maxresdefault
ilustrasi: youtube.com

Shalom

Kalo kt sbg org Kristen mabuk = dosa
Tpi bagaimana klo saat High?

Thanks and may God bless

HJ

JAWAB:

[MC]:

Dear HJ,

Harus kita ingat bahwa Alkitab ditulis pada masa yang lampau. Selain itu juga, kita harus ingat bahwa Alkitab tidaklah dimaksudkan untuk menjadi panduan sangat lengkap bagi kita menjalani kehidupan setiap detiknya.

Misalnya saja, ketika Alkitab ditulis, tidak ada mobil. Jadi bila hari ini kita melukai seseorang dengan cara menabrak dia dengan mobil dengan sengaja, apakah kita akan berkata bahwa kita tidak berdosa karena di dalam Alkitab tidak ada ayat yang mengatakan, “Jangan menabrak seseorang dengan mobilmu?” Tentu tidak!

Maka kita lihat, Alkitab mencatat prinsip-prinsip dasar yang Tuhan kehendaki bagi hidup kita. Karena hal-hal tersebut adalah prinsip dasar, maka hal-hal tersebut berlaku sepanjang segala masa. Maka tugas kita yang hidup di masa kini adalah mengerti makna dari prinsip-prinsip tersebut dan dengan kebijaksanaan menerapkannya bagi kehidupan kita di masa kini.

Hal ini juga dapat kita terapkan dalam kaitannya dengan penggunaan obat-obat psikotropika yang mengakibatkan kita high.

Sebagai contoh, I Tesalonika 5:14 mengingatkan kita agar kita hidup dengan tertib. Bila kita dalam keadaan high, dapatkah kita tertib?

Contoh lain lagi, 2 Timotius 4:5 memerintahkan kita untuk “kuasailah dirimu dalam segala hal”. Terjemahan NIV mencatat “keep your head in all situations” (kendalikanlah pikiranmu dalam segala situasi), NASB mencatat “be sober in all things” (sadarlah senantiasa). Apakah kondisi high adalah kondisi di mana kita berkuasa, memegang kendali, dan sadar? Sebaliknya, dalam bahasa Inggris, istilah high adalah lawan kata dari istilah sober yang digunakan dalam terjemahan NASB.

Maka kita simpulkan bahwa walaupun Alkitab tidak pernah mencatat secara langsung akan penggunaan narkoba, tetapi berdasarkan efek yang ditimbulkannya, kita dapat paling tidak menyamakan kondisi high dengan kondisi mabuk. Dan bila dalam pertanyaan Saudara telah dinyatakan bahwa Saudara tahu bahwa mabuk itu berdosa, dan telah kita simpulkan bahwa high itu setara dengan mabuk, apakah kesimpulan akhirnya?

 

[DSB]:

Dear Bung HJ,

Pertanyaan serupa yaitu tentang merokok pernah kami bahas pada posting https://asksophia.wordpress.com/2014/01/06/ujilah-segala-sesuatunya/

Kita dapat menggunakan prinsip yang sama dengan prinsip pada tulisan tersebut. Silakan dipelajari.

GBU.