Sumber: Istimewa
Sumber: Istimewa

Pernahkah Yesus sebagai tokoh sentral mengajarkan penebusan dosa ?

Benarkah Yesus menjamin keselamatan manusia dengan meyakini dirinya sebagai korban penebusan dosa ?
Mohon nyatakan rujukan di dalam Al Kitab.
R

JAWAB:

[DSB]:

Dear R,

terima kasih sudah bertanya banyak hal kepada kami beberapa waktu ini. Kami memperhatikan bahwa Sdr banyak bertanya mengenai Yesus, mengenai keTuhanan-Nya dan juga ajaran-ajaran-Nya.

Sdr R, mengenai 2 pertanyaan terakhir Anda, perlu kami jelaskan bahwa Kekristenan tidaklah menganggap doktrin-doktrin yang terdapat pada kekristenan harus berasal dari 1 Oknum tunggal (yaitu Kristus) saja, tetapi Alkitab merupakan kumpulan Wahyu Allah yang mana Tuhan telah berfirman kepada manusia sebelum Kristus datang melalui para nabi di Perjanjian Lama. Alkitab yang kita percayai merupakan Firman Allah yang mana semuanya merupakan isi hati Tuhan yang perlu manusia pelajari dan jalankan. Kalau memang doktrin Kristen hanya berasal dari Yesus saja, tentunya orang Kristen tidak mengakui kitab-kitab Perjanjian Lama. Namun kita percaya bahwa Allah memang berfirman melalui para nabi tersebut, dan karena Firman itu abadi, maka setiap Firman Tuhan, Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru sama-sama menjadi dasar bagi kita dalam mengenal Dia. Ini menegaskan bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah yang satu yang sama dari jaman Adam sampai hari ini.

Mengenai penebusan dosa, sudah sejak awal manusia berdosa, Tuhan sudah menetapkan harus ada korban untuk penebusan dosa itu. Namun (bahkan secara logika), tidak mungkin nyawa binatang (yang derajatnya lebih rendah daripada manusia) dapat menggantikan manusia. Maka harus ada korban penebusan yang memiliki derajat lebih tinggi dari manusia, yang mana dengan korban-Nya yang tunggal itu cukup untuk menebus nyawa semua manusia yang hidup. Yang mana nyawanya melebihi nyawa seluruh manusia yang pernah hidup disatukan. Satu-satunya yang bisa melakukan hal itu adalah Allah sendiri.

Markus 10:45 mengatakan

“Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

juga Yohanes 3:16-7 mengatakan

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.”

Kemudian pada Yohanes 10:15 dan 28

“sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku…. dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

Ayat-ayat di atas menunjukkan klaim yang tegas dari Yesus Kristus mengenai jaminan keselamatan bagi orang yang percaya kepada-Nya, yang telah mati untuk menebus dosa-dosa kita.

Menurut hemat kami, apabila Sdr R memang ingin mengetahui apakah Kekristenan itu pengikut Allah yang sejati ataukah pengikut suatu ajaran yang telah dipelintir oleh sekumpulan orang, kami mengusulkan agar sdr R memeriksa dari bukti-bukti sejarah dan arkeologi di luar Alkitab yang sangat jelas menunjukkan bahwa Alkitab khususnya Perjanjian Baru memang benar ditulis oleh para saksi mata yang melihat sendiri, mendengar sendiri dan bahkan bersentuhan langsung dengan Yesus Kristus, Allah yang hidup itu. Dan hingga saat ini tidak mengalami perubahan yang berarti yang dapat mengubah makna teologisnya. Salah satu artikel yang membahas mengenai hal tersebut adalah pada tautan berikut ini http://pemudakristen.com/artikel/keotentikan_naskah_pb.php. Silakan diperiksa dari sumber yang lain apakah benar demikian.

Kami berdoa agar sdr menemukan kebenaran itu.