percaya, iblis akan terus berupaya agar ia tidak pernah mengambil keputusan untuk menerima Kristus. Bagi orang yang sudah percaya, ia akan terus mencoba mengguncangkan iman kita, membuat kita ragu akan penebusan Kristus yang telah sempurna itu, dan juga membuat kita jauh daripada-Nya.

Sdr NN, pada saat Kristus disalib ia mengatakan “Sudah selesai”. Ini menunjukkan bahwa Yesus sudah menyelesaikan tugas penebusan umat manusia dengan sempurna. Tidak ada lagi hal yang perlu ditambahkan kepada salib untuk kita dapat diselamatkan. Benar bahwa manusia akan terus berdosa, meskipun kita telah menerima Kristus sebagai Juru Selamat. Namun kekudusan hidup kita, bukanlah suatu syarat untuk diterima oleh-Nya, melainkan suatu pengabdian, penyerahan diri dan penyangkalan diri karena kita sudah terlebih dahulu diterima, dikasihi dan diampuni oleh-Nya. Tidak ada manusia yang bisa bertahan hidup kudus tanpa kuasa dari Roh Kudus, maka saat Anda teringat kembali akan apa yang pernah Sdr lakukan sebelumnya, ingatlah ayat-ayat ini:

Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. (Roma 5:8)

Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. (Efesus 2:8-9)

Iman sendiri, menurut Efesus 2:8-9 merupakan pemberian Allah, bukan hasil usaha kita.

Kita dapat membayangkan kelak pada saat kita dihakimi menurut perbuatan kita, di tahta pengadilan Allah di akhir jaman. Allah sebagai Hakim yang Agung dan Yesus Kristus sebagai pengacara kita. Pada saat dosa-dosa kita disebutkan, diputar kembali, Sang Hakim yang Agung memang akan menghukum kita, namun Kristus yang ada di sana dapat mengatakan bahwa “Orang ini sudah Kutebus, tidak perlu lagi membayar hukuman atas dosa-dosanya”

Maka, percayalah, dan imanilah! Hapalkanlah ayat ini setiap kali keraguan menerpa.

Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan (1 Yoh 1:9)

Akhirnya walaupun Anda tetap merasa gelisah dan gundah setiap kali Anda mengingat dosa Anda, ketahuilah bahwa (apabila Anda orang percaya) perasaan Anda tidak akan mengubah kenyataan bahwa Allah telah menyelamatkan Anda. Bahwa Allah akan terus menyertai Anda sebagaimana pun Anda ragu dan merasa kurang beriman. Bahkan Allah tahu dengan jelas kelemahan dan kebutuhan kita. Ia tahu bahwa kita begitu membutuhkan iman dan penguatan dari Dia. Berdoalah dan Ia pasti akan menjawab dan memberi kelegaan. Amin