Soto-Selan-Sate-Saren_zps7c1f99b0
Illustrasi: dapurhalal.com

Bolehkah kita sebagai orang Kristen makan darah?

NN

JAWAB:

[CKM]:

Larangan memakan darah/marus umumnya berdasarkan pada Ul 12:23, darah ialah nyawa dan juga Kej 9:4 yang secara eksplisit melarang memakan darah.

Mari kita periksa bersama ayat tersebut.

  1. Dalam Kej 9:4 dan beberapa ayat lain ‘darah’ diidentikkan dengan ‘nyawa’, itu tidak bisa diartikan bahwa Alkitab mengajarkan bahwa ‘darah’ betul-betul sama dengan ‘nyawa’. ‘Darah’ diidentikkan dengan ‘nyawa’, karena darah yang mengalir dalam tubuh seseorang adalah sesuatu yang menunjukkan kehidupan. Kalau darah itu hilang, maka kehidupan berhenti.
  1. Banyak ayat dalam Alkitab yang melarang memakan darah sebetulnya sudah tidak berlaku lagi. Alasannya:
  • Saya berpendapat bahwa satu-satunya alasan yang menyebabkan adanya larangan makan darah adalah karena darah itu digunakan dalam penebusan (Im 17:11), dan merupakan TYPE dari penebusan oleh darah Yesus Kristus (Yoh 1:29 1Pet 1:19 Ibr 9:1-10:22). Dan satu hal yang perlu ditekankan adalah bahwa semua TYPE berakhir pada saat ANTI-TYPEnya datang. Dengan demikian sejak Yesus mati di atas kayu salib, dan darahNya sudah dicurahkan untuk menebus dosa umat manusia, maka darah binatang bukan lagi merupakan alat penebusan dosa, dan karena itu, larangan makan darah binatang juga harus dihapuskan.
  • larangan makan darah adalah ceremonial law (= hukum yang berhubungan dengan upacara keagamaan) yang sudah tidak berlaku sejak kematian dan kebangkitan Kristus.
  • Kalau masih ada orang yang menganggap bahwa larangan makan darah dalam hukum Taurat Musa (ceremonial law) itu tetap berlaku, maka:
  • —orang itu juga harus menganggap bahwa memakan binatang-binatang yang haram, yang disebutkan dalam Im 11, juga dilarang pada jaman ini.
  • —orang itu juga harus menganggap bahwa memakan lemak, juga dilarang pada jaman ini. Perlu dingat, bahwa selain larangan makan darah, hukum Taurat Musa juga sangat menekankan larangan memakan lemak. Ini pasti akan makin memusingkan, karena setiap kali kita makan daging apapun, selalu bisa ada lemaknya.

Ada satu hal yang menarik yaitu bahwa larangan makan darah dan lemak seringkali digabungkan menjadi satu (Im 7:22-27).

Jadi, kalau larangan makan darah dalam Kej 9:4 itu merupakan simbol dari darah untuk menebus dosa, atau merupakan persiapan dari larangan makan darah dalam hukum Taurat Musa (ceremonial law), maka jelas bahwa setelah terjadinya pencurahan darah Kristus untuk menebus dosa manusia, maka larangan ini juga harus dihapuskan.

Calvin, sekalipun menafsirkan bahwa Kej 9:4 ini melarang makan darah binatang, tetapi mengatakan bahwa ini hanyalah hukum lama, dan tak berlaku dalam jaman Perjanjian Baru. Ia berkata,”Tetapi kita harus ingat, bahwa pembatasan ini adalah bagian dari hukum lama.

Sebagai penutup kita harus ingat Mark 7:19.  Di sini Yesus hanya menekankan bahwa sebetulnya makanan tak bisa menajiskan kita. Tuhan melarang banyak makanan dalam kitab Imamat, karena ada maksud / makna tertentu dalam larangannya, bukan karena makanan tersebut betul-betul bisa menajiskan kita.

Juga ingat 1 Korintus 6:12; 1 Korintus 10:23. Saya sendiri mempunyai pandangan bahwa pada jaman sekarang larangan makan darah itu sudah tidak berlaku. Tetapi kalau ada orang yang berpendapat bahwa ia tidak boleh makan darah, maka memang sebaiknya ia tidak makan. (Bdk. Ro 14:14,22)

 

Tambahan:

Dalam PB mmg ada ayat2 yg berkesan  melarang makan darah, yaitu Kis 15:20,29; Kis 21:25.

Ayat2 ini memang jadi ayat andalan bagi klmpk yg menentang/melarang makan darah/marus, apalagi ini dukungan dari PB.

 

Pertama adalah kontek dari Kis 15:20,29. Kontek dari text ini adalah pertentangan antara Paulus dan Barnabas di satu pihak dengan orang-orang Yahudi Kristen di pihak lain.

 

Kedua, Kejadian dalan Kis 15:1-2 menyebabkan terjadinya sidang gereja Yerusalem. Dan dalam perundingan untuk memutuskan siapa yang benar, Yakobus lalu memberikan pandangannya (yang nantinya diterima sebagai keputusan sidang).

 

Ketiga, baca Kis 15:13-21 terutama ayat 20.

 

Maka jika diringkas:

 

Inti dari pandangan Yakobus ini adalah:

 

  1. Ia mendukung Petrus dengan ayat-ayat Alkitab. Ay 15-18 ia kutip dari Amos 9:11-12, yang menubuatkan bahwa orang-orang non Yahudi akan menjadi milik Tuhan.

 

  1. Ay 19: ia beranggapan bahwa mereka tidak boleh memberikan kesulitan kepada orang-orang non Yahudi yang menjadi orang kristen (dengan mengharuskan sunat, dsb). Ini sejalan dengan kata-kata Petrus dalam sidang yang sama, yaitu dalam Kis 15:10 yang bunyinya,“Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri?”.

 

  1. Ay 20-21: ia mengusulkan adanya larangan terhadap 4 hal, yaitu makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala, percabulan, daging binatang yang mati dicekik, dan darah. Satu hal yang harus diperhatikan adalah: Itu bukan syarat keselamatan, tetapi hanya merupakan ‘perbuatan baik’ (ay 29b). (Bdk. Kis 15:29)

 

Larangan untuk makan makanan yang dipersembahkan kepada berhala, binatang yang mati lemas/dicekik, dan darah. Kenapa dilarang? Alasannya ada dalam Kis 15:21.

 

Pemberitaan dan pembacaan secara terus menerus dari hukum Taurat, yang jelas mencakup larangan makan darah dsb ini, menyebabkan orang-orang Yahudi geuleuh dengan perbuatan itu (makan darah, dsb). Orang-orang Yahudi Kristen membutuhkan suatu proses untuk bisa mengerti dan menerima bahwa ceremonial law sudah dihapuskan. Sebelum hal ini bisa terjadi, mereka tetap akan geuleuh terhadap orang-orang yang makan hal-hal tersebut. Supaya ada hubungan yang baik antara Yahudi dan non Yahu­di, maka orang non Yahudi sebaiknya tidak makan apa yang geuleuh bagi orang Yahudi. Jadi jelas bahwa larangan ini hanya berlaku untuk sikon itu saja, dan tidak berlaku untuk kita di sini pada jaman ini.