bayiDear sophia,

Beberapa wktu yang lalu, saya membaca artikel/berita seperti di link berikut:

http://m.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/05/19/m49osw-subhanallah-bayi-ini-lahir-membawa-alquran
Selain berita tersebut, seringkali juga ada berita yg lain yg susah diterima dg akal sehat seperti: nama Allah (dlm bhasa arab) tertulis di dalam batu akik..ada anak 1.5tahun yg sdh hafal al quran..dan banyak contoh2 lainnya.

Mohon tanggapannya gimana kita sebagai orang Kristen harus mensikapi peristiwa2 seperti itu.

Terima kasih,
JBU

 

JAWAB:

[MC]:

Berita-berita yang demikian memang nampak spektakuler. Lalu apakah semua itu adalah bukti bahwa agama tersebut adalah benar?

Bila kita teliti, berita spektakuler seperti itu sebetulnya bukanlah khas milik salah satu agama saja. Banyak sekali klaim dari berbagai pemuka agama (termasuk mereka yang melabelkan diri mereka Kristen) bahwa telah terjadi mujizat ataupun peristiwa spektakuler.

Bagaimana kita sebagai orang Kristen harus menyikapi semua itu?

Hal yang paling pertama harus kita lakukan adalah memeriksa dahulu kebenaran berita tersebut. Apakah berita tersebut dapat diverifikasi, apakah berita tersebut berasal dari sumber yang terpercaya. Seringkali penyelidikan lebih lanjut akhirnya mengungkapkan bahwa apa yang telah terjadi sesungguhnya adalah kepalsuan belaka.

Dalam kasus berita bayi lahir membawa Quran tersebut misalnya, bila kita cari tahu lebih lanjut, banyak sekali tentangan terhadap berita tersebut. Tentangan tersebut menyatakan bahwa berita tersebut tidak memiliki bukti, dasar, dan hanyalah merupakan rekaan semata. Yang menarik, banyak penentang berita tersebut adalah mereka yang beragama Islam.

Contoh lainnya adalah Peter Popoff, yang menyatakan bahwa dirinya adalah seorang nabi dan memiliki karunia penyembuhan. Di dalam acara-acaranya, ia acapkali memanggil penonton yang hadir, lalu ia dapat memberi tahu apa yang sedang terjadi dalam hidup sang penonton. Peter Popoff menyatakan bahwa itu adalah bagian dari karunia kenabiannya. Di tahun 1986, seorang pesulap mencoba untuk menyelidiki “mujizat” Peter Popoff. Ternyata ia mendapatkan bahwa Peter Popoff memakai sebuah headset wireless. Melalui alat tersebut, istrinya memberitahu Peter tentang data-data penonton tersebut. Tidak pernah ada mujizat, tidak pernah ada karunia kenabian, hanya tipuan murahan.

Kita juga ingat apa yang Musa alami dalam kitab Keluaran, kita ingat bagaimana para ahli sihir Firaun “meniru” apa yang Musa lakukan. Saat tongkat Harun menjadi ular, mereka melakukan hal yang serupa. Saat semua air di Mesir menjadi darah, merekapun meniru hal tersebut. Ketika katak-katak mulai berkeriapan memenuhi tanah Mesir, merekapun tidak mau kalah. Sampai akhirnya ketika tulah lalat terjadi, merekapun menyerah dan tidak mampu lagi mengikutinya.

Pada akhirnya, mujizat sejati adalah milik Allah Tritunggal saja. Mujizat diadakan dengan tujuan yang sangat jelas, yaitu untuk mengokohkan pelayanan para nabi yang membawa Firman Allah kepada umat-Nya. Setelah Firman tersebut diberikan secara utuh, yaitu dalam bentuk Alkitab, maka Tuhan menghentikan mujizat-mujizat tersebut.

Maka, jadilah bijaksana. Tuhan telah memberikan kepada kita pernyataan yang sudah sangat jelas, yaitu Alkitab. Ujilah segala sesuatu berdasarkan Firman-Nya. Jangan mudah tertipu. Bukankah Yesus sendiri telah menyatakan bahwa akan bangkit banyak nabi palsu (Matius 7:15; 24:11; 24:24, Markus 13:22)?