Leave-my-church
Ilustrasi: http://www.kairosav.org

Haloūüôā

Saya mau bertanya, tp sharing sedikit dulu. Saya dibesarkan dalam ajaran iman Kristen yang taat di sebuah gereja A sejak dari kecil.
Beranjak dewasa, saya mulai merasa tidak mengalami pertumbuhan iman di gereja saya sendiri. Hal ini mencakup seperti; hamba Tuhan nya kurang dalam menyampaikan firman Tuhan, kegiatan komisi pemuda mulai terasa membosankan karena ibadah tidak bervariasi (menurut saya karena namanya persekutuan harusnya lebih santai, dan konsepnya lebih menarik bertujuan untuk anak muda), dan di gereja saya sangat kurang dalam hal mentoring. Ditambah kalau ibadah hari minggu, kadang ada anak baby yang menangis/berteriak dan menurut saya sangat menganggu konsentrasi, namun tidak ada tindakan serius/solusi dari hamba Tuhan (pdhl mereka kadang duduk berdekatan). Hal-hal tsb membuat  saya tidak konsen, dan tidak serius dlm menjalani ibadah.

Sampai suatu ketika, saya mencoba ke gereja B. Aliran gereja sama, yaitu Kristen Protestan. Di sana saya merasa cukup menolong saya untuk konsentrasi selama ibadah (hamba Tuhan bagus, khotbahnya sangat membangun) dan pembawa pujian serta pemain musik sangat mempersiapkan dengan baik.
Dan biasa, kalau saya bosan dengan khotbah saya bermain game, tp selama saya di gereja B, sya selalu serius beribadah dari awal hingga akhir.

Pertanyaan nya;
Apakah boleh saya pindah ibadah ke gereja B, tpi ttp menjadi jemaat gereja A ? Atau kira2 apakah memungkinkan untk pindah saja ke gereja B ? Thanks

Xx,
CH

JAWAB:

[CKM]:

Hi CH,
Pengalamanmu adalah pengalaman yang banyak dialami oleh banyak orang Kristen sekarang ini. Kebosanan memang bisa dialami oleh siapapun. Saya akan mencoba memberikan respon terhadap sharingmu dan menjawab pertanyaanmu.
C:  saya mulai merasa tidak mengalami pertumbuhan iman di gereja saya sendiri.
CKM: Ini bisa saja terjadi namun harus diingat, pertumbihan rohani tidak bisa dan tikda boleh hanya didapat dengan mengandalkan ibadah di hari minggu dengan cara mendengarkan kotbah saja. Maaf, bagaimana dengan saat teduh pribadimu? Dalam kehidupan Kristen kita miniman kita dalam 1 hari harus ada 1 waktu bersaat teduh dengan Tuhan, mau pagi, siang, malam atau bahkan di sela-sela pekerjaan jika sangat sibuk. Ingat tidak pengalaman dari Daniel misalnya? Dia dalam kesibukannya yang bagaimanapun dan dalam situasi lingkungan yang sangat tidak mendukung untuk pertumbuhan rohani namun ia tetap menyempatkan diri di siang hari untuk berdoa pribadi kepada Tuhan. Dalam saat teduh itu kita ada berdoa, merenungkan FT (jadi harus baca Alkitab ya), merenung secara vertikal dan horizontal.  Ini jangan lupa kita lakukan. Karena jika tidak saya pastikan pertumbuhan rohani kita pasti mandek bahkan mati. Hasilanya apa? Kita akan mulai menyalahkan lingkungan yang ada di sekitar kita tanpa memeriksa diri. Nah, selain saat teduh kamu bisa cari di youtube misalnya untuk dengar kotbah-kotbah yang baik,ada yang lengkap ada yang memang hanya cuplikan. Itu juga akan membantu kita. Usaha apa lagi ya? suapa pertubhan iman bisa naik? Ada lagi, coba sisihkan wkt ikuti PA, ga perlu 1 minggu sekali koq. Kita bisa PA 1 bulan 1x juga sdh bagus. Bisa ikut pembinaan2 Kristen yang bagus, biasanya hanya ikut 1 hari aja. Atau kalau dibandung kamu bisa ikut pembinaan rutin dari sebuah gereja yang terketak d jalan Pasteur sebelah SPBU. Kami bukan dari jemaat gereja itu hanya saja saya tahu bahwa gereja itu memberikan pembinaan jemaat secara berkesinambungan. OK?
C: hamba Tuhan nya kurang dalam menyampaikan firman Tuhan
CKM: Ini memang jadi masalah pada gereja masa kini. Bukan karena mereka tidak mampu tapi waktu dalam menyiapkan sebuah kotbah memang tidak bisa singkat apalagi kotbah eskpositoris yang membutuhkan study pribadi. Nah, kendalanya HT di Indonesia umumnya sibuk bukan hanya mempersiapkah kotbah tapi juga sibuk hal lainnya. Misalnya adalah rapat A-Z yg menguras waktu dan tenaga, belum lagi pelawatan, mengajar, kegiatan pastoral, pelayanan A-Z termasuk pelayanan di luar gereja dll;¬†selain itu¬†juga ingat mereka mempunyai kehidupan pribadi dimana mereka mempunyai istri/suami atau anak yang juga harus diperhatikan. Kamu bisa bayangkan denga kegiatan mereka yang begitu banyak lantas dimana waktu mereka untuk mempersiapkan kotbah dengan baik? Konsentrasi saja sudah terpecah bukan? idealnya tugas HT adalah mempersiapkan kotbah dan menggembalakan. Namun tuntutan gereja di Indonesia lebih dari itu. Nah apakah ini menjadi excuse untuk tidak mempersiapkan kotbah dengan baik? tidak. Mereka harus tetap berani berkata tidak dan membuat skala prioritas di dalam pelayanan. saya percaya, sebuah kotbah yang sebagaimana sederhanapun jika dipersiapkan dengan baik maka kita pasti mendapatkan berkat. Kita tidak akan merasa tidak mendapatkan sesuatu. Kita ini sebagai manusia sering bias. Kita seneng berpikir jika satu kotbah/pengajaran yang disampaikan dengan begitu mendalam bahkan dengan jargon2 yang mungkin kita tidak familiar maka kita akan menilai kotbahnya dalam, saya otak saya ngebul hahaha….Namun pernahkah kita mikir bahwa sebetulnya kotbahnya terlalu dalam maka kita bukan mengerti tapi tidak mengerti tapi kita sudah terlanjur percaya bahwa yang tidak mudah di cerna adalah dalam. Sebuah kotbah jika terlalu dalam itu juga tidak menjadi berkat. Dosen saya dalam suatu kelas pernah berkata,”Kita tidak boleh menjadikan ibadah menjadi sebuah kelas teologi. Karena kelas teologi bukan ibadah. Namun demikian, gereja adalah tempat umum untuk segala kalangan pendidikan. Setiap yang datang ke gereja mempunyai latar belakang pendidikan yg berbeda. Tugas HT adalah dia harus bisa menjangkau intelektual (intelektualitas bukan dosa ya) jemaat dari latar pendidikan bawah sampai atas.” Maksudnya apa? Maksudnya adalah jika seseorang dalam kotbah itu hanya mendapatakan dan mengerti satu kalimat saja, misalnya ‘Yesus Kristus Tuhan dan Juruselamatku’ maka biarlah itu menjadi berkat untuk dia untuk sementara ini dan coba praktekan dalam kehidupan. Begitu juga bagi yang lain, yang mendapatkan lebih dari satu kelimat itu biarkan ia mendapatkan lebih dan juga harus praktekan dalam hidup. Namun demikian saya tidak menutup kemungkinan HT yg malas. Mereka harus bertobat!
C: kegiatan komisi pemuda mulai terasa membosankan karena ibadah tidak bervariasi (menurut saya karena namanya persekutuan harusnya lebih santai, dan konsepnya lebih menarik bertujuan untuk anak muda)
CKM: Setuju. Jika dalam ibadah raya lebih formal karena dalam ibadah raya yang datang adalah jemaat majemuk. Persekutuan Pemuda/PP boleh lebih santai karena berdasarkan juga dari pengertian kata ‘persekutuan’ dimana diantara pemuda pemudi boleh lebih saling mengenal dan juga bersekutu dalam iman.
C: dan di gereja saya sangat kurang dalam hal mentoring
CKM: Ya, ini masalah klasik, khususnya dalam gereja2 besar. Kita perlu doakan ini. Usul saya kita sebagai jemaat coba lebih aktif di dalam janji temu dengan HT. Sehingga selain kita bisa kenal dengan gembala kita, kita jg bisa mendapatkan mentor. Mentor juga tidak harus HT, bisa jg pembingbing PA/kelompok kecil.
C: Ditambah kalau ibadah hari minggu, kadang ada anak baby yang menangis/berteriak dan menurut saya sangat menganggu konsentrasi, namun tidak ada tindakan serius/solusi dari hamba Tuhan
CKM: Hahahaha…..ini sebetulnya bukan masalah loh. Kenapa? Sebetulnya yang dimaksud ibadah raya adalah baik dewasa tua, dewasa tua, remaja, pemuda, anak-anak sampai bayi menjadi satu. Sewaktu mau kotbah, baru¬†anak-anak yang masuk sekolah minggu di pisah. Remaja¬†dan Pemuda tetap. karena mereka seharusnya sudah cukup mampu untuk mendengarkan kotbah. Ingat yang saya tulis di atas mengenai tuntutan HT di dalam kotbah. Itu sebab nanti yang diperlukan adalah persekutuan remaja dan pemuda (yang pemuda optional) supaya mereka bisa mendapatkan topik yang lebih kontekstual dengan remaja.¬†Pemuda saya katakan optional karena mereka sudah dewasa mereka sudah lebih bisa bersikap dan berpikir mandiri. Inget ga?¬†¬†Tuhan Yesus pernah menegur murid yang mengusir anak-anak yang datang kepada Yesus dan Yesus tidak setuju. Yesus bilang jangan halangi mereka datang. Walau mungkin bagi orang dewasa anak-anak itu mengganggu.
C: Hal-hal tsb membuat  saya tidak konsen, dan tidak serius dlm menjalani ibadah.
CKM: Saya mengerti. Namun cobalah melatih diri untuk konsentrasi. Saya juga sama koq.
Usul, mungkin kamu bisa duduk paling depan atau lakukan pemetaan dimana biasanya yg banyak anak2 kamu bisa jauhi. Lalu bisa juga gereja menyediakan baby room. Tidak perlu mewah. Contohnya di tempat gereja saya beribadah di paling belakang baby rommnya hanya ada ruangan kecil dai kaca yang tersambung dengan speaker. maka ibu/bapa yg menemani anaknya tetep bisa ibadah dan denger kotbah sembari tidak ganggu jemaat lain yg mungkin menjadi sulit konsentrasi. Coba di usulkan.
C: Dan biasa, kalau saya bosan dengan khotbah saya bermain game, tp selama saya di gereja B, sya selalu serius beribadah dari awal hingga akhir.
CKM: Kenpa bisa? Biasanya karena kita terlalu bersemangat dan prejudice terhadap gereja B tidak ada. Namun memang saya tidak menutup kemungkinan adanya gereja yang parah sekali sehingga memang gereja itu sebetulnya sudah tidak lagi memberitakan kebenaran. Untuk itu kita boleh pergi dari gereja itu.
C: Apakah boleh saya pindah ibadah ke gereja B, tpi ttp menjadi jemaat gereja A ? Atau kira2 apakah memungkinkan untk pindah saja ke gereja B ? Thanks
CKM: Saya sarankan, jika kamu merasa di gereja B lebih bertumbuh dalam 1 waktu tertentu setelah beribadah disana, katakanlah 1 tahun, silakan kamu atestasi. Kenapa?
1. Dalam penggembalaan lebih mudah dan jelas. Misalnya untuk masalah pernikahan.
2. Kamu boleh melayani di gereja B tanpa ada masalah dengan gereja A
3. Tetap ke gereja A dan beribadah seperti biasa lalu sorenya (atau sebaliknya) ibadah di gereja B. Namun pelayanan hanya boleh di gereja A.
Lebih dari itu, doa kepada Tuhan sang empunya Gereja. Apakah Ia mau kamu stay atau pergi dari gereja yang sekarang. Jawabannya bisa cepat bisa lambat, tergantung kedekatanmu dengan Tuhan. Kita ditempatkan Tuhan dalam 1 gereja bukan tanpa misi. Kamu dan saya adalah anggota tubuh Kristus, anggota Gereja. Tuhan pasti ada rencana untuk itu. Kalau Tuhan memang perintahkan kamu tunggalkan gereja itu dengan jelas, jangan ragu untuk atestasi. Mungkin Tuhan punya tugas baru untukmu di gereja itu.